
Siapa ? Jika ingin menelpon besok saja . Aku mengantuk " ucap Lia sambil mematikan telpon dan mengganti dengan mode hening lalu melempar ponsel ke atas kasur dengan sembarang . Kembali membaringkan tubuhnya dan tidur kembali .
Keesokan pagi suara gedoran dari luar pintu kamar mengusik tidur damai Lia sedaritadi
" hah berisik sekali " ucap Lia melemparkan selimut dan mengambil remot di atas laci untuk membuka pintu kamar yang dia kunci dan membuka korden kamarnya juga dari remot tersebut .
" ya ampun nyonya ini sudah hampir jam 8 tapi nyonya belum siap siap juga , apa kah nyonya lupa hari ini nyonya harus meeting dengan tuan rendra di kantor papa anda " ucap litha berjalan mendekati Lia yang duduk di pinggiran kasur .
" bereskan kasurku dan siapkan semuanya .aku akan mandi ", berjalan melewati litha menuju kamar mandi .
Hampir 30 menit Lia selesai dari ritual paginya dia keluar dari kamar mandi menggunakan kimono lalu masuk ke walkin Kloset yang ada di kamarnya . segera ia memakai setelan kantornya memoles makeup tipis agar tidak kelihatan pucat lalu keluar dari kamar masuk kelift untuk menuju kebawah.
" Lit tolong kau bawakan sarapanku ke mobil aku akan sarapan di mobil saja . jangan lupa aku hanya ingin roti selai stroberi dan salad sayur . Saja bawakan aku air lemon juga . Aku tunggu di mobil ." ucap Lia meninggal kan litha yang sedang menunggu Bu Sri menyiapkan sarapan untuk Lia .
" selamat pagi nyonya " ucap penjaga di depan mansion
" ganti mobilnya aku ingin memakai Mobil warna hitam saja " perintah Lia
" baik nyonya segera saya tukar " ucap penjaga tersebut
setelah mobil yang Lia maksut sudah datang di depannya Lia masuk ke kursi penumpang duduk menunggu litha datang untuk menyetir mobilnya nanti .
" nyonya kau mengganti mobil ?" tanya litha sambil masuk ke pintu kemudi lalu duduk dan menyerahkan makanan yang ia bawa dari dalam mansion tadi
" yah aku ingin memakai ini , cepat jalan Lit " jawab Lia
hampir 20 menit mereka sampai ke perusahaan papa Lia yang sekarang sudah menjadi perusahaan nya sendiri . Lia masuk bersama assisten pribadi perusahaan nya sedangkan litha diperintahkan Lia untuk menunggu sebentar di mobil karna sehabis meeting ini selesai Lia akan pergi lagi .
"Apakah mereka sudah lama menunggu Roy? " ucap Lia sambil berjalan ke ruang rapat
__ADS_1
" hampir 15 menitan nyonya "
" silahkan nyonya ", ucap roy mempersilahkan bosnya untuk duduk
Dengan senyuman yang sedikit dipaksa Lia mengapa rekan kerja di depannya
" selamat pagi tuan Rendra mohon maaf atas keterlambatan nya sedikit " sambil berjabat tangan dengan Rendra dan asisten disampingnya lalu duduk kembali .
Rendra yang melihat senyum tanpa rasa bersalah lia itu rasanya ingin mencaci maki wanita di depannya itu .
" saya kira semua CEO akan disiplin dengan waktu nyonya " ucap Rendra
"CEO juuga Manusia tuan . Toh anda juga tidak terburu buru kan " ucap Lia tersenyum kembali
Saat Rendra akan menjawab Lia langsung melanjutkan ucapannya
" mari kita lanjut rapat ini "
" tuan anda hanya akan menanam saham 40 persen dan pembangunan rumah sakit itu akan memuat nama saya saja jadi tolong keputusan seperti pada perjanjian awal"ucap Lia sedikit meninggikan suaranya
" nyonya saya tidak bermaksud meremehkan kemampuan anda tapi sekarang lihatlah anda sedang berdiri membangun rumah sakit ini atas nama perusahaan S.A bukan perusahaan LION S.A orang orang akan curiga jika akan sendiri menjadi penanam saham terbesar ayolah berfikir lebih cerdas lagi " jawab Rendra sambil tersenyum tipis memperlihatkan tampan diwajahnya
Melihat Lia hanya diam dengan pikirannya sendiri Rendra mulai yakin ini akan menjadi sesuatu yang menguntungkan untuk nya agar bisa bekerja sama lebih dekat dengan nya .
" nyonya rumah sakit itu berbeda dengan perusahaan properti ataupun cafe .kali ini akan ada hal baru di dalam, anda ataupun saya juga akan menjadi rekan kerja dengan suasana baru dengan pengetahuan baru juga akan ada dokter perawat dan juga medis lainnya . Akan lebih bagus saya yang akan membantu anda mengurus nya bukan , ? untuk saham ini dan untuk pemilik nama akan tetap menjadi milik anda saya hanya membantu nyonya percaya lah . Aku ambil 60 kau 40 bagaimana? " ucap rendra menatap pujaan hatinya
" sebenarnya aku mampu untuk membangun perusahaan itu sendiri " gerutu Lia pelan namun tetap bisa di dengar oleh rendra
" hai konsepnya beda nyonya . Anda sedang berdiri di nama S.A bukan LION S.A sadarlah " ucap Rendra menyenderkan bahunya di kursi
__ADS_1
" nyonya kita hampir 1½ jam disini apakah kita lanjut saja atau lanjut di lain waktu , mungkin butuh dipikirkan terlebih dahulu " ucap roy pelan pada Lia
" hari ini akan selesai " jawab Lia dan di angguki oleh Roy yang duduk di sebelahnya .
" 50 .50 bagaimana? " ucap Lia
" kau tidak takut orang luar curiga ? Bahkan aset perusahaan S.A hanya 80persen dari pembangunan ini nanti " ucap Rendra.
" dalam surat asli kau 50 aku 50 " ucap Lia
" oh kau ingin bermain main , okay yang orang lain tau kau 20 aku 80 ",jawab rendra
" kenapa begitu " ucap Lia .dia sangat ingin mencakar Wajah menyebalkan milik Rendra kali ini
" Deal " ucap Rendra mengangkat tangan untuk berjabat tangan dengan Lia
Lia tidak langsung membalas jabat tangan tersebut Lia menatap Rendra tajam rasanya dia merasa di permainan di rapat ini. dengan lapang dada Lia menyetujui keputusan ini .
" aku ingin kita bicarakan berdua untuk masalah pembagian proyek untuk ini , nanti assisten ku akan menelpon untuk mengatur jadwal pertemuan selanjutnya"
" permisi nyonya Liana sampai bertemu di jadwal pertemuan selanjutnya nya "
" iya terima kasih " ucap singkat Lia matanya masih menatap tajam Rendra
" see you " ucap pelan rendra disamping telinga lia saat dia berjalan menuju ke pintu keluar ruangan tersebut.
Lia berjalan bersama Roy yang berada di belakang nya untuk menuju ke ruangannya.
" bagaimana laporan selama aku cuti Roy?" tanya Lia yang sudah duduk di kursi kebesarannya.
__ADS_1
" akan saya kirim lewat email nyonya , ini ada beberapa berkas yang harus nyonya tanda tangani " ucap roy lalu dia izin keluar dari ruangan Lia untuk kembali bekerja.