
Makanlah mereka ke sebuah resto di pinggir pantai dengan udaranya yang sedikit dingin tapi tidak membuat kedua orang ini kedinginan ..masih dengan setia memakai jaket Revaldo di punggung nya .
Ditempat makan mereka saling menguatkan satu sama lain . Bahwa didepan sana ada kebahagiaan sedang menunggu mereka.
" Lia kita pulang sekarang yaa , sudah waktunya kamu istirahat, lihatlah mata cantikmu ini jadi sebam karna nangis sedari tadi." ucap Revaldo mengusap pelan mata Lia dengan tangan nya .
dimobil Lia langsung tidur mungkin efek menangis jadi membuat sang tuan putri cepat lelap di dalam mobil .
Sampai rumah atau mansion Adam .Reval menggendong Lia untuk masuk kedalam rumahnya .
" paman Lia ketiduran di mobil , gak enak klo saya bangunkan jadi saya Gendong masuk kedalam " ucap Reval pada Adam yang duduk di ruang tamu
" tumben sekali tidurnya nyenyak sampe gak krasa klo digendong " ucap Mia
" gak papa Tante biar saya yang ngeter Lia sampe dalem " ucap Reval langsung menaiki tangga menuju ke kamar Lia
dipindahkan ke kasur dengan pelan pelan tubuh Li oleh Reval . Sebentar Reval memandangi wajah sendu kekasih nya . Rasa bahagia bisa bersatu dengan kekasihnya kembali .
Sambil mengusap kepala dan merapikan anak rambut ke belakang telinga Lia . dikecup kening dan bibir . Lalu meninggalkan Lia sendiri karna reval harus pulang . tidak enak jika lama lama.di kamar calon istrinya ini.
" paman Tante Reval pamit pulang yaa " berpamitan kepada orang tua Lia lalu
" makasih ya nak Reval hari hati di jalan , ", ucap Adam mengantar Reval sampe depan .
Udara pagi menyambut bangunnya Lia dari tidurnya semalam
meraba raba nakas untuk mengambil ponselnya tanpa membuka mata nya .
masih pukul 5 pagi tapi kenapa dia sudah terbangun padahal tidak menyalakan alarm . Lia bangun berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan sekalian mandi.
_sans kau pindahkan tikus itu kepada polisi . Aku tidak mau tempatku terlalu lama di tempati oleh tikus tikus itu .atur untuk membisu mulut mereka tentang penjaraku_
__ADS_1
Ketikan pesan ponsel Lia untuk dikirimkan kepada Sans . Beberapa bulan sudah Lia melupakan tikus dimansion pribadinya .
Berdering.....
" bagaimana Sans "
-........-
" buka kembali jalur untuk pengendara lain , cukup jaga dengan baik seperti biasa . Jangan lupa untuk kau ingatkan mereka menjaga kesehatan mereka sendiri " ucap Lia kamudian dimatikan
iyah sedari berbulan bulan kejadian saat dia dipaksa oleh Rendra . jalurnya masih di tutup dan hari ini dia meminta Sans untuk membuka jalur itu lagi agar normal.
Walaupun Lia memiliki singa ditubuhnya yang entah kapan akan muncul .ia adalah majikan yang baik perhatian kepada bawahan. walaupun Mansion pribadi tidak di tempati namun dia tetep mempekerjakan pelayan orang orang kepercayaan untuk menjaganya membersihkan nya merawat taman dan ikan di kolam nya dan selalu meminta bawahan untuk tidak telat makan dan tetep makan dengan bergizi .
Lia juga memberi imbalan gaji pada keluarga bawahannya tidak sedikit . Dia akan menanggung semua kebutuhan mereka dan keluarga mereka . Lia tidak takut hartanya habis bahkan untuk membangun mansion mewah sekali lagi pun dia tidak akan masalah karna sudah di pastikan asetnya tidak akan habis untuk 7 turunan bahkan bisa sampai 15 turunan lebih kehidupan anak cucunya nanti walaupun tidak bekerja sama sekali .
Bayangkan sendiri wanita seperti Lia tidak akan butuh laki laki yang mapan lagi , karna dia sudah mapan sendiri . kerja tinggal duduk tanda tangan lalu saldo ATM nya akan langsung ke isi , lalu apa lagi yang mau di khawatirkan .begitulah kehidupan wanita yang pintar dan cerdas.
" Tuan kami menemukan tanda bekas coretan yang sengaja di buat disalah satu tembok pembatas gudang yang terbakar tuan,dan tanda itu adalah tanda kelompok dari The.Lion . " ucap anak buah Reval
tangan Reval menggeprak meja di depannya tangan mengepal urat pada jari jarinya terlihat, kukunya sampai memutih .
" APA KAMU BILANG? SEJAK KAPAN KITA BERURUSAN DENGAN PARA IBLIS ITU! " teriak Revaldo yang tidak habis fikir dengan informasi yang anak buahnya beri .
" SIALAN" Reval membanting semua benda yang ada di ruangan tersebut. Dia marah sangat sangat marah dengan perbuatan mereka .
Revaldo tidak menyangka akan mendapatkan serangan dari meraka. Revaldo merasa tidak pernah menyenggol kelompok itu apa salahnya ? Selama ini Revaldo bekerja selalu hati hati untuk tidak berurusan atau bersentuhan dengan salah satu kelompok setan seperti mereka .
" kau cari tau semua perusahaan kita apa kita pernah bercampur tangan dengan mereka " perintah Reval dia mencoba menetralkan amarahnya untuk tidak berlama lama emosi .
Reval merasa emosi dan tidak habis fikir akan mendapatkan masalah seperti ini. Segera dia menghubungi kekasihnya
__ADS_1
" halo Lia kamu di mana ? kita ketemu yaa " ucap Reval pada Lia
" aku di kantor papa Rev ada ap...,"
Reval mematikan telpon begitu saja . Dia keluar dari ruang perusahaan nya mengendarai mobil sendiri menuju ke perusahaan yang sekarang Lia berada .
sampailah Reval di ruangan kerja Lia untung saja Lia tidak lagi meeting atau rapat.
Membuka pintu Reval langsung memeluk Lia . Lia bingung kenapa tiba tiba kekasihnya ini memeluknya tanpa berkata apa apa . Terasa detak jantung Reval berdenyut cepat .
Lia membalas pelukan Reval .
"Kenapa apa ada masalah ? "
" jangan di lepas Lia biarkan begini dulu " ucap Reval dengan posisi berdiri mereka masih saling berpelukkan.
Lia menepuk nepuk pelan punggung Reval dan sesekali mengusap rambut kekasihnya . Tercium bau wangi pada dada kekasihnya ini . Bau khas dari tubuh Revaldo .
Emosi yang membara di tubuh Revaldo pelan pelan hilang karna pelukan dari Lia .entah ini sangat menenangkan . Nafasnya yang dari awal sesak tiba tiba menjadi normal .yah begitulah yang di rasakan.
...aku tidak sedang takut jika diriku luka , aku juga tidak sedang khawatir jika tubuhku hilang . tapi aku takut sangat takut masalahku membuat dirimu hilang . ...
...Aku takut kamu terluka karna masalahku . Bukan hanya terluka batin tapi khawatir jika kamu juga terluka fisik . ...
" sayang ikut aku pergi sebentar keluar yaa ? " tanya Revaldo menatap Lia
Lia tau bahwa kekasih ini sedang menahan amarah matanya yang merah rahangnya yang keras . tidak biasa terlihat wajahnya yang tenang seperti biasanya namun hebatnya dia masih bisa untuk berbicara lembut pada Lia . Sempurna ? Memang! Tapi tidak masalah kan jika manusia pernah berbuat kesalahan.
Lia mengangguk
Mereka sekarang sudah berada di dalam mobil yang dikendarai oleh Revaldo menuju kesuatu tempat .
__ADS_1
Terlihat dari wajah yang Lia pandang dari samping tempat duduknya . Badan yang tegap Rahang yang tegas ditumbuhi rambut halus terlihat begitu dewasa. Hidung mancung , mata yang tajam alis yang tebal .rambut dikepala yang Lia lihat berantakan, dasi yang ia pakai juga sudah di lepas entah kemana , Terlihat otot lengannya yang hanya di balut kemeja putih yang di lipat sampai bawah siku , kancing 2 dari atas kemeja yang memang sudah terbuka dari pertama datang kekantor , sangat begitu tampan dan mempesona. Uhhh panas adek bang🔥.