
Pagi yang cerah dengan pemandangan pantai dari jendela kamar hotelnya . Hari ini Lia memutuskan untuk pergi ke suatu pantai yang katanya tidak kalah indah dari kemarin ia datangi. Siang ini meraka berada di dalam mobil untuk menuju ke tempat tujuan mereka .
" BRAKK "
suara keras dari arah depan . ternyata mobil mereka menghantam mobil pengemudi lain . dari arah depan ada mobil yang tidak sengaja menabrak mobil yang ia tumpangi . mobil bodyguard dibelakang mereka reflek ikut berhenti .
" au sanss ada apa? " teriak Lia sambil mengusap kepalanya kerja kejedot kursi kemudi depan.
" nyonya anda tidak apa apa ?" ucap panik litha melihat luka goresan berdarah pada dahi bosnya .
" saya urus sebentar nyonya " Sans turun dari mobil untuk melihat kehancuran mobil bagian depan yang ia tumpangi dan dilihat dari luar mobil Sans dan pengemudi yang menabrak mobilnya tadi sedang cek Cok di depan sana.
" Sialan cari gara gara mereka " batin Lia
" hadapi dengan kepala dingin Sans ", ucap Lia yang di dengar Sans dari earphone yang Sans pakai .
karna Lia merasa kali ini anak buahnya tidak cepat menyelesaikan masalah dan membuat Lia bosan menunggu . Maka Lia memilih keluar dari dalam mobil .
" nyonya obati dulu kepala anda " ucap litha panik saat Lia keluar membuka pintu mobil
dalam keadaan dahi masih berdarah Lia menghadapi orang pemilik mobil yang menabrak nya didepan .
" Anda punya mata Tuan ? jalan ini lebar kenapa anda mengambil jalur kami untuk sengaja menabrak mobil kami" tanya Lia dengan wajah datar
Lelaki dewasa besar tinggi memakai kacamata hitam di hidungnya . Muncul senyum tipis tanpa orang lain sadar pada bibirnya mendengar Lia bertanya seperti itu . Dia membuka kacamata hitamnya untuk dibawa oleh orang di samping .
" jelas jelas mobil nyonya yang menabrak kami" jawab lali laki didepannya dengan tidak kalah datarnya
" haha tuan kami tidak buta , silahkan anda minggirkan mobil dari hadapan kami , karna kami ingin lewat ", ucap Lia sengit menatap tajam mata lelaki itu
lelaki itu tidak cepat menjawab ucapan Lia . dia melihat Lia dari bawah hingga atas , pandangan itu sangat disadari oleh mata Lia didepannya .
" Anda punya telinga tuan ? " tambah Lia semakin menaikan suara
" dahi nyonya sepertinya perlu di obatin ? apa perlu saya bawa anda ke rumah sakit untuk berobat " ucap pria bertubuh tinggi di hadapannya sambil menaikan kedua alisnya.
"brengsek , sabar Lia kamu sedang di negara orang " batin Lia
__ADS_1
" Cepat minggir kan mobil anda !" ucap Lia penuh penekanan.
" Lihatlah karna mobil anda mobil saya jadi rusak parah nyonya , apa anda tidak melihatnya?"
" what , mobil anda yang salah , kenapa menyalahkan mobil saya ha ?"
" Ganti Rugi " ucap singkat menatap tajam lia
" Sans urus mereka " ucap Sans yang berada di belakang nya . lali pergi meninggalkan mereka kembali ke dalam mobil .
" Lit palaku pusing kita pending dulu saja .Balik ke hotel ya " ucap Lia pada litha .
setelah masalah selesai Sans membawa mobil ke arah penginapan sebelumnya karna bosnya bilang kepalanya pusing karna kejadian tadi .
" nyonya apa tidak lebih baik kita kerumah sakit , ? lihatlah kepala anda Sampai berdarah" ucap Sans
" tidak perlu , kalian obatilah lupa kalian juga . Litha kau suruh bodyguard untuk mencarikan aku salad buah ya . Rasanya aku ingin salad , kau istirahat lah "
disebuah markas ditengah hutan Kris baru mendapat kabar bahwa adiknya yang sedang berlibur di Bali mobil yang di tumpangi ditabrak oleh pengendara lain . sedikit tenang karna adiknya hanya terluka ringan di dahi .
" sepertinya sekarang kau akan sering bermain ke tempatku " Ucap Kris
" hmm sepertinya , kau tau aku gabut jika tidak ada permainan " ucap santai Rendra sambil mencomot rokok di depannya
" cihh nyawa ko di buat mainan "
" salah mereka mempermainkan nyawa " .
Sudah satu Minggu Lia berada di Bali rasanya sudah puas menikmati keindahan Bali . Dia memutuskan untuk pulang ke Amerika bersama anak buahnya .
Lia sedang memanen anggur di kebun bersama dengan pelayan nya . Walaupun dia majikan tapi tidak gengsi untuk dekat dengan pelayan nya .
" nyonya makan siang sudah siap " ucap pelayan menghampiri nya
" iya "
Dimeja makan sudah disiapkan makanan dan buah anggur yang baru saja Lia panen . Lia makan dengan nikmat di sana .
__ADS_1
_ Berdering_
" hallo sayang dimana ? Aku cari di mansion di kantor mu, kamu tidak ada . kata litha juga kau juga tidak ada di apartemen? Kemana sayang "
" mati " batinnya
" e sayang aku di perjalanan ke kantor , kamu dimana , atau kita ketemu aja di apartemen mu ya ? Ada sesuatu yang harus aku bicarakan penting " ucap Lia
" ya sudah aku tunggu di apartemen ya sayang "
Nyatanya Lia sedang menikmati makan siangnya di mansion nya seorang diri . Terpaksa berbohong demi kebaikan. Segera ia habiskan dan meminta Bu Sri untuk membawakan beberapa buah panennya untuk Revaldo dan mamanya .
Lia segera masuk ke lift untuk berganti pakaian.
celana pendek setengah paha . kaos hitam dan jaket kulit hitam rambut hitam panjang di urai . Membawa taskecil isi ponsel dan parfum saja .
segera Lia masuk mobil dua paper bag yang Bu Sri bawa ditaruh di kursi mobil belakang . Lia mengendarai mobil sendiri . bodyguard yang ia tugaskan untuk menjaga selalu setia untuk mengikuti nya dari belakang .
Sampai apartemen Revaldo masuk ke gedung menaiki lift membawa tas yang di pundaknya dan menjinjing satu paper bag buah untuk Revaldo .
sebelum lift tertutup ada seseorang yang memencet tombol . Pintu lift terbuka kembali . Masuklah pria dewasa tinggi besar memakai topi dan Hoodie serta celana hitam dan juga sepatu . berdiri di samping Lia .
Mereka hanya berdua di dalam lift . Lia memperlihatikan nya sekilas seperti pernah melihat perawakan lelaki disampingnya tapi Lia tidak peduli .
Secara Lia tidak sadar pria di sampingnya memperhatikan Lia yang sedang bermain ponsel dari ekor mata yang hanya memakai celana pendek memperlihatkan paha dan kaki jenjangnya , jaket dan rambut yang di urai begitu cantiknya .
Lelaki itu mengeraskan rahang nya . Menahan emosi mengepalkan tangan nya secara diam diam
" Sejak kapan wanita ini berani memakai pakaian jala*g seperti itu di luar rumah " batin pria itu
Liftnya terbuka saat Lia hendak keluar dari lift tangannya di tahan oleh seseorang
" maaf nyonya , kunci mobil anda terjatuh " mata mereka berdua bertemu Lia membatin seperti pernah melihat wajah itu tapi di mana yaa . Segera ia menepis pikiran itu .
" oh iya tuan terimakasih" ucap Lia mengambil kunci di lantai lalu menunduk berterimakasih kepada pria tersebut.
" **** gila " teriak dalam hati saat Lia pergi dari hadapannya .
__ADS_1