
" apa yang akan kalian laporkan ?" tanya Lia
" ini laporan mingguan semua resto nyonya " ucap litha menyerahkan berkas dimeja .
Sambil membuka lembar demi lembar dokumen dari litha Lia sambil bertanya kepada Sans " apa sudah ada kemajuan Sans?",
" mohon maaf nyonya , sudah berpuluh puluh calon pemilik tanah menolak dengan beberapa alasan dan kami juga memberi harga 3x lipat kepada mereka namun tetap tidak ada yang memberikannya. saya mencurigai bagian direksi perencanaan ada yang berkhianat nyonya , saya meminta litha untuk meminta salah satu pekerja resto untuk membeli tanah mereka "
" lalu litha?" jawab Lia
" sama saja nyonya orang yang saya utus tetap tidak bisa membelinya " .
" kecurigaan mu bagaimana Sans?"
" sudah saya minta Candra untuk menyelidiki nyonya ."
" sebelumnya sudah saya kira ada yang sedang bermain main di sini , tanyakan pada Candra hari ini apa sudah ada hasil?"
" baik nyonya saya tanyakan dulu "
Sans meminta candra untuk memulai VC untuk dimintai jawaban oleh bosnya .
" bagaimana cand?" tanya Lia sambil memandang layar di iPad depan nya .
"ada 2 bagian direksi perencanaan yang menjadi mata mata orang luar Nyonya , saya tidak bisa menemukan identitas orang suruhan mereka. mereka sengaja menutup identitas , pengamanan mereka bukan berasal dari negara Amerika nyonya . Maka dari itu saya tidak bisa meretas mereka dengan mudah . Ini sudah masuk ke dalam pengamanan mafia kelas kakap tapi ... " suara Candra dari balik layar iPad
" apa cand ?"
" mereka sengaja memasang dua titik lokasi yang saya tidak begitu yakin mereka ini sengaja memberitahu titik mereka atau mereka mencoba untuk membohongi kita nyonya . "
" dimana titik itu "
" Jerman dan Indonesia nyonya "
" minta anak buah di Negera itu untuk melacak mereka " ucap Lia
__ADS_1
" baik nyonya "
dimatikan iPad tersebut sepihak oleh Lia , litha dan Sans melihat wajah bosnya yang tidak bisa mereka tebak bosnya sedang marah atau bagaimana. Wajah nya hanya datar seperti ada yang bosnya pikirkan . batin mereka.
" Sans aku ingin ke dua direksi itu mengatakan siapa bos mereka"
" apa kita pernah bermasalah dengan kedua negara itu , ?"
" untuk Indonesia kita tidak pernah menyentuh mereka sama sekali nyonya , tapi untuk Jerman kita pernah bermasalah dengan mereka tapi sekarang sudah selesai kecuali penanaman saham dan beberapa pembangunan resto saja "
" kau coba cari informasi tentang mereka di Jerman , dan untuk pencarian tanah sementara kita tahan. tarik orang yang kau dan litha perintahkan . Aku yang akan turun tangan untuk pembelian tanah nanti "
" nyonya apa hubungannya mereka dengan pembelian tanah nyonya ?" tanya litha
" kau benar litha . Kita tunggu info selanjutnya saja . kalian kerjakan apa yang aku minta saja lebih dulu ." ucap Lia
______
" revv bangunn , mandi abis itu kita makan malam " ucap Lia membangun kekasihnya yang masih tidur Dedari tadi siang , Revaldo memang kurang tidur beberapa hari ini karna menemani Lia istirahat di mansion nya dan mengurus pemindahan data perusahaan yang mulai hari ini dia berikan kepada tangan kanan perusahaan nya .
Revaldo pelan pelan membuka matanya dan pertama ia dia lihat adalah wajah kekasihnya.
" Sayang kamu ada disini ?" Lia mendengar ucapan Revaldo langsung menaikkan kedua alisnya
" maksudmu Rev , kau tidur di mansion ku dari tadi siang " jawab Lia
" ohh ya " ucap Revaldo sambil melihat sekeliling kamar yang ia tempati . kemudian ia duduk mengumpulkan nyawa untuk bangun .
melingkar kan kedua tangan ke perut Lia yang duduk di sampingnya .
" bangun sayang , kau pasti lapar ?" ucap Lia mengacak rambut Reval
" aku mandi bentar ya " Reval turun dari ranjang dan menuju ke kamar mandi .
Lia sengaja menunggu Revaldo selesai mandi dan bersiap dengan duduk di sofa dan bermain ponsel miliknya.
__ADS_1
Ravaldo kelaur dari kamar mandi yang hanya memakai celana panjang tanpa memakai atasan . Dengan rambut yang masih sedikit basah membuat ketampanan bertambah beribu ribu persen .
Lia memandangi Revaldo yang sedang mengeringkan rambutnya dengan hairdryer dikamar Lia dia duduk di kursi rias disamping ranjang . Dari jauh Lia Melihat punggung dan lengan yang berotot dari belakang gemas sekali rasanya ingin dia gigit saja huh🔥.
Tanpa dia sadar ternyata sedari tadi pula Revaldo melihat wajah Lia yang memandangnya dari arah kaca meja rias didepannya . Revaldo tersenyum sejak kapan kekasihnya ini terlihat gemas jika melamun seperti itu .
Revaldo jalan kearah Lia , Lia baru sadar saat Revaldo mengangkat tubuhnya untuk duduk di paha miliknya.
" kenapa sayang ? Hee ngelihat apa ?" tanya Reval
" hee . Ngga ngga papa " jawab Lia malu sendiri lalu menunduk seperti kucing yang ketahuan mencuri ikan.
" kamu gak kedinginan? Kemeja kamu tadi aku taruh gantungan depan lemari Rev " ucap Lia mengusap rahang tegas Reval .
" nanti , pingen kaya gini aja , biar di lihatin trus sama kamu " mendengar ucapan itu telinga Lia rasanya panas dan Reflek menggigit bibir bawahnya . Tidak lepas dari tatapan Revaldo .
Ravaldo menarik tangan Lia sebelah kiri untuk melingkar di lehernya dari belakang dan tangan kanan Lia di tarik untuk menyentuh dada nya Revaldo . Btw posisi Lia di pangku Reval menghadap samping ya geng . Dan kedua tangan Reval memeluk pinggang Lia . hmmm gimana nih panas gak tuh .
" suka…?" tanya Reval melihat tangan Lia menyentuh dada dan roti sobek miliknya. Revaldo gak geli di gituuin? ya geli lah .
ravaldo menarik pinggang kekasihnya untuk mempererat dan mengikis jarak mereka. Revaldo bisa merasakan bau khas dari leher kekasihnya ini .
ravaldo menahan panas dingin sedari tadi melihat dan merasakan apa yang kekasihnya ini lakukan jarinya yang menari nari di atas dada dan perutnya. Sesekali revaldo memejamkan mata dan menikmati apa yang kekasih nya ini lakukan .
Lia menarik satu kakinya untuk duduk menghadap Revaldo . Sekarang posisinya Lia duduk atas pangkuan Revaldo dengan melingkar kan kedua kakinya ke punggung ravaldo.
Revaldo melihat kelakuan kekasihnya menaikan alisnya . Berfikir sejak kapan kekasihnya ini berani nakal seperti ini . Lia mengacak acak rambut kekasihnya dari depan sesekali menyugarkan rambut nya ke belakang .
Lia memajukan kepala kesamping berbisik didepan telinga Revaldo . " sayangg" udh terdengar sangat Se*i suara itu di pendengaran Reval .
tangan Reval sudah nakal entah sejak kapan tangan itu sudah membuka kaitan bra di punggung Lia . Dan mengusap lembut punggung dan gunung kembar Lia dari dalam kaos .
kali ini meraka kembali bermain di atas sofa dengan Lia yang mengambil alih permainan. Ya begitulah.
mereka berdua sudah duduk di meja makan untuk melahap makan malam yang sudah pelayan masakan untuk Meraka . Setelah itu revaldo Pamit untuk pulang dan diantar sampai pintu depan oleh kekasihnya.
__ADS_1