
Lia meminta litha untuk langsung ke belakang mansion dan memarkirkan mobil di depan markasnya . sans dan yang lainnya sudah menunggu bosnya di dalam markas .
Sebelum keluar dari mobil Lia sudah berganti switer tadi dengan jaket kulit yang biasa ia pakai saat keluar mansion.
Masuk pintu markas wajah yang tadinya biasa saja saat bersama litha sekarang sudah berubah menjadi datar kembali .
" selamat siang nyonya .Sans dan yang lainnya sudah menunggu di dalam" ucap penjaga saat memasuki pintu markas .
beberapa langkah dari pintu masuk Lia berhenti karna merasa ada yang kurang dia membalikan kepala kebelakang melihat'litha hanya menampakan tubuh dan wajahnya di luar pintu markas .
" suruh litha masuk atau dia yang akan menjadi pengganti para bedebah dipenjara " ucap Lia pelan kepada anak buah yang ada dibelakang nya .kemudian Lia lanjut berjalan menuju ruangan yang sudah Sans dan anak buah lainnya berkumpul tidak lama setelah itu di ikuti litha di belakang Lia .
Litha mencoba mengatur detak jantung dan napas agar tidak membuat bosnya semakin murka karna tingkah nya dan ancaman dari Lia membuat litha harus menuruti apa yang bosnya inginkan .
" selamat siang nyonya " ucap Sans berdiri dari duduknya di ikuti para anak buah lainnya saat melihat bosnya datang .
Lia berjalan ke tangga yang menurun lalu melewati lorong yang lumayan panjang dan hiasan hiasan di dinding tembok batu dan hanya di trrangu lampu kecil warna kuning di dalamnya itu membuat litha yang jarang masuk kedalam lihat membuat seketika bulu kuduk nya berdiri menambah keganasan nyonyanya yang berjalan paling depan di ujung barisan . Lorong itu hanya bisa di lewati 3 tubuh manusia saat berjalan berdampingan . Lia sengaja membangun lorong menuju penjara bawah Tanah tidak begitu lebar .
sampailah Lia Sans litha dan yang lainnya di depan penjara bawah Tanah miliknya . Di hadapannya ada 3 pria bertato dibalik jeruji badannya yang terlihat bekas sayatan dan darah pada kaos yang mereka pakai . Lia melihat nya hanya tersenyum tipis menatap remeh mereka bertiga secara bergantian. orang yang di tatap hanya menatap tajam tanpa berbicara apapun .
" sebelumnya kami sudah mencoba membuka mulut mereka untuk berbicara namun tidak ada yang berbicara nyonya " ucap penjaga di penjara yang bertugas untuk menyiksanya pada setan di dalam oencaha bawah tanah tersebut.
__ADS_1
Lia hanya mengangguk " bawa mereka bertiga di ruang eksekusi" perintah Lia kepada anak penjaga . Lia berjalan meninggalkan penjara menuju ke ruang lain dari penjara tersebut ruang yang lumayan luas namun tidak ada penyinaran apapun dari ruangan tersebut hanya ada 2 lampu yang terpasang di sisi kanan dan kiri yang tiba tiba dinyalakan .
Lia Sans berkali kali masuk sudah biasa dengan bau dan suasana di ruang tersebut.namun litha rasanya ingin muntah saat masuk keruangan tersebut bau anyir darah lembab dan menyengkam kan pada ruangan ini yang litha rasakan . 2 x ini litha masuk ke ruangan tersebut yang pertama saat ada eksekusi pembantu mansion papanya yang sudah berani ingin mencelakai mama Mia .dan yang kedua adalah masalah pembakaran gudang kekasihnya.
didalam ruang remang remang tersebut hanya ada Lia Sans litha dan 4 penjaga ruangan tersebut di sisi kanan dan kiri Lia duduk di kursi yang sudah penjaga siapkan dan yang lainnya berdiri
mereka melihat ke tiga orang yang sedang di tali di ketiga tiang yang memang sudah di tanam di ruang tersebut .
Hampir 2 menit ruang tersebut hening tanpa ada satupun yang berbicara . Lia sibuk menatap tajam para pelaku di depan nya .rasanya amarahnya berada di bun Bun kepalanya melihat tatapan mereka bertiga . Mengingat kekasihnya yang sampai sekarang masih kritis membuat sedihnya berubah menjadi benci saat berada di ruang tersebut.
" ambilkan aku 3 apel dan 1 pistol desert eagle" ( pistol ini salah satu pistol mematikan yang bisa menembus badan orang dan meledakkan sesuatu) ucap Lia kepada penjaga khusus untuk menyimpan semua peralatan Berbahaya di dalam markas tersebut.
Semua orang di dalam pasti mendengar apa yang Lia katakan karna walaupun suara pelan ruangan yang tanpa ventilasi itu terdengar menggema .
" Memang itu yang aku inginkan "ucap dingin Lia tatapan mata tajamnya tidak lepas dari ke tiga bedebah didepannya
DEG
Ketiga orang yang berdiri pada tiang tersebut membuat matanya membola seketika dan saling melirik satu sama lain sudah di pastikan nyawanya tidak akan panjang lagi . kekejaman seorang wanita didepannya ini tidak beda jauh dengan kekejaman bos mereka sendiri .
tidak lama apel dan pistol yang petugas bawakan telah datang pistol yang langsung di terima Lia . Lia meminta anak buahnya untuk menempatkan buah apel satu persatu di atas kepala mereka .
__ADS_1
" nyonya kau serius " ucap pelan litha pada telinga Lia
".apa kau ingin mencoba menembak apel itu tha ?" tanya Lia
" tidak nyonya saya menonton saja " jawab litha lalu melangkah kebelakang kembali pada titik semula disamping Sans .
" bergerak sedikit kepala kalian menjadi gantinya " ucap Lia
ketiga orang tersebut hanya bisa bernapas dalam dalam tanpa bergerak sedikitpun melihat wanita didepannya ternyata sangatlah gila . Lia memegang pistol di 1 tangan kanannya untuk menembak apel yang sudah di taruh di atas kepala mereka .
Lia mulai menaikan pistol mengarah kedepan " apa ada doa perkataan terakhir Yang akan kalian ucapkan ? " ucap Lia pada ketiga laki laki di depannya dengan senyum tipisnya . bukan senyum indah seperti senyum biasa namun senyum yang menakutkan bagi siapapun yang memandang .
" aku kasih waktu 10 detik untuk kalian ramalkan doa ucapan itu . hitung mundur mulai sekarang Sans "ucap Lia
Saat hitungan sudah sampai hitungan ke 5 mereka bertiga reflek memejamkan ke 2 mata mereka rasanya nyawa mereka akan melayang secara sia sia di dalam ruangan ini .
DORR
DORR
DORR
__ADS_1
Mereka yang ada dalam ruangan tersebut.hanya bisa menelan Salivanya dengan susah payah apa yang sudah bosnya baru saja lakukan membuat nyawa di dalam ruangan tersebut menahan nafasnya sementara.
" HAHAHA KENAPA KALIAN TUTUP MATA" ucap Lia sambil tertawa keras melihat tahanannya takut akan kejadian yang baru Lia lakukan tidak lama tertawa Lia menampakkan wajah datar dingin nya kembali .