
...Mohon Maaf ya gaes...
...banyak penulisan yang berantakan...
...banyak tipo beterbangan 🙏🏻...
...LANJUT...
Sampai parkir Resto Lia melihat parkir mobil yang kebanyakan warna hitam terasa penuh padahal didalam cafe tidak terlalu ramai seperti saat sore hari tadi baru dia datang .
tanpa sepengetahuan Lia ada seseorang pria yang duduk di dalam salah satu mobil hitam itu memperhatikan gerak Lia sedari keluar resto . Terlihat Lia sedang menerima telpon di luar mobil nya .
sebelum masuk mobil Lia menerima telpon dari Assisten nya yang mengingatkan bahwa nanti malam pukul setengah 9 akan diadakan pertemuan membahas kelanjutan tentang pembangunan rumah sakit yang beberapa hari yang lalu mereka rencanakan.
" jemput saya nanti malam " ucap Lia pada assisten nya .
Lia masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya ke Mansion nya .
" selamat malam nyonya " ucap kepala pelayan bersama pelayan lainnya yang berada di samping nya untuk menyambut majikannya datang .
Lia hanya mengangguk memberikan tas pada kepala pelayan lalu berjalan ke arah lif dengan di ikuti Bu Sri untuk menuju ke lantai 3 kamar Lia .
" nyonya makan malam mau di siapkan sekarang ? " tanya Bu Sri di saat mereka sudah sampai di dalam lift .
" malam ini saya ada meeting Bu . Kalian makanlah dulu tidak perlu menunggu saya " ucap Lia
" baik nyonya "
Sampai dalam kamar Lia masuk melemparkan ponsel di kasur " Bu cas ponsel saya saja . tidak perlu menyiapkan baju saya .saya akan mandi " ucap Lia sambil berjalan kearah kamar mandi .
Lia mengisi bathub dengan air hangat dan meletakkan sabun tisu kedalam air . Melepaskan semua pakaian lalu berendam didalam air tidak lebih dari 15 menit Lia keluar dari bathub lalu melanjutkan ritual mandi di bawah shower. Berjalan keluar kamar mandi menggunakan bathrobe memasuki walk in closet untuk memilah baju yang akan dia gunakan malam ini .
Ting
Suara pesan masuk pada ponsel Lia .
Lia berjalan menuju nakas untuk melihat ponsel siapa yang mengirimkan ponsel malam hari .jika dari Assisten atau anak buah mereka akan langsung telpon .
_Rendra_ " see you "
" hah tidak jelas "ucap lia setelah mendapatkan pesan yang sangatlah tidak penting . Meletakkan ponselnya kembali ke atas nakasnya .
Lia memakai pakaian kerja seperti biasa namun dia memakai jas pas body tanpa kancing kemeja putih memilih sepatu hak yang tidak terlalu tinggi warna senada dengan kemejanya dan mengurai rambut panjangnya sedikit di Curly ujungnya sedikit .
Lia berjalan keluar kamar lalu turun kebawah menggunakan lift .
__ADS_1
" nyonya assisten anda sudah menunggu di depan " ucap pelayan saat lia keluar dari dalam lift
" Sudah kau bawa perlengkapan nya roy ?" tanya Lia pada assisten nya
" sudah nyonya " jawab dia . Roy membukakan pintu mobil untuk bosnya . Lanjut duduk di depan untuk mengendarai mobil tersebut.
sampailah Lia di salah satu resto tempat di mana Lia akan bertemu dengan Rendra membicarakan tentang proyek mereka .
"selamat malam nyonya . Tuan Rendra sudah menunggu anda di ruang VVIP silahkan saya antar kan " ucap salah satu pelayan restoran tersebut.
"silahkan nyonya "
Lia dan Roy masuk ke dalam ruangan privat yang sudah Rendra siapkan.
"selamat malam nyonya Liana silahkan duduk "ucap Rendra
" apakah aku terlalu lama ? "ucap Lia
"tidak aku yang terlalu awal datangnya."
"kita mulai saja tuan " ucap lia
hampir 45 menit mereka membicarakan pembagian pekerjaan yang akan mereka urus . Disisi masih masih CEO ini ada para assisten mereka untuk menulis dan merangkuma apa yang dibahas oleh bosnya .
Diakhiri dengan tanda tangan di surat perjanjian
Lia mengerutkan dahinya dan menatap Rendra seakan akan meminta penjelasan atas perkataan pelayan tersebut.
" iya sebentar lagi saya akan kesana . Kau boleh pergi " ucap Rendra pada pelayan
" Lia saya menyiapkan makan malam diruang sebelah untuk kita berdua dan untuk assisten kita akan makan malam tetap di tempat ini " ucap Rendra
" lebih baik di satu tempat saja ndra " ucap Lia
" No ayo ikut " ucap Rendra bangun dari duduknya
" ayolah , aku hanya ingin mengobrol saja agar lebih privasi saja " ucap Rendra tanpa sungkan padahal di samping mereka ada assisten dan para bodyguard di setiap sisi ruangan tersebut.
Akhirnya Lia berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan tersebut. sampai depan pintu ada salah satu bodyguard yang akan mengantarkan mereka berdua di ruang tadi .
Masuk kedalam ruangan tersebut lia di kejutkan pemandangan kota di depan kaca dekat meja mereka yang indah . Lampu yang yahh jika mereka adalah sepasang kekasih akan terlihat romantis saat duduk di sana .
" silahkan duduk Lia " ucap Rendra menggeser kursi untuk Lia duduki . Mereka duduk berhadapan hadapan sebenarnya Lia tidak terlalu nyaman dengan posisi duduk yang langsung berhadapan dengan Rendra .
"suka tempatnya ?"
__ADS_1
"hmm tidak terlalu buruk "
Makanan pembuka mereka sudah datang ,lalu di lanjut makanan berat kemudian makanan penutup .
saat makan sedari tadi sesekali Rendra melirik wajah Lia saat menikmati hidangan yang selalu terlihat cantik di mata Rendra .
" Rendra jangan terus memandangi ku takut jika nanti kau terpesona dengan kecantikan ku "ucap PD Lia .
" aku sedang menikmati makanan menutup darimu . jangan buat aku tidak nyaman .jaga matamu" tambah Lia
"bahkan pertama bertemu aku sudah terpesona Lia , hanya kalah cepat saja dengan mantanmu itu "
"dia kekasihku bukan mantanku "
"Ya ya ya ya" jawab Rendra
" bagaimana keadaan nya ?"
" masih sama "
" apa kakaku belum memberi keputusan untuk Drachen?" tanya Lia pada Rendra
" belum " ucap singkat Rendra
" baru kali ini sahabatmu itu payah "
" kau pikir semudah itu ? Drachen itu terlalu bahaya Lia jangan kau samakan dengan mafia lainnya "
" kau juga takut ?" tanya Lia
Rendra merasa harga dirinya terjatuhkan karna pertanyaan itu
" bukan begitu . Tidak mudah jika langsung menyerang mereka .butuh strategi dan persiapan matang . jika kakamu gegabah bukan kakamu yang hanya hancur tapi juga kamu bahkan keluarga kamu juga "
"Drachen tidak suka jika ada kelompok lain ikut campur dengan urusan nya , kau tau aku dan kakamu beda . Walaupun kita bersahabat tapi tidak mudah jika aku membantu kakamu . Ini akan menjadi masalah besar untuk negara "
" kakamu lebih kuat di mafia tapi kakamu tidak punya kuasa lebih didalam bisnis dalam luar tapi aku lebih kuat di bidang bisnis dalam dan luar , dan itu sangat berpengaruh "
", Drachen itu lawannya bukan kakamu tapi lawannya harusnya aku kita sama sama kuat di dunia bawah dan bisnis . aku dan kakamu sudah sepakat untuk tidak saling membantu dalam hal masalah ini . Bersabarlah " ucap panjang lebar Rendra
" ternyata kau tak begitu kaku untuk berbicara hal di luar pekerjaan " ucap Lia pelan
" apa ? kau bicara apa ? Ulangi "tahya Rendra mendengar perkataan Lia namun dia ingin mendengarkan perkataan Lia kembali
" aku tidak bicara apa apa ", ucap Lia
__ADS_1
Mereka berdua kembali ke ruang pertama menemui assisten mereka dan mereka sepakat untuk kembali ke mansion masing masing .