Wanita Dengan Sejuta Rahasianya

Wanita Dengan Sejuta Rahasianya
Pertemuan ke -2


__ADS_3

Pagi hari


Lia dengan pakaian formal kerja dengan ciri khasnya memakai celana panjang hitam kerja kemeja putih yang di balut dengan jas berwarna hitam sedikit ketat , rambut panjang hitam nya ia kuncir seperti biasa dengan menampilkan poni di sisi kanan kiri untuk menambah manis di wajah cantik itu. tidak lupa ia semprotkan parfum mewah miliknya .


setelah selesai sarapan keluar mansion dengan diikuti litha membawa mobil mewahnya meminta anak buahnya untuk menyupir mobilnya .


 Lia sudah menyiapkan masker juga topi untuk masuk perusahaan. Semua karyawan kantor sudah tau bahwa CEO nya seorang wanita tapi mereka belum tau jelas wajah pemiliknya dan namanya .


Sampai perusahaan tidak lupa Surya mengingatkan ke semua bodyguard untuk memasang earphone untuk berjaga jaga .


Kemudian dia keluar dari mobil dengan sangat anggunnya bersama litha dan beberapa bodyguard , setiap orang yang Lia lewati menunduk kan kepala dan menyapa walaupun si empu yang di sapanya hanya melihat nya saja . Lalu pergi ke arah ruangan kebesaran nya .


" Sans hubungi aku jika ada tanda tanda mereka sudah sampai " ucap Lia pada earphone yang ia pakai . Karna rambut poni Lia sedikit panjang cukup untuk menyamar kan earphone yang Lia pakai .


"baik nyonya selalu saya pantau "


_


" selamat pagi tuan ada yang bisa saya bantu " tanya resepsionis kepada Rendra secara hati - hati siapa yang tidak mengenal Rendra ini .


Karyawan perusahaan lion dihebohkan oleh kedatangan Rendra sang CEO terbesar di Amerika .


" saya ingin bertemu dengan CEO perusahaan ini "


" apakah anda sudah berbuat janji tuan ? "


"Sudah "


" mari saya antarkan sampai depan ruang nyonya kami "


Rendra dan anak buahnya berjalan menuju ke lift yang di khususkan untuk CEO dan tangan kanan perusahaan , Karena sebelumnya resepsionis sudah di kasih pesan jika nanti ada yang mencari pemilik perusahaan di persilahkan untuk masuk .


" saya antar sampai sini ya tuan .Ruang nyonya kami di sebelah ujung lorong ini tuan , saya permisi " setelah keluar lift lorong ruangan CEO resepsionis yang mengantarkan izin pergi .


Rendra hanya menjawab dengan anggukan kepala saja .


ia jalan dengan gagahnya bersama zamzam dan 4 bodyguard dari belakang .dan dari arah depan meraka dihampiri oleh 2 bodyguard suruhan Lia .


" permisi tuan . apa anda yang akan bertemu dengan CEO perusahaan kami? Tanya anak buah Lia


" iya " jawab Rendra

__ADS_1


" kami mendapat perintah dari bos kami untuk 1 orang saja yang masuk untuk pertemuan ini . yang lainnya bisa menunggu di sofa tunggu sebelah sana " ucap anak buah Lia sambil menunjuk sofa tunggu di bagian sedikit jauh dari ruang Presiden perusahaan.


" silahkan ikuti saya tuan "


sampai depan pintu " saya hanya menjalankan perintah untuk memeriksa apakah ditubuh anda terdapat benda tajam seperti pistol atau yang lainnya , jika ada kami akan menyita untuk sementara sampai anda keluar dari ruang Presiden kami"


" okee silahkan periksa lah "


" silahkan masuk tuan "


Rendra masuk kedalam ruangan yang pintunya sudah di bukakan oleh bodyguard Lia .


Rendra melangkah pelan namun pasti kedalam . Sampai 3 langkah dari pintu Rendra di kejutkan oleh interior desain kantor yang sangat mewah dan luas , warna keseluruhan perabotan kursi dan hiasan hanya 3 warna hitam gold dan silver .


Rendra masuk mendekati seorang wanita yang duduk di kursi kebesarannya dengan posisi membelakangi Rendra .


Lia sudah tau jika tamunya sudah masuk di ruangannya bahkan Lia sudah tau jika tamunya sekarang berada di depan meja kerjanya berdiri dengan memasukan kedua tangan ke dalam saku kanan kiri .


" Hallo nyonya Liana " ucap Rendra


segera Lia membalikan kursinya melihat siapa tamu nya hari ini .


" Kau " ucap Lia pelan sebenarnya Lia kaget ternyata laki laki yang tadi malam menghubunginya adalah Rendra .


" iya sayang aku kenapa kaget yaa ? "


ucap Rendra sambil berjalan pelan mendekati Lia bersanda di meja samping kursi yang sekarang ia tempati


" bisakah anda sedikit sopan di tempat saja " ucap Lia ketua


hanya di jawab dengan senyum kecil Rendra oleh Rendra


" oke oke saya duduk " Rendra berjalan duduk di sofa ruangan tersebut diikuti Lia yang berada di belakangnya juga duduk di depan Rendra untuk berjaga jarak .


" apakah tatapanmu bisa santai kesaya Lia ? ",


" Siapa kau mengatur "


" aku Rendra Bagas Angkasa , pastinya kamu tau bukan siapa aku , bahkan penjuru dunia pun tau sayang "


" ck menjijikan bisa anda panggil saya dengan namaku .aku tidak suka dipanggil seenaknya .apa lagi dengan mu tamu yang tak diundang memaksa untuk datang "

__ADS_1


" apa kamu lupa siapa saya nyonya , "


" lalu apa hubungannya dengan saya , saya tidak menyenggol atau mencari masalah dengan kamu , lalu kenapa kamu ingin tau sekali pemilik perusahaan ini tuan Rendra terhormat" ucap Lia penuh penekanan di akhir kalimatnya


" Sebelumnya aku hanya sekedar ingin tau saja . Tpi sekarang setelah aku tau pemiliknya kamu , rasanya aku ingin memiliki nya "ucap Rendra menatap tajam ke Lia .


" maksud ucapan kamu apa Rendra ,kamu sudah punya perusahaan sendiri untuk apa perusaan ku yang notabennya masih di bawa perusahaan mu ingin kau sikat juga hah , aku tidak punya niatan untuk menyaingi mu tenang lah "ucap Lia


Kedua sejoli ini berbicara dari tadi memang saling tatapan . dan itu membuat mata Rendra semakin sehat saja menatap trus menerus wanita idamannya .


Sedangkan yang di tatapnya sebenarnya sangat geli tatapan yang Rendra lemparkan bukan hanya tatapan tajam tapi juga tatapan lapar kepada mangsanya .


" ternyata sofamu ini empuk dan nyaman ya Lia " ucap Rendra sambil bersandar di sofa


" jangan mengalihkan pembicaraan Rendra "


" aku sudah datang ke perusahaan ku pagi pagi sekali aku dari rumah hanya untuk bertemu dengan tamu brengsek seperti mu rasanya aku menyesal "


" jika aku tau kau yang akan datang .aku tidak akan datang kesini cihh"


" nyonya Lia singamu keluar ,bersikap lembut lah pada pria tampan ini "


" apa kau mau aku mem publikasikan identitas mu sayang?"


" kenapa . publikasikan sekarang lebih cepat lebih baik dan ..."ucap Lia kepotong


" dan musuh- musuh mu akan mulai untuk melakukan peperangan menghabisimu " ucap Rendra


" kau salah satunya "


" aku bukan musuhmu "


" lalu apa . Menerorku malam malam hanya untuk memperlihatkan batang hidungmu saja di depanku "


"haii sayang aku hanya ingin bertemu dengan Mu " jalan Rendra berpindah duduk di samping Lia


" kebanyakan tingkah, duduk saja pindah pindah " ucap Lia geser untuk menjauh ke ujung sofa agar tidak terlalu dekat dengan tubuh Rendra .


" aku kemarin sudah berbicara kan, akan bertemu dengan mu lagi , bagaimanapun caranya dan sekarang aku membuktikan itu padamu Beby" lirik Rendra pada Lia .


" cukup ren .kau mengabiskan waktu istirahat ku, tenagaku , yang seharusnya aku bersantai di hari mingguku ini tapi kau menghancurkan nya " sengit Lia pada Rendra

__ADS_1


__ADS_2