Wanita Dengan Sejuta Rahasianya

Wanita Dengan Sejuta Rahasianya
BAB 51


__ADS_3

" hah apaan aku tidak punya masalah dengan si om om itu "


" Hahahah " ucap Kris saat melihat Rendra berdiri dan pergi untuk keluar markas.


sore ini Lia sudah sampai di lobi rumah sakit untuk menuju keruang rawat Revaldo , melihat kekasihnya yang masih berbaring belum sadar diri .


kemarin saat anak buah Revaldo membawa bosnya ke rumah sakit dokter langsung memberi tindakan melakukan operasi untuk pengeluaran peluru yang masing bersarang di dadanya. Saat ini kondisi Reval masih kritis dengan alat bantu begitu banyak di samping ranjangnya . Dokter melarang siapapun untuk masuk kedalam ruangan selama Reval masih dalam masa kritis .


Lia hanya bisa melihat keadaan kekasihnya dari luar jendela ruangan tersebut. btw kemana orang tua Revaldo . Orang tua Revaldo sudah pulang kampung ke Indonesia semenjak hari H pertunangan anaknya dan mereka tidak bisa kembali lagi ke Amerika dan Revaldo sepenuhnya akan jadi tanggung jawab keluarga Adam jika jadi sesuatu.


Malam hari setelah pulang dari rumah sakit . Lia kembali ke mansion pribadinya .


" Bu Sri apa nyonya sudah kembali ? " tanya Sans kepada Bu Sri yang adaa di dapur .


" sudah tuan Sans nyonya baru saja naik " ucap Bu Sri


" yasudah terimakasih Bu"


Lia sudah mandi dan keluar dari kamar menuju lift untuk turun ke lantai bawah untuk makan malam .


" ini susu nya nyonya " ucap Bu Sri sambil meletakan segelas susu coklat di depan Lia .memang sudah menjadi kebiasaan setiap makan malam harus ada susu coklat untuk dia minum


" panggilkan Sans dan litha untuk segera makan bersama ya Bu Sri "perintah Lia


" baik nyonya "

__ADS_1


" nyonya " ucap kedua anak buah Lia itu


" duduklah makan ", ucap Lia diikuti mereka duduk bersebelahan dihadapan Lia


" baik nyonya" ucap Meraka berdua


" sans bagaimana udah kau lakukan sesuai perintah ku tadi siang ?" ucap Lia sambil melahap makanan di piringnya


" sudah nyonya mereka sudah di penjara , saya kira anda akan menghukum mereka langsung hari ini nya "


" aku sudah tau bos mereka aku rasa tidak perlu terburu-buru , aku akan bermain dengan mereka besok pagi " ucap Lia sambil tersenyum seperti baru saja mendapatkan game baru


" ayolah nyonya jangan mulai lagi biarlah Sans saja yang menghajar mereka itu " ucap litha


" O tidak bisa enak saja "


" Bodo amat besok ajak litha ke markas untuk menyaksikan pertunjukan Sans "


" HA NO NO " ucap litha


" wahh suaramu Lit , piring ku terasa sampe bergetar mendengar toa mu itu " ucap Lia sambil menatap tajam litha


" he he he maaf nyonya aku tidak mau ikut " ucap litha nada pelan


Selama ini litha lebih sering menjalankan bisnis ke luar kota dan negeri daripadanya ikut melihat atau menonton bosnya saat bermain didalam markas atau di penjara . bukannya takut tapi memang tidak sesering Sans jika melihat sesuatu yang menyiksa lebih ke tidak terlalu suka darah . apalah darah manusia .

__ADS_1


" kau mau melihat saja atau menggantikan posisi mereka Lit?" ucap Lia santainya


Litha mendengar ucapan bosnya melotot melirik Sans yang menahan tawa sedaritadi. " iya iya bos aku ikutt " balas litha pasrah


" kalian berdua akan menemani aku " ucap Lia


" istirahatlah siapkan mental kalian untuk besok " ucap Lia berdiri meninggalkan ruang makan jalan menuju lift untuk pergi ke dalam kamarnya .


Sampai dalam kamar Lia berganti baju kimono pendek polos warna marun masuk kedalam kamar mandi untuk cuci kaki sikat gigi dan mencuci wajah cantiknya. berjalan keluar dari kamar mandi duduk dikursi lalu seperti biasa rutin memakan skincare malamnya sebelum tidur.


Tidak lupa berbaring dengan ditemani boneka besar disampingnya dan boneka dari Kaka nya di atas kepala nya . Berbaring memandang atap kamar memikirkan kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi pada kekasihnya . Biasalah seorang wanita jika mau tidur wajib overtingking dulu yeeee .....


" aku rindu Rev , cepat bangun lah " ucap Lia dalam hati . Mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur dengan hanya menekan remot di atas laci kamar nya . menutup mata dan mulai jalan jalan ke alam tidur nya.


Drrt Drrt


Berdering....


Lia merasa tidurnya terganggu dengan suara getaran dan suara dering ponsel yang berbunyi . dengan setengah sadar Lia meraba kasur untuk mencari ponsel di samping dengan keadaan matanya masih terpejam ia mengangkat dan meletakkan ponselnya di telinga tanpa bersuara .


" Selamat Malam Liana Surya Pramasta" terdengar suara laki laki tegas dari ujung telepon sana


Lia diam mencoba untuk mengembalikan nyawa yang masih mengantuk dari tadi .


" Apa Kabar Lia ?" tanya orang itu

__ADS_1


Lia sangat asing dan bahkan merasa tidak pernah mendengar suara laki laki yang terdengar tegas itu . dahinya berkerut mengingat ngingat apa pernah mengenal suara ini namun nihil tidak ada sama sekali jawaban dalam otak kepalanya itu apalagi rasanya ia ingin tidur saja .


" Siapa ? Jika ingin menelpon besok saja . Aku mengantuk " ucap Lia sambil mematikan telpon dan mengganti dengan mode hening lalu melempar ponsel ke atas kasur dengan sembarang . Kembali membaringkan tubuhnya dan tidur kembali .


__ADS_2