
sampailah Lia didepan pintu apartemen Reval
segera ia memencet bel . Lalu muncul Reval di balik pintu
" Sayang " ucap Reval memeluk tubuh kekasihnya itu .
" kapan pulang , kenapa tidak mengabari aku ?", tanya Lia membalas pelukan Reval
" kan biar surprise " balas Reval .mereka berdua duduk di sofa apartemen tersebut.
" aku tadi manen anggur , ini aku bawain buat kamu. Bentar aku ambil minum dulu ya " ucap Lia lalu berdiri menuju Kitchen .
Revaldo mengerutkan kening " Sejak kapan kamu punya kebun anggur sayang " ucap Reval parau memeluk Lia dari belakang . menaruh dagunya pada pundak kekasihnya .
" duh keceplosan" batin Lia
" Reval jangan gitu aku susah jalannya " ucap Lia mencoba mengalihkan topik .
mengangkat Lia duduk keatas meja makan .
" he kapan punya Kabun anggur " tanya Revaldo lagi sambil tangannya merapikan rambut Lia yang panjang itu .
" CUP " kecup Lia tiba tiba pada pipi Revaldo lali mendorong dada Revaldo sehingga Lia bisa turun dari meja dan berlalu .
Revaldo merasa pipinya langsung panas mendapat serangan tiba tiba dari kekasih.
" liaaaa " ucap Revaldo mengikuti Lia yang kembali duduk di sofa .
lia menunduk karna malu sendiri kenapa melakukan itu tadi .
" yiaaaa " teriak Lia karna tiba-tiba tubuhnya di angkat seperti anak Kuala reflek tangannya berpegangan di leher Reval
" Revvv turunin " ucap Lia
Reval membawa Lia ke dalam kamar lalu menidurkan kekasih nya diatas kasur kemudian menindih nya .
" sejak kapan nakal kaya gini he " tanya Reval sambil mencubit pipi Lia
" nakal apa , aku diem aja revv " ucap Lia malu
" sejak kapan berani keluar make pakaian kaya gini hee " tanya Reval mencubit pipi yang satunya
" make apa revv " tanya Lia singkat
" sejak kapan juga berani menggoda kaya gini " ucap Reval mencubit hidup pelan Lia .
" Revall wajahku nanti merah semua " teriak Lia .
__ADS_1
" kan emang udah merah sedari tadi selesai nyium pipi aku sayang " mengusap pelan pipi Lia .
" lain kali klo keluar make yang lebih se*i dari pakaian yang sekarang kamu pake ya" ucap Reval menatap gadisnya
" Kenapa? " tanya Lia
" Mau di kurung di Kamar he,?" tanya Reval
Menggeleng
" kemarin di Bali juga make kaya gini kan ? celana panjang kamu kemana rusak semua? " tanya Reval kembali
" sayang berat " ucap Lia pelan . Lia sadar bahwa kekasihnya ini marah .
" Biarin ini hukuman kamu , apa perlu aku belikan celana panjang sepabrik nya biar kamu gak kehabisan celana he? " tatapan mengintimidasi dari Revaldo membuat Lia ciut.
" atau apa perlu aku meminta Sans untuk membakar pakaian pendek kamu di lemari ? " tambah Reval
" Jawab Lia "
" aku hanya ingin mencoba hal baru " jawab Lia pelan
Reval menaikkan lengannya untuk mengurangi beban pada tubuh Lia .
" mencoba hal baru boleh , tapi tidak harus memperlihatkan lekuk tubuhmu pada orang lain , kamu bisa pakai pakaian seperti ini saat dirumah di lingkungan mansion . "
" iya mengerti Rev "
" masih berat gak ?" mengecup kening Lia
" sedikit " ucap Lia
" besok mau make celana kaya gini lagi gak ?",
Lia menggeleng
" Pinter "
Reval bangkit dari tubuh Lia dan mendudukan kekasih nya di pangkuannya .
" mau cerita apa katanya penting ? cerita sekarang " ucap Reval memandang wajah cantik di depannya .
" aku mau duduk sendiri " ucap pelan Lia
" marah ? karna di larang make celana kaya gitu iya ? "
" nggakkk aku gak marah " ucap Lia memainkan kancing kemeja Reval.
__ADS_1
" duduk di sini aja , sekarang cerita "
" tapi janji gak marah yaa " ucap Lia pelan masih setia memainkan kancing di dada Reval .
" sejak kapan aku marah sayang , klo kamu jujur aku gak bakal marah , cerita sekarang ."
" kamu tau kan selama beberapa tahun kemarin kita berpisah aku mendirikan banyak resto dan belajar bisnis sama papa juga kaka" sekilas menatap Reval lalu menunduk lagi iseng membuka kancing kemeja Reval dihadapannya .
" hemm " jawab Reval singkat menunggu kekasihnya melanjutkan ceritanya .
" kamu tau tentang pemilik perusahaan LION S.A itu siapa ? " tanya Lia jari jarinya bermain menggambar pola di dada Reval secara tidak beraturan.
" belum ada yang tau siapa perusahaan itu "
" lalu apa lagi yang kamu tau ? " tanya Lia lagi
" Pemilik nya seorang wanita , pemiliknya merupakan pemilik aset terkaya di Amerika Ke .2 " tambah Reval
" kenapa menanyakan itu sayang ? "
Lia menggigit bibir bawahnya . " mau aku gigit bibir bawahnya ?" tanya reval
Lia mendengar reflek melepaskan gigitannya lalu menggeleng .
" kamu percaya tidak kalo aku pemilik perusahaan itu ? " ucap Lia pelan hati hati menatap mata Reval .
Revaldo menaikan kedua alisnya " Sayang , jangan becanda " ucap Reval
Lia menggeleng pelan " Serius " ucap Lia .
Reval kaget gak? Kaget lah itu Pasti .
Reval menurunkan kekasihnya untuk duduk berhadapan di atas kasur .
" ceritain gimana kamu bisa berjuang sampai kesana sayang , " ucap Reval
"dari awal aku juga gak sadar bakal sebesar itu Rev . Aku cuma kerja ngerjain bisnis yang selama ini Kaka Kris ajarkan , berjalannya waktu aku juga gak nyangka bisa sampe seperti ini .alasan aku sembunyi dari mereka karna aku belum siap nyali untuk mendapatkan serangan dari orang lain . Aku merasa jadi wanita itu gak akan sekuat lelaki, setiap perusahaan dan resto aku meminta tangan kanan aku untuk mewakili Kris . Untuk keamanan semua perusahaan aku juga minta bantuan sama kak Kris . "
" tadi pagi kamu nyari aku kan tapi gak ketemu . Aku udah hampir 2 Minggu tinggal di mansion pribadi aku Rev . aku minta maaf baru cerita ini semua sama kamu .aku bingung harus cerita dari mana " ucap Lia
tarikan napas panjang dari Revaldo membayangkan perjuangan kekasihnya di tengah tengah kekejaman dunia bisnis itu sendiri .
Revaldo seorang pria saja merasa ingin gila jika dihadapkan dengan permusuhan yang setiap kali Reval hadapi, apa lagi seorang wanita yang usianya masih 26 tahun bekerja di belakang Layar mengandalkan otak kecerdikan dan uang . klo bukan keturunan mafia otak orang tidak akan mampu. Lihat lah apa yang Reval punya saja masih di bawah Lia jauh .dengan umurnya yang sudah mapan 36tahun .
***
Mereka menjalani kehidupan seperti biasa . Lia meminta Reval untuk tidak memikirkan apapun tentang dia..meminta bekerja seperti hari biasa . Reval akan belajar mengerti bagaimana posisi Lia saat ini . Walaupun wanitanya bukan gila kerja dan gila kesibukan itu membuat Revaldo tenang . Bersyukur dengan identitas nya yang disembunyikan akan tetap membuat kekasihnya aman .
__ADS_1