
" Lihatlah si tuan tampan itu , kembali ke setelan pabriknya " ucap seseorang yang setia memperhatikan orang
hembusan napas kasar oleh seseorang mendengar tuturan temannya
" setiap malam harus mencarikan wanita untuk dia , apa apa an sedangkan kita hanya disuruh duduk menjaga nya , laki juga pingen brow", menepuk pindah temennya
" Sudah ku bilang wanita hanya membuat gila " tambah orang tersebut .
" Bacot lu " ucap akas
" Sejak kapan tuanmu itu ke Amerika, bukankah wanita Jerman lebih gemulai " tambahnya
" sampe markas cobalah kau tanya sendiri , sahabatmu itu . Dia Semakin frustasi " ucap Elvan .
***
Disebuah Mansion
" ini nyonya laporan bulanan perusahaan ", menyerahkan berkas kepada Lia .
" semua lancar Sans , apa ada kabar selanjutnya?"
"maaf nyonya proyek baru yang kemarin akan kita rencanakan terpaksa harus di batalkan karna pemilik tanah tersebut memaksa untuk pengembalian tanah mereka ,setelah saya selidiki, ada orang lain yang meminta tanah itu dengan harga yang lebih tinggi "
" apa alat bahan pembangunan sudah datang? "
" masih perjalanan nyonya "
" perintah mereka untuk menyimpan nya sementara waktu , kamu cari tanah lain "
" baik nyonya " jawab Sans lalu dia pergi dan melanjutkan pekerjaan nya
" tha , antarkan aku ke mansian papa sekarang " Lia berjalan menuruni lift untuk turun kebawah
" nyonya mau makan dulu ?" tanya Bu Sri
" bungkus saja, saya akan ke rumah mama "
" baik nyonya "
Lia duduk di meja makan sambil memakan apel yang sudah tersedia di meja sambil menunggu Bu Sri menyiapkan makanan untuk dibawa ke rumah .
" tha kau menyusul ku ke mobil ya . untuk mama dibawa " ucap Lia melihat litha keluar dari lift
didalam mobil Lia sedari tadi sibuk melihat iPad untuk memeriksa beberapa pekerjaan nya .
", nyonya sepertinya anda sangat lelah beberapa hari ini ? anda tidak butuh liburan nyonya? " tanya litha melirik Lia dari kaca kemudi .
" nanti tha " dijawab singkat bosnya .
" mama Lia pulang ?" ucap Lia berteriak di ikuti litha dibelakang masuk ke mansion papanya
" sayang pelan pelan jangan teriak teriak lagi mama dengar kok " ucap Lia memeluk anaknya
" ma mau di suapin " ucap Lia duduk di dengan mamanya di depan ruang tv
", ya ampun anak mama manja sekali , bentar ya "
Mia sambil mengusap pelan kepala anaknya karna sekarang anaknya sedang tiduran di pangkuan mamanya dengan menonton film.
" bik ambilkan makanan kesukaan Lia ya bik bawa kesini " perintah Lia pada pelayan Mansion
"duduk sayang makanannya udah Dateng"
Ditengah tengah Mia menyuapi mawar . Kris datang menuju keruang mereka berada
" Enak yaa disuapin "ucap Kris
"sirik aja huu . Btw betah banget di Amrik gak pulang lagi ke Indonesia?"tanya Lia
"dih ngusir " Kris ikut duduk bersama mereka
"sayang kamu gak tau ?Kaka kamu kan udah pindah ke Amerika. Bahkan . Markasnya pun juga udah pindah kesini . "
" sejak kapan kamu pindah kak ? "
" Sejak kamu nangis malam malam dulu "
__ADS_1
" akkhh " sakitt liaa . Teriak Kris karna di pukul oleh adiknya
" kamu ngomong apa .aku gak pernah nangis "
" heh udah udah kalian kalo ketemu adanya berantem mulu"ucap Mia .
"tuh ma anak perawan mu"
" ihh apasih , kamu tuh " ucap Lia
" kamu gak mau mindahin aset kamu ke dalam negeri semua dek, ?" tanya Kris . mereka berdua berada di ruang keluarga berdua karna mamanya harus istirahat ke kamar.
"buat apa ?",
" udah cerita sama Reval ?"
" Udah "
" jawabannya…?"
" kaget "
" bisa gak sih dek serius "ucap Kris melempar biji apel yang sedari tadi dia makan
" Apasih kak" melempar kembali biji apel kepada kakanya " kurang serius gimana coba "
" dia gimana ,"? Ulangi Kris
" dia gak percaya sih kak , tapi saat aku jelasin pelan pelan dia mulai ngerti . Aku minta dia buat jalanin seperti biasa . gak perlu dipikiran juga sih . Toh aku selama ini juga gak sesibuk dia kan . kadang aku tu mikir , apa salahnya sih tu orang ngasih kepercayaan buat tangan kanannya buat kerja . Biar dia gak terlalu sibuk kerja mulu . Aku tuh males setiap aku mau ngajak nonton atau mee time dia selalu bilang sibuk nanti ya sayang .sabar "
" hah Basi tau gak, " ucap Lia malas
" aku sampai bosen dengernya " tambah Lia
" Nandi Kaka coba buat ngomongin ini sama Reval ya dek "
" sebelum nya juga aku udah bilang berkali kali sama dia buat tidak terlalu serius amat kerjanya . Toh misal salah satu dari perusahaan bangkrut juga hartanya gak akan berkurang kan "
" dek jangan gitu " ucap Kris
" Kaka coba bayangin , selama pacaran tunangan berapa kali dia nemui aku kak , seminggu 1.2 kali doang bahkan . Hampir 2 Minggu ini dia gak nemuin aku juga . Ya emang telpon sih tapi kan ahh males deh aku klo inget dia kaya gitu "
" lihatlah Kaka . Apa aku sesibuk dia ?ngga kan , ?"
" coba nanti Kaka bicarakan ini sama Revaldo ya , "
" gak perlu kak gak usah .biar dia ngerti sendiri . Apa yang aku mau "
" jangan begitu , kalian cuma kurang terbuka sayang " kaya Kris
" aku hari ini nginep di sini . Bilangin sama mama nanti mama turun . Aku mau istirahat keatas " .
" mau kemana? katanya tidur ? " tanya Kris melihat adiknya turun dari tangga memakai jaket dan menguncir rambutnya kebelakang .
" mau cari angin " berjalann mendekati kakanya yang duduk di sofa .
" pinjem kunci montor kak ?"
" mau kemana kamu? Gak ada kunci montor! "
" pinjem bentarrr "
" naik mobil aja Kaka bilang " ucap Kris cetus
" Lia " panggil papa Dateng dari ruang makan . lia hanya melirik papanya
" Lia cuma mau minjem montor Kaka paa"
" mau kemana anak papa ? biasanya naik mobil kan ?" duduk disamping Kris
" pingen cari anginn pa bosan mobil trus "
" Bersyukur " ucap Kris
" Apasih kak minjem montor gitu aja gak boleh"
" montor kamu kemana Li?" tanya papa
__ADS_1
" di mansion pa."
" pinjemin montor bentar Kris , kasian adikmu " ucap Adam pada Kris
" gak ada pa . Aku naik mobil"
" mobil apaan tu kunci montornya di meja " bantah lia
" Kaka kalo bilang gak ya gak! Gak usah aneh aneh kamu dek " bales Kris
segera Lia samber kunci montor diatas meja depan Kris dengan cepat . Lia melirik kakanya dengan sinis . " aku pergi pa" ucap Lia singkat lai pergi keluar begitu saja
" Brengsek " ucap Kris mengambil ponsel menelpon seseorang.
" ikuti kemanapun Lia pergi "
Lia melajukan montor dengan kecepatan rata rata entah kenapa pikirannya hari hari ini berantakan . dia menuju ke tempat dimana dulu menjadi favorit nya . Lia masuk ke Clup dari depan sudah terlihat bahwa tempat ini dihuni oleh makhluk makhluk kalangan keatas .
Penjaga disana bahkan sangat hafal dengan sosok Lia ini walaupun sempat menghilang tapi tidak membuat penjaga nya lupa dan penghuni lamanya lupa bahwa ada Lia .
" wih anak lama dateng nih . Tumben ada masalah apa Bu?" ucap seorang laki laki menghampiri Lia di meja bar seorang diri
" lagi butek aja gue " sambil meminum minuman di depannya .
" yah miliader ko butek , kerja terus sih . sendiri aja mana anak buah Lo ?"
" gak usah nanya Lo " jawab Lia sambil meniupkan rokok yang sedari tadi ia nikmati.
" yaelah tu di pojok anak buah Kaka Lu ya ? "
Lia melirik Sebentar laki laki tinggi berpakaian hitam yang sedang mengamati Lia dari jauh .
" Biarin "
" gue tinggal bentar ya . aman aman dah jangan sampe pingsan lagi " ucap pria tadi .
Di dalam mansion Kris mengeraskan rahang mendengar kabar bahwa malam ini adiknya datang ke tempat itu lagi .
Lia tersentak tangannya ada yang menariknya kebelakang dan menyeretnya keluar dari tempat itu .
" aarhh apaa sihh " Teriak Lia sedikit terhuyung karna tidak sigap dengan perlakuan orang lain dan tubuhnya yang sedikit lemes karna efek aqohol.
" Sakit breng*ek" teriak Lia mencoba melepaskan tangannya yang di pegang keras oleh seorang laki laki
" APA YANG KAMU LAKUKAN LIA " sentak laki laki di hadapan dengan menghempaskan tangan yang ia pegang sedari tadi .
lia tersenyum getir menatap pria itu " KERJA SANA LO " mendorong tubuh lagi laki itu kebelakang lagi berjalan melewati nya dan masuk kembali ke dalam
" Seperti nya kamu emang butuh kekerasan Lia " batin pria itu .pria itu masuk lagi ke dalam menyeret kembali badan Lia untuk Keluar.
" PLAK " terdengar suara tamparan di telinga Lia , terasa panas dipipi yang pria itu rasakan sekarang . Emosinya tersulut
mengangkat badan Lia seperti karung beras dipundaknya , Lia memukul kepala laki laki itu terus menerus dengan sekuat tenaga .
apa dia merasa sakit , ya tentu saja . Namun dia tetap menahan nya sampai dia bisa membawa dia pergi .
Dibantingnya badan Lia ke kursi belakang mobil tersebut .
" jalan ", ucap laki tersebut
" brengsek gue mau keluar " teriak Lia dalam mobil memaki mengeluarkan umpatan apa saja untuk Lelaki di sampingnya itu. meminta untuk keluar dari dalam mobil.
Lelaki yang di sampingnya hanya diam saja mendapatkan Lia memukulinya dengan brutal dan berteriak sekencang ini di mobil .
" turunin gue breng*sek atau gue pecahin nih kaca"
wajah Lia malam ini penuh emosi tanpa pikir panjang tangannya memukul kaca mobil di sampingnya
" PYAR " kaca itu sampai pecah . Yeahh tenaganya memang sebesar itu dan membuat tangannya berdarah dan beberapa pecahan mengenai tubuhnya . Gila nih cewe .
" LIA " Teriak pria di sampingnya
Mobil yang mereka tumpangi berhenti dan Lia berlari dengan keadaan marah yang kakinya entah rasanya ada sesuatu yang melukaimu.
dari belakang arah Lia kabur laki laki dan beberapa orang mengejar Lia .sayang kekuatan Lia yang lemah berlari pun tidak bisa secepat biasanya .
" JANGAN BODOH KAMU LIA " bentak laki laki itu memeluk nya
__ADS_1
perasaan Lia sudah hancur lebur dia hanya tersenyum tipis dan bruk dia pingsan .