Wanita Dengan Sejuta Rahasianya

Wanita Dengan Sejuta Rahasianya
BAB 55


__ADS_3

" HAHAHA KENAPA KALIAN TUTUP MATA" ucap Lia sambil tertawa keras melihat tahanannya takut akan kejadian yang baru Lia lakukan tidak lama tertawa Lia menampakkan wajah datar dingin nya kembali .


Rasanya jantung mereka bertiga ingin mencelat begitu saja dari tempatnya . Melihat apel yang sudah hancur di bawah kakinya akibat dari tembakan dari peluru .


" ternyata pistol kesayangan ku tidak mudah membiarkan kalian mati dengan cara kepala kalian hancur karna ledakan peluru " ucap Lia berdiri lalu berjalan pelan mendekati ketiga pelaku pembakaran gudang itu .


Mengarahkan ujung pistol mengangkat dagu salah satu pelaku tersebut dengan tatapan nyalang tetep datar dan tajam " sangat di sayangkan padahal saya sudah berharap melihat salah satu dari kepala kalian hancur di sini " melepaskan dagu dari pistol dengan kasar .


Pindah kepelaku satunya lagi menyusuri wajah laki laki yang penuh tato didepannya . " atas motif apa bos kamu menyuruh kalian membakar gudang itu " ucap Lia mengarahkan pistol pada dada laki laki tersebut diketuk beberapa kali tepat di jantung nya .


" Ki kita benar benar tidak tau , kita hanya disuruh saja untuk bekerja sesuatu keinginan bos kita " ucap laki laki tersebut yang hanya bisa memandang pistol yang sedaritadi mengetuk dada nya . Takut setiba tiba pistol itu akan di tarik pelatuk nya .


Lia berjalan santai memutari mereka bertiga yang sudah tidak memakai kaos atasan karena penjaga sudah melepas kan kaos mereka sekarang mereka bertiga hanya memakai celana panjang saja . Lia berjalan kearah kursi lagi untuk sedikit menjauh dari mereka bertiga .


" ambilkan aku pistol untuk berlatih menembak " ucap Lia meminta untuk menukar pistol yang tadi dengan pistol yang biasa untuk berlatih .


tidak lama Lia sudah memegang pistol lamanya . Dan mengarahkan pistol tersebut mengarah ke bagian bawah pelaku .


Dorr...Dor....dor....


Satu orang mendapat tembakan di betis mereka masing masing tanpa aba aba Lia menarik pelatuk mengenai kaki mereka


Arghh

__ADS_1


Mereka bertiga meringis merasakan sakit perih di betis mereka bertiga .


" berikan aku gesper celanamu Sans " ucap Lia tidak lama langsung memeriksa gerper ditangan nya kemudian berjalan maju dan melepaskan 1 sabetan pada tubuh masing masing ketiga orang itu .


Arghh


" Biadap " ucap salah satu tahanan tersebut


Lia menaikkan alisnya dan menatap tajam orang yang berada di tengah itu baru saja berbicara seperti itu di depan Lia


litha dan Sans hanya bisa menghela napas melihat kelakuan bosnya di depan .


" kau bilang apa ? hee" tanya Lia mendekati mata lali laki yang sedaritadi menahan amarah dan sakit karna bukan hanya tembakan saja yang ia rasakan .


Lia memukul rahang laki laki yang baru saja mengumpat di depannya .


" mau mengumpat lagi he? Mengumpat lahh kepuas kalian . Semakin banyak umpatan yang kalian ucapkan semakin banyak juga sakit yang akan kalian rasakan " ucap Lia menatap tajam bergantian ketiga orang yang tidak bisa bergerak di depan sana .


" kita tidak tau apa apa , Kita hanya berkerja " ucap salah satu tahanan di sana .


" saya memang tidak punya masalah dengan kalian , tapi Tato di punggung kalian bertiga sudah memberitahukan bahkan kalian memang pantas mendapatkan siksaan karna ulah bos kalian "


Bug .... Bug ....bug

__ADS_1


Lia melayangkan pukulan satu persatu ke perut mereka bertiga . Jangan di kira walaupun dia perempuan tenaga dalamnya bisa melebihi tenaga dalam laki laki .


" pindah kan mereka ke tahanan kembali " ucap Lia lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut dan masuk ke dalam lift di ikuti litha dan sans di dalamnya . pintu lift terbuka mereka sudah langsung sampai di ruang kerja Lia di lantai 3 Mansion pribadi nya .


"Kalian uruslah pekerjaan kalian . Aku akan pergi kerumah sakit "ucap Lia kepala Sans dan litha . Setelah itu dia masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian dan turun ke bawah . Lia pergi ke rumah sakit menggunakan mobil yang berbeda dari tadi pagi menyupir sendiri . bodyguard nya hanya mengikuti dari belakang .


Sampai di rumah sakit Lia membawa 1 bodyguard untuk membawakan makanan .karna di jalan tadi Lia mendapat telpon bahwa Mia dan Adam sedang di rumah sakit menemani Rendra diruangan walaupun Rendra belum bisa di temui langsung namun ruangan tersebut memiliki sekat kaca dan sofa di bagian Luar untuk tempat keluarga yang akan menjenguk atau melihat' Rendra dari luar .


" Ma pa sudah lama di sini " ucap Lia pada kedua orang tua lali memeluk dan mencium pipi mereka


" dari pagi sayang " ucap Mia yang melanjutkan kegiatan nya mengupas apel untuk suaminya


" Lia bawa makanan untuk mama papa " ucap Lia sambil menata makanan yang tadi dijalan ua beli saat berjalan kemari .


mereka bertiga duduk di atas sofa .


" ma pa kapan Rendra keluar dari masa kritisnya ?" ucap Lia sambil memandang kekasih dari luar keca


" sabar ya sayang kita saling berdoa semoga Rendra cepat bangun ", ucap adam mengusap pelan punggung anaknya . Adam tau anaknya sebenarnya tidak sekuat ini .


Lia bukan sosok yang kuat dan tegar namun Lia dipaksakan untuk belajar selalu kuat dan tegar dalam segala hal . Tidak mudah bagi Lia memperlihatkan sisi lemah nya pada seseorang selain orang tua Kaka juga kekasihnya.


" Kaka sudah tau siapa yang menembak Rendra pa , tapi Lia tidak tau kenapa Kaka tidak cepat bertindak, jikalau Lia adalah ketua mafia mungkin aku akan sudah mengibarkan bendera peperangan kepada mereka " ucap Lia kembali duduk di sofa nya .

__ADS_1


" pasti kakamu ada alasan kenapa butuh waktu untuk memutuskan sesuatu hal Lia , itu lah sebabnya ketua mafia memiliki tanggung jawab yang tidak mudah . Jikalau kamu jadi kakamu sudah hancur mafiamu karna sikap ke gegabahan mu itu " ucap Adam menasehati anak cantiknya .


__ADS_2