Wanita Dengan Sejuta Rahasianya

Wanita Dengan Sejuta Rahasianya
Pindah


__ADS_3

Acara malam mereka telah usai . Lia yang pulang bersama orang tuanya menuju mansion dan Revaldo yang pulang kembali ke kediamannya sendiri .


Dirumah tepatnya di pukul 1 pagi Lia terbangun keluar kamar untuk mengambil minuman ke bawah . karna selesai tidur lupa mengisi air di kamar .


dari atas tangga terlihat seorang laki laki duduk sofa depan tv dengan Menikmati rokok di sana ..


"gak tidur kak ? " membuka kulkas mengambil munuman duduk di kursi dekat dapur


" nanti masih asik nonton " ucap Kris


" udah bilang sama Reval tentang identitas kamu ? ", tanya kris


" jangan sampai membuat calon suamimu itu merasa di bohongi "


Lia menggeleng . " apa yang di takutkan ? "


" Tidak ada kak , bingung aja gimana ceritanya "


" mau Kaka bantu ?"


" gak .gak usah besok aku cerita sendiri "


mereka berdua kembali ke kamar mereka masing masing untuk melanjutkan istirahat nya .


Pagi yang cerah korden di buka memperlihatkan cahaya indah nya masuk kedalam kaca jendela kamar Lia


" nyonya bangun " ucap litha merapikan korden kamar bosnya


dijawab deheman saja oleh Lia


" nyonya hari ini kita ada acara opening "


" kau saja tha aku masih mengantuk " ucap lain dalam selimut


" ya sudah nyonya cepatlah mandi .air nya sudah saya siapkan , sarapan sudah saya taro di meja kamar ya nya , saya permisi " ucap litha


Lia membuang selimut tebalnya dan membuka mata lebar bangun dari tidurnya setelah mendengar litha pergi . Mengecek ponselny yang berbunyi


" eee" ucap Lia


" baru bangun ya sayang ,hari ini kita tidak jadi pergi ya , aku harus segera pergi ke Jerman , ada masalah di perusahaan ku disana , lain kali ya sayang , jangan ngambek okay ,"


" kabari setelah sampai sana ya Rev "

__ADS_1


" iya sayang " .


Lia merebahkan tubuhnya lagi ke kasur dan menatap atas langit kamarnya .


" hidup membosankan sekali hahh " ucap Lia bangun menuju ke kamar mandi .


Lia merendam kan tubuhnya kedalam air hangat di bathub yang sudah disiapkan oleh assisten nya tadi . aroma terapi di kamar mandi membuat Lia tenang .


" hallo Sans , datanglah jemput aku ke mansion , aku ingin ke mansian pribadi " ucap Lia kepada ponselnya


"........"


Lia keluar dari kamar memakai celana pendek atas lutut sedikit memperlihatkan paha mulusnya tidak seperti biasa dan jaket oversize dari kulit berwarna hitamnya. Rasanya dia ingin memakai setelan yang jarang ia kenakan di dalam lemarinya . walaupun lebih banyak warna hitam tapi tidak masalah baginya .


" sayang udah makan ? " tanya Mia Melih putrinya turun dari tangga


" sudah ma ,tapi aku lupa bawa bekas piringnya ke bawah " ucap Lia


" gak masalah nanti biar pelayan yang beresin ", ucap Mia


" cantik banget anak mama , mau kemana ? tumben make kaya gini " tambah Mia melihat anaknya tidak memakai baju seperti biasanya .


" pingen nyoba hal baru ma . Gimana cocok kan ? " ucap Lia berputar dari depan kebelakang lagi .


" iya ma . memang aku yang menyuruh nya . , ma mulai hari ini Lia tinggal di mansion Lia sendiri ya mam ... " ucap Lia mengajak mamanya untuk duduk di sofa .


Mia sudah dikasih tahu oleh suaminya bahwa putrinya punya Mansion pribadi sendiri . sebenarnya tidak setuju jika anak nya akan tinggal sendiri tapi karna adam memberi kepercayaan dan menjelaskan semua siapa putri semata wayangnya ini sebenarnya , akhirnya Mia tidak masalah . ya walaupun banyak ketidak kepercayaan apa yang selama ini putri nya lakukan menjadi kebanggaan tersendiri bagi mamanya .


" ko dadakan sih sayang "


" ya elah ma kaya mau pergi ke mana aja . nanti Lia sering main kerumah kok nemuin mama "


" boleh tapi jaga diri baik baik ya , jangan telat makan juga . Soalnya kamu susah klo disuruh makan tepat waktu tu .mama takut kamu sakit lagi "


" janji gak telat deh ma . "


" kamu gak bawa barang barang kamu dari kamar ? "


" ngga ma . Nanti aku nyuruh orang suruhan aku buat bawain boneka aku aja , untuk yang lainnya di sana udah ada ko ma"


" baguslah , kamu gak pamitan sama papa dulu . setidaknya nunggu papa pulang nak "


Adam pergi ke Singapura untuk undangan pernikahan rekan kerjanya . kenapa tidak Lia saja yang berangkat karna Lia merasa tidak begitu kenal dengan temen papanya itu.

__ADS_1


" sudah pamitan sama papa kemarin sebelum Beliau berangkt ko ma tenang aja "


", yaudah Ati Ati ya sayang" ucap Mia sambil mengantar anaknya sampe pintu depan ,


" mama juga baik baik ya .klo kangen tinggal telpon aja "


Mereka berdua cipika cipiki seperti biasanya sebelum pergi .


Lia masuk ke mobil yang sudah ada Sans yang menunggu .


Ditengah perjalanan


" Sans kau sudah menyuruh orang untuk mengambil bonekaku di kamar ? "


" sudah nyonya . Bonekanya sudah di tempatkan di mobil bodyguard."


" Sans nanti sampai mansion kau suruh orang untuk mengambil montorku untuk taruh di mansion pribadi ya ."


", kenapa tidak membeli yang baru sajA nya , anda bilang kemarin ingin warna baru "


" iya sih tapi setelah di pikir pikir itu aja deh .nanti kau ganti warna luarnya saja . dengan warna hitam"


sampailah Lia turun dari mobil setelah dibukakan pintu mobilnya oleh bodyguard penjaga di mension itu . Lia turun sendiri karna Sans harus menjalan kan perintah dari bosnya tadi .


" selamat pagi nyonya , selamat datang " ucap kepala pelayan bernama Bu Sri yang ia ambil dari pelayan Mansion orang tuanya untuk menjadi kepala pelayan di mansion pribadi nya sendiri .


ia memandangi beberapa para pelayan lainnya yang menunduk menyambut kehadiran majikannya.


" nyonya kami sudah menyiapkan makan siang untuk nyonya "ucap bu Sri


"saya keatas dulu bu , setengah jam saya akan ke bawah ." ucap Lia lalu berjalan ke arah lift ke lantai 3 untuk menuju ke kamarnya .


sekilas dari Mansion pribadi Lia , mansion ini memiliki 3 lantai . kamar nya berada di lantai 3 .didalamnya hanya terdapat lift untuk naik dan turun , sedangkan tangga ada di bagian luar mansion yang memang di khususkan pelayan atau bodyguardnya untuk menjemur pakaian dan untuk mengamati keamanan dari atas .


Sebenarnya di atas ada lantai 4 balkon yang hanya di khususkan untuk tempat Lia bersantai di siang hari untuk melihat matahari tenggelam.


Posisi mansion di bangun di atas bukit . Kamarnya utama yang di tempati Lia berhadapan dengan pemandangan pegunungan dan pantai . Sesuai dengan apa yang Lia inginkan .


Untuk tempat tidur pelayan bertempat di samping kiri mansion sengaja dibangun rumah tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil yang dikhususkan untuk para pelayan tinggal dan istirahat saat bekerja.


Di samping kanan Mansion Ada kolam ikan dan taman bunga dan kebun buah stroberi dan juga ada anggur. Dilantai dasar mansion ada kolam renang dan ada tempat olahraga Lia dengan beberapa alat lengkap . parkiran mobil dan montor yang sengaja di buat di lantai dua , terdapat berjejeran mobil mewah miliknya . ada 1 montor sport yang sengaja ia beli untuk membuang rasa bosannya saat menaiki roda 4 nya .


untuk menuju ke penjara bawah tanah Lia tidak harus berjalan menaiki mobil nya lagi. namun dia bisa langsung sampe tempat itu dari lantai 3 ruang kerjanya . tempat ini memang sudah di atur sedemikian rupa sesuai keinginan nyonya muda ini .

__ADS_1


Siapa sangka dia juga memelihara beberapa kucing luar negeri yang harganya hampir sama dengan harga jam tangan yang ia pakai setiap harinya . Namun dia memiliki 1 kucing kesayangan nya yang ada di kemar pribadi nya berwarna putih bersih yang diberi nama millo . Berkalung berwarna gold dengan bandul bertuliskan millo .


__ADS_2