Wanita Milik Sang Billionaire

Wanita Milik Sang Billionaire
Tertekan


__ADS_3

Edmund pergi ke salon milik Jova setelah pulang bekerja di sore hari. Pria itu masuk dan menyapa beberapa karyawan di sana seperti biasa.


“Tuan Ed.” Seorang karyawan yang sudah bekerja lama di sana, langsung menghadang Edmund yang baru saja masuk.


“Ada apa?” tanya Edmund dengan senyum hangat seperti biasanya.


Karyawan itu menoleh ke pintu ruangan tempat Jova berada, hingga kemudian menatap Edmund dengan wajah cemas.


Edmund pun menatap gelagat aneh dari karyawan Jova, lantas ikut menatap sekilas pintu ruangan Jova.


“Ada apa?” tanya Edmund lagi karena karyawan itu belum bicara.


“Tuan, aku merasa Nona Jova sedang tidak baik-baik saja,” jawab gadis itu.


“Memangnya ada apa? Apa dia sakit?” tanya Edmund tiba-tiba merasa cemas.


“Aku tidak yakin,” jawab gadis itu, hingga membuat kening Edmund berkerut halus. “Tadi Nona didatangi tiga pria, kemudian dua pria lain keluar dan Nona bicara berdua dengan pria satunya. Setelah mereka pergi, Nona terus berada di ruangannya dan tidak keluar sama sekali, bahkan saat aku mengetuk dan menawarinya makan atau minum, dia menolaknya,” imbuh gadis itu.


Edmund tiba-tiba merasa cemas dan hendak segera melihat kondisi Jova. Namun, saat Edmund akan melangkah, karyawan Jova kembali mencegah.


“Tuan, pria itu tadi bahkan mencium pipi Nona, apa menurutmu mereka memilih hubungan spesial?” tanya karyawan itu kemudian.

__ADS_1


Edmund sangat terkejut mendengar ucapan karyawan Jova, pria mana yang berani mencium Jova. Dia pun lantas bergegas untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


“Jo, ini aku.” Edmund mengetuk pintu karena terkunci. “Jo, bukalah pintunya,” pinta Edmund lagi.


Tidak lama kemudian, terdengar suara kunci diputar. Edmund pun membuka pintu dan melihat penampilan Jova yang sedikit berantakan.


“Jo.” Edmund menutup pintu ruangan Jova agar tidak ada yang melihat kondisi kekasihnya itu.


Jova menatap Edmund yang tampak mencemaskannya, kemudian berusaha merapikan rambut yang sedikit acak-acakan, lantas mengusap wajahnya dan tersenyum ke arah sang kekasih.


“Ada apa, Jo?” tanya Edmund begitu cemas.


“Tidak, tidak ada apa-apa,” jawab Jova berusaha tersenyum. Dia berjalan ke arah mejanya, tapi terlihat seperti orang bingung.


“Jo, kamu terlihat buruk. Apa terjadi sesuatu?” tanya Edmund mencoba mencari tahu.


Jova duduk di kursinya, menarik napas panjang kemudian mengusap kasar wajah, masih mencoba tersenyum ke arah Edmund.


“Aku benar-benar tidak kenapa-napa, Ed. Kamu jangan cemas,” ucap Jova mencoba bersikap biasa.


Edmund mendekat dan berdiri di samping kursi Jova, terlihat jelas Jova sedang menghindari percakapan dengannya.

__ADS_1


“Karyawanmu bilang ada pria yang mencari dan bicara denganmu, siapa?” tanya Edmund langsung karena Jova sepertinya tidak akan menceritakan yang terjadi jika tidak dipaksa.


Jova baru saja memegang pulpen ketika mendengar pertanyaan Edmund, hingga tangan yang memegang pulpen gemetar saat kekasihnya membahas masalah pria yang mendatanginya.


“Di-dia ….” Suara Jova seakan tersekat di tenggorokan dan tidak bisa disuarakan.


“Jo.” Edmund semakin yakin jika terjadi sesuatu.


Jova tiba-tiba menundukkan kepala, hingga kedua pundaknya bergetar.


Edmund sangat terkejut melihat Jova yang gemetar, lantas sedikit membungkuk dan memutar kursi Jova hingga menghadap kepadanya, sampai akhirnya Edmund menyadari kalau Jova menangis.


“Jo!” Edmund sangat terkejut dan panik, kenapa Jova sampai menangis sedangkan dia hanya bertanya siapa yang ditemui Jova.


Jova menangis hingga terisak, ternyata sejak tadi pun dia menangis dan merasa begitu tertekan karena kedatangan Morgan.


Edmund semakin membungkuk dan langsung membawa tubuh Jova ke dalam dekapan.


“Ada apa, Jo? Kamu bisa ceritakan kepadaku. Jangan takut, hm ….” Edmund bicara dengan suara lembut, mengusap secara konstan punggung Jova dan berusaha menenangkan.


“Dia datang, Ed. Pria itu menemukanku dan mendatangiku.” Akhirnya Jova bicara meski dengan suara berat dan diselingi isakkan.

__ADS_1


Edmund sangat terkejut, tapi tampaknya paham pria mana yang dimaksud Jova.


__ADS_2