Wanita Milik Sang Billionaire

Wanita Milik Sang Billionaire
Benar dia


__ADS_3

Jova akhirnya bisa turun dari ranjang, setelah mengomel karena Morgan tidak mau melepasnya. Jova sudah tidak memikirkan lagi mau Morgan marah atau apa pun, bukankah semakin bagus kalau Morgan kesal dan marah lalu mengusirnya, sehingga dia bebas dan tidak lagi diganggu oleh pria itu.


Jova masih mengenakan piyama yang dilapisi dengan sweater, berjalan menuruni anak tangga untuk mencari keberadaan Sean.


Wanita itu mendengar suara Ella yang sedang bicara di depan rumah, hingga Jova pun berjalan ke sana untuk menghampiri.


“Ella.” Jova memanggil nama Ella.


Ella masih di depan menatap Marcel yang terkejut karena dia menyebut Sean anak Morgan. Gadis itu bertanya-tanya kenapa adik majikannya itu terkejut, bukankah seharusnya tahu kalau sang kakak memiliki anak dari wanita selain istrinya.


Hingga terdengar suara Jova memanggil, membuat Ella memandang ke dalam dan menyahut panggilan sang majikan.


“Saya di depan, Nyonya.”


Marcel sendiri bergeming, mencoba mengingat apakah suara itu milik wanita yang ditolongnya malam itu.


Marcel menoleh di saat Jova baru saja sampai di ambang pintu, hingga keduanya saling tatap karena sama-sama terkejut melihat keberadaan di sana satu sama lain.


Jova membulatkan bola mata lebar, mencoba mengingat apakah pria yang ada di hadapannya sama dengan pria yang menolongnya malam itu.


Marcel juga menatap lekat wajah Jova, memastikan apakah benar wanita itu yang ditolongnya malam itu. Penampilan Jova sekarang jelas sangat berbeda dari dua tahun lalu, Jova yang sekarang dilihat Marcel, sangat anggun dan cantik.


“Nyonya.” Suara Ella membuyarkan lamunan Jova.

__ADS_1


Jova langsung mengalihkan pandangan dari Marcel, lantas menatap Ella.


“Ya.” Jova malah seperti orang linglung.


“Anda mencari Sean?” tanya Ella sambil mengulurkan Sean ke Jova.


Jova menerima Sean dan mencium pipi bayi menggemaskannya itu, hingga kemudian kembali menatap Marcel, bertanya-tanya apakah benar pria itu yang menolongnya dua tahun lalu. Namun, yang menjadi pertanyaan Jova adalah, kenapa Marcel di rumah itu.


“Nyonya, Tuan Marcel ingin bertemu Tuan Morgan,” kata Ella.


Bola mata Jova semakin membulat, apakah ini berarti pria itu memiliki hubungan dengan Morgan. Kenapa banyak sekali pertanyaan di kepalanya saat ini.


“Aku akan memanggilkan,” kata Jova sambil memberikan Sean ke Ella lagi.


Jova juga masuk tapi kembali menoleh dan melihat Marcel yang memandangnya.


“Itu benar dia,” gumam Marcel saat melihat mata dan tatapan Jova. Meski dalam situasi berbeda, tapi Marcel ingat tatapan teduh itu.


Gelapnya malam itu, serta penampilan Jova yang berantakan, sempat membuat Marcel tidak mengenalinya sekarang. Namun, begitu mendengar suara Jova, serta melihat tatapan wanita itu, Marcel yakin jika Jova adalah wanita malam itu.


“Morgan menemukannya. Apa dia akan mengurung wanita itu di sini selamanya?”


**

__ADS_1


Jova menaiki anak tangga, entah kenapa perasaannya tidak bisa tenang. Dia takut kalau Marcel menceritakan kejadian malam itu ke Morgan, tapi Jova juga berpikir, jika sampai Marcel bercerita, maka Morgan pasti akan murka karena Marcel melepasnya malam itu.


“Aku harus mencari tahu, kenapa dia bisa ada di sini? Juga ada hubungan apa dengan Morgan?”


Jova masuk kamar, hingga melihat Morgan yang baru saja bangun dan terlihat muka bantal dengan rambut yang berantakan.


“Sudah menemukan Sean?” tanya Morgan sambil berdiri dari duduk. Pria itu hanya mengenakan jubah tidurnya.


“Ya,” jawab Jova sambil menghentikan langkah karena Morgan berdiri.


“Ada yang mencarimu, namanya Marcel. Dia menunggu di ruang tamu,” ucap Jova tanpa menatap Morgan.


“Dia datang pagi-pagi sekali,” gumam Morgan. Morgan pun memilih berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian dan ingin mandi terlebih dahulu sebelum menemui Marcel.


Rasa penasaran menggelitik di hati Jova, sangat penasaran dengan hubungan Morgan dan Marcel.


“Dia, apa dia rekan bisnismu?” tanya Jova memberanikan diri bertanya, meski tanpa menatap Morgan.


Morgan menghentikan langkah, menoleh Jova dan melihat wanita itu tidak menatapnya.


“Kenapa kamu bertanya?” tanya Morgan balik yang tidak langsung menjawab pertanyaan Jova.


“Tidak ada. Hanya saja jika dia rekan bisnismu, bukankah dia akan tahu kalau kamu memiliki simpanan,” jawab Jova sekenanya.

__ADS_1


Morgan tersenyum miring mendengar jawaban Jova, hingga kemudian kembali bicara dengan entengnya. “Dia adikku, meski tahu aku memiliki simpanan atau bermain wanita, rahasia akan aman di tangannya.”


__ADS_2