
“Sayang, apa kamu sudah sampai di sana?” Suara Luna terdengar dari seberang panggilan.
“Ya, aku langsung akan bertemu klien di restoran,” jawab Morgan sambil memasang wajah datar.
“Baiklah, aku senang mengetahui kamu sudah sampai. Anak-anak merindukanmu, apa kamu mau bicara dengan mereka?” tanya Luna dari seberang panggilan.
Morgan berhenti melangkah, terlihat berpikir sebelum kemudian menjawab, “Tidak.”
“Aku harus menemui klienku, jangan menghubungiku jika bukan aku yang menghubungimu dulu.”
Tidak ada sapaan atau ucapan manis, begitulah Morgan memperlakukan Luna selama ini setelah istrinya tidak bisa memberikannya anak laki-laki yang sangat diharapkan. Morgan hanya menjadikan Luna alat pelampiasan meski wanita itu istrinya. Ada hal yang membuat Morgan tidak bisa mencintai Luna sepenuhnya.
Morgan memang pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis. Malam ini dia langsung bertemu kliennya di sebuah restoran, hingga saat akan menuju ruang yang sudah dipesan. Langkah kaki Morgan terhenti saat melihat sosok wanita yang sebenarnya sangat diinginkan.
“Chloe.”
Morgan melihat Chloe merangkul lengan seorang pria, wanitanya itu terlihat tertawa lepas dan begitu bahagia. Tentu Morgan tidak terima karena baginya Chloe hanya miliknya.
“Tuan, ada apa?” tanya Bastian—asisten Morgan yang selalu setia ikut dengan pria itu.
Morgan ingin mengejar, tapi dirinya juga harus menemui klien pentingnya, membuat Morgan bingung harus mengutamakan yang mana.
__ADS_1
“Bas, minta orang untuk membuntuti wanita menggunakan mantel berwarna merah muda yang baru saja keluar itu!” perintah Morgan sambil menunjuk keluar di mana Jova dan Edmund sedang berjalan menuju parkiran.
Bastian terkejut, apakah bosnya itu mulai berniat kembali bermain wanita setelah sejenak sempat berhenti.
“Anda menginginkan wanita itu?” tanya Bastian memastikan.
“Dia Chloe, Bas! Perintahkan anak buah kita untuk mengawasi dia!” perintah Morgan saat menjawab pertanyaan Bastian, ditatapnya asistennya itu dengan sedikit kilatan dari mata.
**
Edmund mengantar Jova pulang, mobil mereka sudah sampai di depan rumah Jova tinggal.
“Baiklah, aku masuk dulu,” kata Jova sambil melepas seat belt.
Jova tersenyum lebar, lantas membuka pintu dan bersiap keluar. Saat akan keluar, Edmund menarik lengan Jova hingga membuat wanita itu terhenti dan menoleh.
“Ada apa?” Jova menatap heran ke Edmund.
Edmund hanya tersenyum, kemudian mendekatkan wajah dan mencium bibir kekasihnya itu.
“Selamat malam,” ucap Edmund setelah melepas bibir Jova.
__ADS_1
Jova mengangguk kemudian keluar dari mobil. Dia masih berdiri di sana saat mobil Edmund meninggalkan area rumahnya. Bahkan Jova tampak melambai ke arah mobil Edmund melaju.
Saat akan masuk gerbang rumahnya, Jova melihat mobil yang berhenti tidak jauh dari rumahnya. Dia mengamati karena tidak biasanya ada mobil parkir di sana saat malam hari.Tidak ingin mencurigai, Jova pun masuk dan mengunci gerbang rumahnya.
**
Morgan bertemu kliennya dengan rasa tidak tenang, bahkan karena kegelisahan itu, membuat dirinya dan kliennya tidak mencapai kesepakatan yang diinginkan.
“Tampaknya Anda lelah karena perjalanan panjang, bagaimana kalau kita atur ulang pertemuannya,” kata klien Morgan memberi solusi.
“Tentu,” balas Morgan singkat.
Klien Morgan pun memilih undur diri, meninggalkan Morgan di ruangan itu bersama Bastian dan beberapa bodyguardnya.
Saat klien Morgan pergi, ponsel Bastian berdering dan ada pesan dari anak buahnya yang membuntuti Jova.
“Mereka sepertinya mendapatkan alamat tempat tinggal wanita itu, Tuan.” Bastian memperlihatkan pesan di ponsel ke Morgan.
Morgan membaca pesan itu, hingga kemudian ada pesan gambar yang masuk. Dia melihatnya dengan seksama, hingga raut wajah Morgan berubah penuh emosi karena foto yang diterimanya.
“Cari tahu tentang pria yang bersama Chloe, aku ingin informasinya sedetail mungkin. Minta mereka tetap di sana dan pantau rumah itu serta buntuti jika Chloe keluar!” perintah Morgan mencoba bersikap tenang, meski dalam dadanya bergejolak amarah karena ada pria lain mencium bibir ranum yang menjadi candunya itu.
__ADS_1
“Baik, Tuan.” Bastian mengambil kembali ponsel dari tangan Morgan, kemudian menghubungi anak buahnya dan meminta mereka untuk melaksanakan perintah Morgan.
“Aku pasti akan memilikimu, Chloe. Jangan harap bisa lepas dariku!”