Wanita Milik Sang Billionaire

Wanita Milik Sang Billionaire
Bertemu


__ADS_3

“Apa Anda ingin bertindak?” tanya Bastian sambil melirik ke spion samping, melihat sebuah mobil yang sejak tadi mengikuti mereka.


Morgan ikut mengamati dari kaca spion, menebak siapa yang berani mengikutinya.


“Kita lihat, apa benar dia mengikuti kita atau memang hanya kebetulan berada di belakang kita,” ucap Morgan memberi perintah.


“Saya akan meminta anak buah kita untuk berjaga-jaga,” ujar Bastian lantas menghubungi anak buahnya.


Mobil yang membawa Morgan terus melaju, hingga berhenti di bahu jalan sebuah taman. Morgan memandang ke arah taman, di mana ada Jova dan juga Marcel di sana.


Morgan tahu kalau Marcel mengajak Jova pergi. Pagi tadi adiknya itu datang dan berbincang dengannya. Morgan berkata kalau bertengkar dengan Jova, hingga Marcel memberikan sebuah ide. Marcel mengatakan kalau Jova butuh kebebasan bukan sebuah kekangan. Membuat Morgan akhirnya menuruti ide Marcel yang ingin membawa Jova keluar.


“Anda ingin keluar?” tanya Bastian karena Morgan masih diam di mobil.


“Tidak, aku tidak ingin merusak suasana hatinya,” jawab Morgan.


Morgan melihat Jova yang tertawa saat bercanda dengan Marcel. Dia ingin menikmati tawa dan senyum Jova yang tanpa beban. Morgan sadar saat bersamanya, Jova tidak bisa tertawa seperti itu.

__ADS_1


“Tuan, mobil itu ikut berhenti. Sepertinya memang membuntuti kita,” ucap Bastian saat melihat mobil yang membuntuti mereka ikut berhenti.


Morgan melirik spion, hingga kemudian memberi perintah.


“Minta anak buahmu untuk mengecek siapa yang mengemudikan mobil itu!” perintah Morgan pada akhirnya.


Jova masih mengobrol dengan Marcel sambil sesekali tertawa. Pria itu bicara santai dan sangat bersahabat, membuat Jova merasa nyaman saat bersama Marcel.


Edmund melihat Jova yang sedang bicara dan tertawa dengan pria yang tidak Edmund kenal. Dia ingin turun dan membawa Jova pergi, tapi ingat jika ada mobil Morgan di depan. Kalau dia turun, maka Morgan akan melihatnya.


Namun, tanpa Edmund sadari, keberadaannya sudah diketahui oleh Morgan. Saat Edmund sedang memantau Jova, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu mobilnya, membuat Edmun terkejut.


Edmund terkejut karena ketahuan, beberapa pria yang berada di luar pun berusaha membuka pintu mobilnya, membuat Edmund akhirnya menurunkan kaca jendela agar tidak membuat para pria itu mencurigainya.


Saat menurunkan kaca jendela, anak buah Morgan langsung mengenali Edmund dan salah satu dari mereka melaporkan ke Morgan.


Jova masih berbincang dengan Marcel, hingga melihat beberapa pria tampak menggedor kaca mobil yang terparkir di bahu jalan. Jova terus memperhatikan, hingga samar-samar melihat wajah Edmund.

__ADS_1


“Edmund.” Jova langsung berdiri melihat kekasihnya itu di sana.


Marcel keheranan melihat Jova berdiri dengan tiba-tiba, lantas ikut menatap ke arah Jova melihat.


“Edmund!” Jova tiba-tiba berlari untuk menghampiri Edmund.


Di saat bersamaan, anak buah Morgan sedang melaporkan tentang keberadaan Edmund di kota itu. Morgan melihat Jova yang berlari ke arah bahu jalan, membuatnya menduga jika Jova melihat Edmund. Dia pun langsung keluar untuk mencegah Jova bertemu dengan Edmund.


“Edmund!” Jova memanggil nama pria itu, tidak menyadari jika ada Morgan di sana.


Edmund melihat Jova yang berlari ke arahnya, hingga pria itu keluar untuk menemui Jova, tapi sayangnya anak buah Morgan langsung menahannya.


Marcel mengejar Jova, mencoba mencegah wanita itu bertemu dengan Edmund karena tahu apa yang akan terjadi, sebab Marcel sudah melihat mobil Morgan di sana.


Morgan berjalan cepat, sebelum Jova sampai di mobil Edmund, pria itu sudah mencekal lengan Jova.


Jova sangat terkejut dan langsung menatap Morgan yang menahan lengannya.

__ADS_1


“Apa kamu ingin dia celaka dengan menemuinya?” Morgan bicara sedikit pelan tapi dengan nada penuh penekanan.


__ADS_2