
Tuan Licardo bersama nyonya Anyelir masih duduk di ruang tengah sembari menikmati kopi Capucino dengan kue-kue kering di atas meja. Keduanya menunggu Ricardo dan juga wanita yang diduga pacar Ricardo untuk duduk di ruang tamu menghadap orang tua nya. Tuan Licardo menahan rasa kesal pada putra nya tersebut. Lantaran tuan Licardo merasa malu beberapa media sosial mengabarkan berita kalau putra nya telah membawa lari calon istri dari tuan muda Emon Alexandria. Selain membuat malu keluarga Licardo, hubungan dirinya dengan tuan Emon Alexandria menjadi kurang baik. karena putra nya sendiri berani menyinggung pengusaha ternama yang memiliki pengaruh dan kekuatan besar.
Ricardo dengan cuek dan tanpa sungkan menghampiri papa mama nya dengan menggandeng Dora. kini keduanya duduk di depan tuan Licardo dan nyonya Anyelir tanpa rasa was-was dan khawatir.
"Papa, aku sudah duduk di sini. Apa yang hendak papa mama sampaikan pada ku?" tanya Licardo. Nyonya Anyelir menatap tajam putra nya itu yang tidak ada sopan dengan papa nya.
"Licardo!" sahut nyonya Anyelir seperti mengingatkan akan sikap putra nya itu.
"Iya mama, maaf!" kata Ricardo. Tuan Licardo menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar. Dada nya masih sesak menahan amarah karena putra nya yang kurang sopan dengan nya dan ditambah selalu saja membuat ulah.
Sebenarnya bukan tanpa alasan kenapa Licardo bersikap kurang hormat dengan papa nya sendiri. Semua berawal dari peristiwa saat itu, di mana Licardo pernah memergoki papa nya bermain dengan seorang wanita selingkuhan nya di salah satu villa milik keluarga Licardo. Dan pada saat itu Licardo juga sedang ke vila itu bersama dengan seorang wanita. Tetapi bukan dengan Dora. Saat itu lah Ricardo melihat dengan mata dan kepala sendiri kalau papa nya diam-diam telah berhubungan dengan wanita lain serta memiliki wanita simpanan tanpa diketahui oleh nyonya Anyelir alias mama kandung dari Ricardo.
Walaupun Ricardo diam dan memilih tidak ingin ribut dengan papa nya. Ricardo diam-diam merasakan kekecewaan lantaran mama nya telah dikhianati oleh papa nya. Dan sampai sekarang nyonya Anyelir tidak mengetahui kalau tuan Licardo telah memiliki wanita simpanan di luar sana yang tentu saja menikmati segala fasilitas dan kehidupan mewah karena tuan Licardo memanjakan wanita simpanan nya itu. Tidak jarang ketika tuan Licardo mengatakan kalau sedang perjalanan ke luar kota ataupun ke luar negeri, tuan Licardo sedang bersama dengan wanita simpanan nya tersebut. Dan hal ini tentu saja diketahui oleh Licardo.
Merasa sudah memegang kartu As papa nya sendiri, Ricardo berani bersikap semaunya sendiri. Apalagi membawa pulang ke rumah kediaman keluarga Licardo, Dora pacar nya.
"Mulai sekarang papa akan menyetop dana ke rekening kamu, Ricardo! Kamu harus bertanggungjawab atas diri kamu sendiri. Perusahaan papa ada beberapa cabang dan ada beberapa sektor. Terserah kamu mau terjun ke perusahaan mana terserah. Yang penting mulai sekarang kamu harus mau memikirkan diri kamu, kepentingan keluarga besar dan juga orang-orang yang ingin kamu bahagiakan. Termasuk wanita-wanita kamu," ucap tuan Licardo.
"Maaf papa! Mohon di ralat! Bukan wanita-wanita. Melainkan pacar atau calon istriku. Aku bukan papa, yang.... " ucap Ricardo yang tidak mau melanjutkan karena melihat di sana juga masih ada mama nya. Ricardo tentu saja takut jika mama nya mengetahui kalau papa nya memiliki wanita lain selain dirinya.
"Oke, pacar kamu!" ralat tuan Licardo dengan cepat.
__ADS_1
"Tapi aku mau bekerja dan mengikuti apa kemauan papa asalkan Dora juga ikut bekerja mendampingi aku. Dora juga lulusan sarjana di bidang ekonomi. Jadi biar Dora lah yang menjadi sekretaris ku merangkap asisten pribadi ku yang kemana-mana ikut aku baik urusan didalam kota maupun diluar kota," ucap Ricardo.
"Terserah kamu! Itu masalah kecil, Ricardo! Tapi yang penting, Tania sekretaris lama tetap duduk di perusahaan. Tania akan membantu Pacar kamu, eh maksud papa Dora bagaimana tugas-tugas sebagai seorang sekretaris dan juga asisten pribadi itu. Bedakan antara urusan perusahaan dengan urusan pribadi. Oke?" jelas tuan Licardo.
"Baiklah, pa! Dora, kamu dengar sendiri bukan? Papa ku sudah setuju kamu bekerja di perusahaan bersama aku dan kita akan selalu dekat," ucap Ricardo yang sedang mabok cinta dengan Dora.
Sementara waktu mereka diam dan tidak ada perbincangan lagi.
"Hanya itu saja kan, pa? Kami boleh naik ke atas kan?" kata Ricardo. Mama papa Ricardo menyipitkan bola matanya menatap tajam ke arah Ricardo.
"Duduklah dulu! Ada yang lebih penting lagi yang ingin papa tanyakan kepada kamu," ucap Licardo.
"Apa itu, pa?" tanya Ricardo.
"Dora pacar aku, pa! Tidak mungkin Dora mau dijodohkan dengan laki-laki yang penyakitan itu. Apalagi dikenal sebagai pria impoten," kata Ricardo.
"Tapi kamu telah berani menyinggung tuan Emon Alexandria karena Dora sejatinya adalah calon istrinya dan menjadi pengantin nya tuan Emon Alexandria," cerita tuan Licardo.
"Sudahlah papa! Semuanya sudah berlalu. Lagipula adiknya Dora sudah membereskan semuanya dan menggantikan Dora sebagai pengantin dan istri dari tuan Emon Alexandria. Jadi sudah tidak ada masalah lagi," jelas Ricardo.
"Kamu pikir setelah kamu melarikan calon istrinya, tuan Emon Alexandria akan melupakan semua kejadian itu? Ini tentu saja berpengaruh dengan hubungan antara tuan Emon Alexandria dengan kita dalam kerja sama di perusahaan," sahut tuan Licardo.
__ADS_1
"Sudahlah papa! Papa jangan khawatir! Semuanya akan baik-baik saja dan tuan Emon Alexandria tidak akan lagi mengungkitnya semuanya. Aku yakin tuan Emon Alexandria juga akan menerima istri pengganti nya. Toh adiknya Dora pun tidak kalah cantik nya kok," jelas Ricardo.
"Bukankah begitu, Dora?" tanya Ricardo. Dora mengangguk kepala nya cepat.
"Huum! Dita pasti akan bahagia dengan tuan muda Emon Alexandria itu. Demikian juga dengan tuan Emon Alexandria," ucap Dora pelan. Dora masih takut dengan tatapan tajam tuan Licardo.
"Kamu jangan takut sayang! Ada aku di sini," bisik Ricardo.
"Baiklah! Semua yang sudah kalian lakukan, kalian harus bisa menanggung konsekuensi nya. Yang papa minta nanti setelah ini, kamu harus berani menemui tuan Emon Alexandria untuk meminta maaf," kata Licardo.
"Hahaha minta maaf, pa? Untuk apa? Kami. tidak salah, papa! Untuk apa minta maaf dengan tuan Emon Alexandria?" sahut tuan Licardo.
"Karena kamu pernah menyinggung nya," kata tuan Licardo.
"Ah tidak, ini benar-benar konyol! Aku tidak akan melakukan itu!" ucap Ricardo seraya meninggalkan mama papa nya sambil menarik tangan Dora untuk mengajaknya pergi dari ruangan itu. Nyonya Anyelir dan tuan Licardo saling berpandangan.
"Lihat putra kamu itu! Semakin hari semakin kurang ajar dan tidak mau mendengarkan masukan dari papa nya," ucap tuan Licardo.
"Sabar, suamiku!" kata nyonya Anyelir.
"Ya sudahlah! Aku keluar dulu, mencari angin segar!" ucap Licardo sambil menyambar kunci mobil yang ada di gantungan.
__ADS_1
"Hati-hati suamiku!" kata nyonya Anyelir seraya meraih tangan suaminya untuk bersalaman.