
Di kediaman keluarga besar Alexandria. Daddy dan mommy Emon Alexandria yaitu Andra Alexandria dan Andri Alexandria. Keduanya sedang bercengkrama di kamar pribadi di rumah itu. Walaupun usia pernikahan antara tuan Andra dengan nyonya Andri sudah hampir dua puluh empat tahun, pasangan suami istri itu tetap terlihat romantis. Apalagi saat ini keduanya saling bercengkrama dan berpelukan sambil melihat film di layar televisi yang terpahat di dinding kamar itu. Keduanya fokus menikmati film yang sedang berputar sambil berpelukan.
Kini suara ketukan pintu kamar mereka terdengar. Tuan Andra dan nyonya Andri saling berpandangan.
"Biar daddy yang membuka pintu nya," kata tuan Andra lalu segera turun dari tempat tidur megah dan luas itu.
"Daddy, kak Emon bersama istri nya datang!?" ucap Egi saat tuan Andra telah membukakan pintu kamarnya.
"Oh tumben anak itu ingat jalan ke rumah daddy dan mommy nya," kata tuan Andra.
"Ada apa, Egi?" tanya mommy yang berteriak dari dalam kamar. Egi segera melenggang masuk ke dalam kamar orang tuanya tersebut.
"Kak Emon bersama istrinya datang mommy!" jawab Egi seraya menjatuhkan tubuh nya di atas kasur empuk itu di dekat mommy nya.
"Oh, iya? Wah, mommy harus menyiapkan makanan buat kakak kamu bersama kakak ipar mu, Egi!" kata mommy Andri.
"Duh bahagia sekali nih ye, putra kesayangannya datang berkunjung ke rumah?" sindir Egi. Nyonya Andri mengusap puncak kepala Egi dan mengajaknya menyiapkan makanan untuk kakak nya Egi itu.
__ADS_1
Tuan Andra sudah mendatangi Emon bersama Dita di ruangan keluarga yang letaknya di dekat ruangan makan.
"Emon sayang!" panggil nyonya Andri sambil memeluk putra kesayangannya.
"Mommy! Mommy tambah cantik saja dan awet muda," sahut Emon sambil mencium tangan mommy nya. Setelah nya Dita ikut mencium ibu mertua nya setelah ayah mertua nya tidak lupa ia salami.
"Istri kamu tambah cantik yah, Emon?" kata nyonya Andri.
"Iya dong!" sahut Emon membanggakan dirinya.
"Ayo, kita duduk dulu di ruang makan! Mommy bersama dengan Egi akan menyiapkan makanan yang lezat buat kalian," ajak nyonya Andri.
"Jadi kapan nih, kalian kasih mommy dan daddy cucu?" tanya nyonya Andri saat mereka duduk bersama setelah acara makan bersama-sama di ruang makan. Dita dan Emon saling berpandangan lalu sama-sama melemparkan senyuman.
"Secepatnya mommy, daddy! Semua lagi dalam proses pembentukan," jawab Emon. Dita tiba-tiba bersemu merah wajahnya.
"Daddy akan memberikan saham lima puluh persen perusahaan Ccc grup jika kalian memberikan kami seorang cucu laki-laki," janji tuan Andra.
__ADS_1
"Lima puluh persen, daddy? Wah wah keren! Ayo sayang kita harus semangat lagi bekerja keras supaya secepatnya bisa memiliki keturunan. Lebih baik kita konsultasi dengan dokter spesialis kandungan bagaimana caranya bisa mengandung janin dengan jenis kelamin laki-laki," kata Emon. Dita semakin tersipu malu jika bicara masalah anak.
"Semangat sekali, kak Emon!" sahut Egi.
"Semangat dong! Makanya kamu cepetan minta dinikahi oleh pacar kamu," sahut Emon.
"Hah? Aku belum mau terburu-buru menikah, kak! Aku masih ingin senang-senang dulu. Aku tidak bisa membayangkan jika harus hamil dan badanku menjadi gemuk dan tidak seksi lagi. Ditambah aku sudah tidak bisa shoping dan hanya sibuk mengurus anak dan rumah. Ih seperti nya hidup hanya terkungkung dengan aktifitas seperti itu setiap hari. Rumah, anak dan suami. Kapan waktu untuk diri sendiri dan bersenang-senang?" kata Egi.
"Loh, kamu masih bisa bersenang-senang dengan pasangan kita kok, dik?" protes Emon.
"Enggak ah! Aku belum siap jika harus menikah muda," kata Egi.
"Benar apa kata kakak kamu, Egi! Daripada kamu lama berpacaran nya, lebih baik menikah sayang!" sahut mommy Andri.
"Nanti saja mommy! Mungkin lima atau tujuh tahun lagi. Aku baru mau menikah. Aku mau menjadi wanita karir dulu," ucap Egi.
"Wah perawan tua dong, lima atau tujuh tahun lagi," sahut Emon.
__ADS_1
"Hehehehe," Egi terkekeh saja.