
"Kak Emon, aku menjadi kepikiran dengan kak Dora. Aku khawatir jika tuan Andika akan menyakiti kak Dora setelah mengetahui bahwasanya kak Dora banyak membohongi tuan Andika, suaminya," kata Dita. Emon yang mendengar keluhan dari istrinya mulai berpikir sejenak.
"Lalu? Apa yang kamu inginkan, sayang?" tanya Emon akhirnya. Dita memeluk Emon dari belakang. Saat ini memang Emon masih duduk di kursi kerja nya. Emon masih berkutat dengan laptopnya dan sejak tadi di ruangan kerjanya. Hingga Dita menyusulnya lalu membicarakan tentang kakak nya Dora.
"Tolong kak Dora, kak Emon. Kita harus membantu kak Dora. Aku takut jika tuan Andika menghukum kak Dora. Kak Emon harus bisa memastikan kalau kak Dora baik-baik saja di rumah tuan Andika. Jika praduga ku benar, dan kenyataan nya kak Dora telah mendapatkan hukuman dari tuan Andika, kak Emon harus bisa menolong dan membebaskan kak Dora. Aku pikir, tuan Andika akan berbuat jahat dengan kak Dora," ucap Dita.
"Hem, semuanya tidak gratis sayang?! Apa kontribusi kamu untuk membebaskan kak Dora dengan menyuruh ku untuk menolong kakak kamu yang jahat itu? Bahkan kakak kamu itu sudah sangat jahat kepada mu, tapi kamu tetap saja ingin menolong nya. Kamu selalu saja peduli dengan kakak kamu itu," kata Emon.
"Kakak?! Aku juga memikirkan bunda dan ayah jika kak Dora kenapa-napa. Kedua orang tuaku pasti akan sedih jika kak Dora tidak baik-baik saja di rumah itu. Apalagi jika tuan Andika telah berbuat jahat dan menghukum kak Dora," ucap Dita penuh kekhawatiran.
Emon bangkit dari duduknya. Dia meraih tubuh Dita lalu merengkuh nya.
"Aku akan membantu kakak kamu Dora. Tapi apa kontribusi kamu terhadap ku, baby?!" ucap Emon seraya tersenyum nakal.
__ADS_1
"Hem, kakak ingin apa saja bakal aku penuhi," sahut Dita.
"Hehehe oke, oke! Baiklah, besok aku dengan Ervan akan ke rumah tuan Andika. Aku akan memastikan bahwasanya kakak kamu Dora baik-baik saja, oke?? Sekarang istirahat lah, jangan lagi memikirkan kakak kamu itu," ucap Emon.
"Istirahat??" sahut Dita kini mulai bergelayut manja dengan Emon. Emon menyipitkan bola matanya saat Dita berinisiatif melepaskan kaos oblong yang dikenakan Emon.
"Dita sayang?!" gumam Emon saat Dita mulai mengusap dengan lembut bagian dada nya yang sudah bertelanjang dada.
"Ini kompensasi dariku, kak! Pastikan kak Dora selamat, sehat dan tidak kurang suatu apa," ucap Dita. Emon tersenyum seraya memejamkan matanya menikmati segala ciuman Dita ke bagian titik-titik sensitif nya.
*****
Sementara di tempat lainnya, tuan Licardo sedang bersama dengan wanita simpanan nya. Di rumah wanita simpanan nya itu tuan Licardo seperti dimanjakan oleh Sisca.
__ADS_1
"Bagaimana masakan ku, sayang? Enak kan?" tanya Sisca. Saat ini tuan Licardo sedang menikmati hasil masakan Sisca yang baru belajar memasak.
"Hem, sangat lezat sayang! Aku suka!" jawab tuan Licardo.
"Dibandingkan dengan masakan Anyelir, istri kamu kak? Bagaimana?" tanya Sisca berusaha membandingkan.
"Tentu saja masakan kamu lah yang paling enak dan lezat, sayang!?" sahut tuan Licardo.
Sisca tersenyum lebar. Dia sangat puas mendengar jawaban dari tuan Licardo yang selalu memujinya. Kini dengan berani Sisca menarik tangan tuan Licardo masuk ke dalam kamar.
"Sisca sayang?!" ucap tuan Licardo.
"Karena kamu sudah datang ke rumahku, aku harus memberikan servis yang memuaskan untuk mu, sayang?!" kata Sisca seraya melepaskan satu persatu pakaian yang melekat di tubuh tuan Licardo. Setelah itu barulah Sisca sendiri melucuti pakaian tipisnya.
__ADS_1