
Aku Dita.
Sekarang ini aku sedang hamil buah cinta kami. Dulu aku hanya menjadi wanita pengganti karena saat hari pernikahan itu kakakku Dora kabur bersama dengan pacarnya ke luar negeri. Dahulu mungkin saja Emon suamiku itu tentu tidak menyukai aku. Tapi sekarang ini aku yakin, kalau Emon sudah benar-benar menyukai ku. Aku tahu itu kalau Emon sungguh-sungguh mencintai aku.
Saat kehamilan ku ini, tentu saja membuat Emon sangat gembira saat mengetahui bahwasanya aku sedang mengandung anaknya. Tentu saja Emon semakin perhatian dan menyayangiku. Emon menjadi suami siaga untuk ku.
Sebelumnya aku sangat khawatir saat kakakku Dora kembali pulang ke rumah bunda setelah kabur bersama dengan kekasih nya. Namun ternyata walaupun kakakku Dora berusaha merayu dan menggoda Emon, suamiku, kenyataannya Emon tidak goyah. Emon tetap mempertahankan aku sebagai istrinya. Awalnya aku pikir, Emon akan menceraikan aku dan menikah dengan kakakku Dora. Ternyata tidak! Emon tetap memilih ku karena menurut pengakuan nya, Emon sudah mencintai aku dengan tulus. Padahal antara aku dengan kakakku Dora, menurut ku lebih cantik kak Dora daripada aku.
Hari ini entah kenapa aku ingin keluar jalan-jalan. Rasanya sangat jenuh di rumah terus. Aku menghubungi suamiku untuk mengajaknya jalan-jalan sambil mengajaknya makan di pinggir jalan. Biasanya Emon tidak kasih ijin kalau aku mengajaknya makan di pinggir jalan. Tetapi karena saat ini aku sedang hamil, Emon menuruti apa yang ku minta termasuk jajan makanan di sepanjang pinggiran trotoar.
Saat ini aku akhirnya jalan dengan suamiku. Aku mengajaknya belanja di supermarket u untuk membeli buah-buahan. Emon sangat mendukung kalau aku mengambil banyak jenis buah-buahan segar di supermarket. Berbeda kalau aku menginginkan makanan aneh-aneh di pinggir jalan. Emon sebenarnya keberatan jika aku menginginkan makanan itu. Katanya kurang higenis, kurang sehat dan apalah. Namun karena aku merengek dan dengan alasan semuanya keinginan dan kemauan si jabang bayi, mau tidak mau akhirnya Emon menuruti apa yang jadi kemauan ku.
__ADS_1
Saat berbelanja itu, tentu saja Emon memasukkan susu ibu hamil dengan berbagai rasa. Aku sebenarnya tidak menyukai susu seperti itu. Apalagi susu ibu hamil. Namun karena itu semua kehendak suamiku, aku biarkan saja dia memasukkan beberapa kotak susu ibu hamil. Walaupun nanti aku malas untuk meminumnya.
Setelah berbelanja yang sebenarnya tanpa perencanaan, Emon mengajakku istirahat dan makan di kafe di dalam mall itu. Emon memesankan makanan dan minuman untuk dirinya dan juga untuk ku. Di saat kami menikmati makanan kami, ada yang menghampiri kami. Dia adalah kakakku Dora.
Betapa aku sangat terkejut dengan penampilan kak Dora saat ini. Kak Dora mengenakan pakaian longgar seperti aku. Ditambah perut nya saat ini sudah membuncit sama seperti aku.
"Kak Dora? Kakak hamil?" tanyaku.
"Kok kak Dora bisa hamil sih?" tanyaku. Mungkin ini adalah pertanyaan konyol yang didengar bagi kak Dora.
"Memangnya yang bisa hamil kamu doang? Aku sudah punya suami saat ini, Dita! Itu dia yang duduk di kursi nomer tujuh. Dia adalah suamiku! Ganteng kan? Tidak kalah dengan suami kamu itu," sahut Dora dengan melirik ke arah Emon yang cuek dan tidak perduli dengan kehadiran Dora.
__ADS_1
"Eh?? Kakak sudah menikah? Kenapa tidak mengundang kami sih, kak?" tanya Dita.
"Huh tidak penting! Sudah yah! Aku masih baik dengan kamu, Dita. Makanya aku masih mau nyamperin kamu yang menjadi sombong gara-gara sudah menjadi istri seorang CEO tampan dan tajir," ucap Dora. Dora melenggang meninggalkan Dita yang duduk bersama suaminya.
"Tiba-tiba selera makan ku jadi hilang melihat kakak kamu tadi. Ayo kita cari tempat makan yang lain saja, sayang!" ucap Emon seraya menarik tangan Dita untuk meninggalkan kafe itu.
"Eh? Hem, aku mau jajan seblak, sayang! Boleh yah?!" ucap Dita.
"Apa itu seblak? Jangan aneh-aneh dong sayang!" sahut Emon. Dita cemberut, saat Emon seperti tidak ingin menuruti permintaan Dita.
"Oke, oke, ayo kita cari makanan itu, sayang! Jangan cemberut dong! Senyum dong!" sambung Emon.
__ADS_1