
"Maafkan papa, Ricardo! Selama ini papa selalu tidak mempercayai kamu. Ternyata wanita yang selama ini aku bela hanya memanfaatkan papa saja. Sisca hanya mengeruk harta papa," kata tuan Licardo pada putra nya.
"Sudahlah, pa! Semua yang sudah terjadi tidak perlu disesali. Sekarang tinggal papa memperbaiki hubungan dengan mama. Aku tahu jika selama ini papa sudah tidak berlaku tidak adil kepada mama. Kasihan mama, pa!? " sahut Ricardo.
"Benar! Aku sudah mensia-siakan Anyelir demi wanita itu. Aku sudah menjadi suami yang tidak baik," kata tuan Licardo.
"Sudahlah, pa! Sekarang tidak usah diungkit lagi. Mulai sekarang, aku ingin melihat papa dan mama rukun dan harmonis seperti dulu," sahut Ricardo.
*****
Sementara di kediaman utama keluarga Alexandria, adik kandung Emon Alexandria yaitu Egi akan berencana menikah bersama dengan pacarnya yaitu Byan. Sudah sekian lama Egi dan Byan berpacaran, akhirnya kini mereka memutuskan untuk menikah.
Kini keluarga besar Alexandria sudah berkumpul di sana, termasuk Emon Alexandria yang mengajak istri dan juga putra nya. Saat ini Dita juga sudah menjadi bagian dari keluarga Alexandria. Dafi Alexandria sendiri anteng dalam gendongan baby sitter nya. Sehingga Emon dan Dita tidak dibuat repot oleh putranya itu.
"Wah Dafi Alexandria tampan sekali sih? Sini digendong tante!!" kata Egi seraya mengangkat bayi laki-laki itu dari gendongan baby sitter nya. Dafi tersenyum lebar saat berada di gendongan tante nya.
"Sudah pingin punya baby yah?" goda Dita pada adik iparnya itu.
"Hehehe, kak Dita! Mau nya sih kak! Semoga setelah kami menikah nanti secepatnya dikarunia seorang bayi tampan seperti Dafi Alexandria ini," ucap Egi.
__ADS_1
"Mana mungkin anak kamu setampan anakku, dik Egi? Lihat saja calon suami kamu itu, Byan? Dia tidak seganteng kakak kamu ini," sahut Emon Alexandria. Egi seketika monyongin bibir nya.
"Bagiku kak Byan adalah laki-laki setampan di dunia kak!?" kata Egi.
"Hehehe itu karena kamu sudah dibutakan dengan cinta. Jadi tidak bisa realities dalam menilai seseorang. Byan yang kulit nya sawo setengah matang itu kamu bilang paling tampan sedunia. Bagaimana dengan aktor ganteng seperti Antonio Banderas itu?" sahut
Emon masih saja meledek adik nya. Kebetulan saat ini Byan calon suami Egi memang tidak ada di sana. Besok acara pernikahan mereka berdua barulah dipertemukan hingga berlanjut dengan menggelar pesta yang meriah.
"Sudahlah, kak Emon! Jangan mengganggu Egi terus. Nanti dia kalau tiba-tiba menjadi berubah pikiran untuk menikah dengan Byan, kita menjadi repot. Kan kasihan Byan kan jika Egi nya menggagalkan pernikahan nya dengan Byan," sambung Dita.
"Hem, benar! Kalau Egi menggagalkan pernikahan ini itu artinya dia akan menjadi perawan tua lagi dong. Mau sampai kapan dia melepaskan masa gadis nya? Sedangkan saat ini Egi sudah hampir berkenalan tiga," sahut Emon.
"Dita mau sepuluh tahun lagi pun masih terlihat seperti tujuh belas tahun, dik!" sahut Emon.
"Ya, ya ya, dipuji terus kak Dita! Dia kan istri kak Emon," kata Egi. Dita ikut terkekeh saja melihat kakak beradik itu sedang adu mulut.
"Sudah dong kak! Jangan ganggu Egi terus! Kita makan dulu, kak! Aku sudah lapar nih!?" ajak Dita seraya meraih tangan Emon menuju ke ruang makan, di mana berbagai macam hidangan sudah disiapkan di atas meja itu.
*****
__ADS_1
Sementara itu di kehidupan Andika, Dora menjalani kehidupan di rumah itu seperti neraka. Dora tidak menyangka jika Andika sekarang ini benar-benar kembali menikah dengan seorang wanita yang lebih cantik dan seksi daripada Dora. Andika benar-benar tidak menganggap Dora itu ada di sana. Bahkan sudah tidak menganggap nya sebagai istrinya. Walaupun status nya dibuku nikah masih istrinya. Dora akhirnya harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan bergabung dengan pelayan-pelayan di rumah itu.
Di depan Dora, Andika tidak segan-segan menunjukkan kemesraan nya bersama istri barunya. Dora tentu saja tidak bisa berbuat banyak dan memprotes Andika. Jika Dora berani macam-macam dan kembali berulah, Andika bisa menendang Dora kapan saja. Hal itu sangat mudah dilakukan oleh Andika. Bahkan bisa saja Dora dimasukkan ke kandang buaya atau di kandang anjing buas yang ada di belakang rumah Andika.
Seperti sekarang ini Dora menangis sedih. Tidak selamanya tinggal di rumah mewah itu menyenangkan dan membuat hatinya tenang serta membuat dirinya bahagia. Ternyata Dora merasakan seperti neraka. Apalagi anak buah Andika masih saja mendatangi dirinya di kamarnya untuk melampiaskan hasratnya. Bahkan Andika lah yang menyuruhnya. Betapa hal itu menjadi kehinaan bagi Dora sebagai istri Andika.
"Kenapa Andika sangat kejam kepada ku? Bahkan aku dijadikan budak nafsu bagi anggota nya," gumam Dora.
Kembali Dora mendapatkan penghinaan itu. Di malam ini Dora harus melayani salah satu anak buah Andika. Sedangkan Andika sendiri terlihat sangat bahagia dengan istri baru nya.
"Jangan menangis, baby!? Bukankah aku sangat baik terhadap kamu? Aku akan mengajak kamu ke surga dunia yang penuh kenikmatan. Bukankah aku sangat baik? Kamu lihat sendiri bukan? Tuan Andika sudah tidak memperdulikan kamu lagi. Dia sekarang sudah mendapatkan pengganti kamu yang tentu saja lebih segala-galanya daripada kamu," kata anak buah Andika. Dora hanya bisa pasrah menerima keadaan nya. Suatu hari dia akan mencoba keluar dari mansion itu dan meninggalkan semua kemewahan di tempat itu. Tidak selamanya tinggal di tempat bak istana akan menjamin kebahagiaan nya.
T
A
M
A
__ADS_1
T