WANITA PENGGANTI CEO

WANITA PENGGANTI CEO
BAB 38


__ADS_3

Lima bulan kemudian. Perut Dita sudah mulai terlihat membuncit. Demikian juga halnya Dora. Dora juga telah mengandung. Usia kehamilan Dora kini sudah empat bulan. Setelah dirinya dinyatakan positif hamil, Andika benar-benar memegang janji nya. Dora kini sudah menjadi nyonya muda di rumah kediaman utama Andika.


Di rumah itu Dora sangat berkuasa. Dia menjadi satu-satunya istri Andika dan menjadi ratu di rumah itu. Banyak perubahan yang terjadi di rumah itu dan Dora lah yang mengendalikan semuanya baik merubah tata letak isi perabotan di dalamnya maupun mengatur pelayan-pelayan. Dora menjadi kurang disukai oleh pelayan-pelayan di rumah itu serta orang-orang yang bekerja di sana.


Seperti saat ini beberapa pelayan-pelayan sedang ngumpul di belakang rumah. Mereka membicarakan nyonya muda nya yang baru setelah yang lama di ceraikan oleh tuan muda nya karena tidak juga hamil atau memberikan keturunan. Andika sangat gembira karena kehamilan Dora. Andika tertutup matanya karena Dora kini telah mengandung anaknya. Apapun sikap Dora terhadap pelayan-pelayan di rumah itu, Andika tidak mempermasalahkan nya. Karena bagaimana pun juga pelayan di rumah itu bekerja dan digaji oleh nya.


"Nyonya muda sekarang sangat jauh berbeda dengan nyonya muda yang dulu. Dulu istri tuan muda Andika sangat baik dan ramah sekali pada semua pelayan dan orang-orang yang bekerja di rumah ini seperti bodyguard dan juga penjaga keamanan serta tukang kebun. Hampir setiap satu minggu sekali, nyonya muda yang dulu memberikan bonus buat kita untuk jajan. Tapi nyonya muda sekarang?? Haduh, pelit sekali!" keluh salah satu pelayan di rumah itu.


"Benar! Bahkan kita makan saja diperhitungkan. Dulu nyonya muda yang terdahulu apa yang beliau makan, kita juga ikut makan. Sekarang? Jangankan mencicipi nya. Mencium aroma makanan nya pun, tidak dikasih. Benar-benar pelit!" sahut salah satu pelayan itu.


"Iya, benar! Bagaimana kalau kita adukan pada tuan muda Andika bahwasanya kesejahteraan kita di rumah ini semakin kurang diperhatikan. Gaji pelayan saja diurus dan dikelola oleh istri tuan muda. Dulu semuanya diatur oleh manager tuan muda Andika. Haduh, kita bekerja menjadi kurang bersemangat kalau seperti ini terus," kata salah satu pelayan itu.


"Jangan dong! Kamu tahu sendiri, kalau tuan muda Andika saat ini lagi sayang-sayang nya dengan nyonya muda Dora. Apalagi nyonya Dora lagi mengandung anak tuan muda Andika. Sudah sekian lama tuan muda Andika menantikan buah hatinya. Tapi yang sangat disayangkan kenapa keturunan tuan muda Andika ia peroleh dari seorang istri yang akhlaknya kurang bagus," ucap pelayan itu.


"Hah sudahlah! Kita sebagai kaum bawahan hanya bisa mengikuti perintah tanpa bisa memprotes nya," sahut salah satu pelayan itu.


"Benar! Semoga setelah ini ada perubahan yang baik dari sikap nyonya muda Dora. Sumpah kalau seperti ini aku jadi sangat kasihan dengan tuan muda Andika. Kenapa dia memilih seorang istri seperti itu untuk menggantikan nyonya muda yang dulu. Padahal istri tuan muda Andika yang dulu sangat baik sekali dan juga cantik. Tidak kalah dengan yang sekarang ini," kata pelayan itu.

__ADS_1


Semua pelayan yang berkumpul di tempat itu akhirnya bubar dan kembali ke kamar nya masing-masing untuk beristirahat.


*****


Sementara itu di kamar utama Dora bersama suaminya Andika sedang bercengkrama. Dora bermanja-manja dengan suaminya itu di atas peraduan.


"Bagaimana, adik bayi di dalam perut ini? Apakah menyusahkan kamu, sayang?" tanya Andika.


Dora tersenyum lebar suaminya begitu perhatian dengan nya. Bahkan dia sekarang menjadi satu-satunya istri di rumah itu karena istri lama Andika telah Andika ceraikan karena janji Andika jika Dora bisa mengandung anak nya, Andika akan menikahi Dora secara resmi dan menjadi ratu satu-satunya di rumah nya itu. Dora saat ini sedang di atas angin. Dia menjadi ratu di rumah mewah nan megah itu. Bahkan mertua Andika sangat memanjakan nya karena Dora bisa memberikan keturunan bagi keluarga itu.


"Tidak sayang! Anak kita ini tidak nakal kok. Dia selalu baik pada mommy nya. Anteng banget di dalam sana," ucap Dora dengan gaya manja nya. Andika mencubit pipi Dora yang mulai gembul karena kehamilan nya.


"Sayang, kita makan di luar yuk! Aku ingin makanan Jepang," ajak Dora dengan sedikit manja.


"Hem, apakah adik bayi yang minta? Ayo kalau begitu sayang! Aku tidak ingin anak. kita suka ngences jika tidak dipenuhi apa yang dia minta," sahut Andika.


"Ih makin cinta deh sama kamu, Andika! Selain kamu tampan dan super tajir, kamu juga sangat perhatian menjadi suami," kata Dora.

__ADS_1


"Iya, dong! Karena kamu mommy nya anak-anak ku," sahut Andika sambil menarik hidung Dora karena gemas.


Andika sangat menyayangi Dora. Benar-benar sangat tulus menjadikan istri nya. Ini suatu keberuntungan bagi Dora yang mendapatkan suami yang baik kepada nya.


*****


Saat di luar Dora yang bersama dengan Andika suaminya bertemu dengan Ricardo yang sedang bersama Lilyana, kekasihnya. Tentu saja ini kesempatan bagi Dora untuk menunjukkan pada Ricardo bahwasanya dirinya dengan mudah mendapatkan pengganti yang lebih baik dan kaya daripada Ricardo. Dora semakin menunjukkan kemesraan nya bersama suaminya Andika di depan Ricardo. Ricardo dari kejauhan melihat pasangan suami istri itu hanya bisa menelan saliva nya dengan berat.


"Ada apa, Ricardo?" tanya Lilyana yang melihat kekasihnya Ricardo itu menatap sampai tidak berkedip ke bagian sudut ruangan restoran jepang itu.


"Bukannya yang duduk di sana itu Dora kan? Aku tidak salah melihat nya bukan?" tanya Ricardo. Tatapan. matanya masih tidak berkedip melihat ke arah Dora yang bersama dengan seorang pria. Lilyana pun jadi ikut menoleh lalu melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Ricardo.


"Sepertinya memang Dora, mantan kekasih kamu itu. Mantan kekasih yang seperti istri kamu, kan? Bukankah kamu sudah menikmati tubuh indahnya?" ucap Lilyana yang kalimatnya mengandung sindiran pedas.


"Kamu terus mengingatkan aku soal itu. Kebobrokan aku di masa lalu," sahut Ricardo. Lilyana masih cemberut setelah Ricardo terlihat gelisah saat melihat mantan pacarnya itu. Bahkan nyaris menjadi calon istrinya.


"Jangan cemberut dong, Lilyana sayang! Aku hanya memperhatikan perubahan pada Dora saja kok. Bukan berarti aku masih menyukai Dora. Sepertinya Dora sedang berbadan dua. Dan pria itu mungkin saja suaminya. Syukur lah kalau Dora sudah menjadi istri orang. Jadi kehidupan nya sudah teratur menjadi istri yang baik. Apalagi saat ini yang aku perhatian, Dora sedang mengandung," kata Ricardo.

__ADS_1


"Hem, tapi apakah kamu menjadi menyesal karena Dora mantan pacar kamu itu sudah menjadi istri orang?" sahut Lilyana yang masih saja menunjukkan kecemburuan nya.


"Hehehe, tidak sayang! Jadi gemas deh kalau kamu cemburu seperti ini," kata Ricardo pada Lilyana. Mereka sebentar lagi akan menikah dan tentu saja keduanya sudah sama-sama menyukai setiap sekian lama saling mengenal dan pendekatan.


__ADS_2