
Di rumah kediaman Emon. Tepatnya di kamar utama sepasang suami istri itu.
"Sayang, kamu sudah pulang?" tanya Dita yang mendekati suaminya, Emon.
"Maaf, aku baru bisa pulang!?" jawab Emon sambil melepaskan kaos oblong yang dipakai nya dan juga celana jeans nya.Dita mengerucut bibir nya melihat suaminya melepas pakaian yang dikenakan.
"Kenapa lepas baju, kak?" tanya Dita.
"Maaf, sayang! Tadi ada cewek yang mencoba menggoda ku. Aku gak mau pakai baju itu lagi," jawab Emon sambil mengelap tubuh nya dengan handuk yang sudah dibasahi.
"Kenapa gak sekalian mandi?" tanya Dita.
"Mandiin!?" rengek Emon. Dita mengerucut bibir nya.
Tanpa banyak bicara Emon segera menyerobot bibir yang sudah maju ke depan itu. Dita yang mendapatkan serangan mendadak itu segera membalas setiap gerakan yang dilancarkan oleh Emon. Emon menuntun Dita kembali ke peraduan mengajaknya mengarungi samudra indah bersama, saling memberi dan menerima.
****
Sementara itu di kamar hotel nomer 555 kini seorang wanita bersama dengan seorang pria masih polos di balik selimut tebal fasilitas hotel itu. Keduanya seperti kelelahan karena sepanjang malam melakukan kegiatan intens yang saling mengikis jarak dan saling memuaskan. Walaupun sang wanita itu belum mengenal sang pria, namun karena hanya dia yang membantu menuntaskan segala hasrat yang sudah membuncah. Namun saat pintu kamar ada seseorang pelayan hotel yang hendak mengantarkan sesuatu, si wanita itu terperanjat dari tidurnya.
"Hah, sialan! Semalaman aku tidur dengan seorang pria asing. Kemana tuan Emon sebenarnya? Kenapa pria ini yang ada di kamarku? Seharusnya semalam aku bercinta dengan tuan muda Emon, bukan pria asing yang tidak aku kenal, uuh," gumam wanita itu yang tidak lain adalah Dora.
Dora memperhatikan pria yang masih tertidur pulas di sebelah nya. Dora tersenyum setelah memperhatikan wajahnya yang tampan tidak kalah dengan Ricardo maupun Emon.
__ADS_1
"Lumayan juga laki-laki yang bermain dengan semalam. Selain memiliki wajah yang tampan, dia juga memiliki kulit yang bersih. Sepertinya sangat terawat juga. Tapi jaman sekarang wajah tampan dan bodi yang bagus kalau tidak disertai dengan banyak duit dan kaya, itu bagi aku seperti seonggok sampah saja. Tidak ada artinya bagi aku," gumam Dora.
Kembali bel pintu masuk terdengar. Kembali. suara pelayan hotel ingin mengantarkan sesuatu. Dora segera turun dari tempat tidur itu dan menyambar handuk putih di sana. Dora dengan cepat melilitkan nya di bagian dada nya sehingga sebagai tubuh nya kini telah tertutup oleh handuk putih itu. Dora kini membukakan pintu utama kamar itu. Dan..
"Dora!!!?? Sedang apa kamu??!" ucap laki-laki yang datang bersama seorang pelayan hotel. Pria itu sangat dikenal oleh Dora. Dia adalah Ricardo. Dora sangat terkejut dengan kedatangan Ricardo yang tiba-tiba di kamar hotel itu.
"Ricardo!? Aku, aku, aku bisa menjelaskan semuanya pada kamu, sayang!" ucap Dora yang mulai panik dan ketakutan. Sedangkan Ricardo sudah masuk ke dalam kamar hotel itu. Pelayan hotel itu setelah meletakkan breakfast nya segera berlalu dari tempat itu dan tidak mau ikut campur masalah pribadi orang-orang itu.
Ricardo menyaksikan seorang pria dibalik selimut tebal yang masih tidur di sana. Dengan kasar menarik selimut nya hingga terpampang nyata bahwasanya pria itu masih polos tanpa busana. Ricardo menatap penuh amarah antara Dora dengan laki-laki itu.
"Kamu mau menjelaskan apa lagi, Dora? Kamu sudah bermain gila dengan pria lain di belakang ku. Sekarang kamu mau mengelak dan alasan apa lagi, hah?" ucap Ricardo dengan wajah yang merah melihat kekasih yang ia perjuangkan selama ini sudah mengkhianati dirinya. Dora telah bermain cinta dengan pria lain.
"Ricardo, sayang! Semua ini tidak seperti yang kamu lihat, sayang! Aku dijebak sayang! Tiba-tiba saja pria ini ada di kamar ini? Bahkan dia telah memperkosa ku," ucap Dora akhirnya beralasan.
"Hah? Bukankah anda yang memesan saya untuk melayani anda nona? Bahkan saya diam-diam sudah merekam semua kejadian percintaan kita semalaman. Anda benar-benar kuat dan luar biasa, nona!" kata laki-laki itu. Dora gugup bukan kepalang. Kini Ricardo semakin murka.
"Sayang! Aku dijebak sayang! Semua itu bukan aku yang merencanakan nya. Bahkan aku tidak mengenal pria ini? Sungguh Ricardo! Sumpah Demi apapun aku hanya menyayangi kamu, Ricardo sayang!" ucap Dora sambil memohon dan kini memeluk kedua kaki Ricardo.
"Kamu wanita murahan. Video ini jelas-jelas menunjukkan kalau kamu sudah bermain gila dengan pria ini. Dan kamu sangat brutal dan liar. Astaga Dora! Aku tidak menyangka kamu seperti ini," kata Ricardo sambil melihat rekaman video antara Dora dengan laki-laki itu.
"Tidak, Ricardo! Aku dijebak oleh mereka!" sahut Dora.
"Mereka, siapa?" tanya Dora.
__ADS_1
"Mereka yang ingin menghancurkan aku, Dita adikku sendiri," kata Dora.
"Hah? Kamu sudah jelas-jelas bersalah masih saja mencari kesalahan orang lain. Sekarang mulai detik ini kita putus, Dora! Aku tidak mau berhubungan lagi dengan kamu! Bahkan aku tidak akan menikah dengan kamu, Dora!" ucap Ricardo.
"Jangan, Ricardo! Aku mohon. Jangan putuskan aku. Bukankah kamu yang pertama merenggut kehormatan ku? Bukankah kamu sudah berjanji akan menikahi aku? Jangan putusin aku, Ricardo sayang! Aku mohon!" ucap Dora masih memeluk kedua kaki Ricardo. Laki-laki yang sudah tidur bersama dengan Dora itu segera mengenakan pakaian nya kembali. Kini dia mulai menyambar kamera yang tadi dibawa oleh Ricardo.
"Nona, mana bayaran untuk ku? Kalau tidak segera anda membayar pelayanan jasa saya sepanjang malam, saya akan menyebarkan video ini ke media sosial. Anda tahu resiko nya bukan? Kalau video ini sudah tersebar? Selain anda bisa masuk penjara, anda juga mendapatkan malu. Lagipula tadi malam anda sudah beberapa kali mengajak saya bercinta sepanjang malam sampai saya kelelahan," ucap laki-laki itu yang berhasil membuat Ricardo semakin emosi dan mendidih otaknya.
"Jangan di sebar rekaman video itu! Berapa yang kamu inginkan? Aku akan membayar nya," ucap Dora sambil bangkit mencari tasnya dan mengeluarkan ATM nya.
"Ini di dalam ATM ini isinya lima puluh juta! Kamu bisa mengambilnya pin nya adalah 000000," ucap Dora sambil menyerahkan ATM itu pada laki-laki itu.
"Hem, sebenarnya harga pelayanan jasaku tidak semurah itu nona! Tapi yah sudahlah, karena tadi malam nona juga bikin aku enak. Aku anggap impas saja," kata laki-laki itu sambil melenggang meninggalkan kamar itu setelah bukti video di kameranya itu telah dihapus oleh Dora.
Kini tatapan tajam Ricardo kearah Dora seperti ingin memakannya. Namun Dora tidak menyerah. Dengan rayuannya Dora mendorong Ricardo hingga jatuh tersungkur di atas ranjang.
"Ricardo sayang! Aku mohon, percayalah padaku sayang! Aku di jebak oleh mereka. Aku akan membuktikan kalau aku hanya menyayangi kamu saja," rengek Dora seraya berusaha kembali. menggoda Ricardo.
"Tidak Dora! Lepaskan aku! Aku sangat jijik dengan kamu! Bahkan bau tubuh kamu pria asing itu. Menyingkir dari aku, Dora!" ucap Ricardo sembari kembali mendorong Dora hingga Dora kembali tersingkir dari badan Ricardo. Ricardo dengan cepat keluar dari kamar itu dan meninggalkan Dora yang berteriak seperti orang gila.
"Kurang ajar! Aku akan membalas perbuatan kamu Dita!!" Emon?! Semua ini karena tuan muda itu!" gumam Dora dengan amarah dan dendamnya.
******
__ADS_1
Di pagi itu di media sosial telah tersebar berita yang menghebohkan yaitu seorang wanita dengan wajah yang cantik dan seksi yang merupakan kekasih dari tuan muda Ricardo, putra mahkota dari keluarga besar Licardo telah ketahuan berselingkuh dengan seorang laki-laki yang diduga adalah selingkuhan nya. Berita itu tentu saja membuat keluarga besar Licardo menjadi berang. Ricardo mau tidak mau harus kembali menghadap daddy dan mommy nya atas berita itu.
"Sial, semua gara-gara Dora! Kalau sudah seperti ini aku mau tidak mau harus menerima konsekuensi nya ditarik dana jajanku. Aku mau tidak mau harus kembali ikut bekerja di perusahaan daddy," gumam Ricardo penuh amarah m