
"Kak Andika, aku mohon jangan ceraikan aku kak! Aku janji tidak akan mengulangi kebodohan seperti kemarin itu, kak! Kak Andika!!! Aku mohon, kak! Aku benar-benar sangat mencintai kak Andika. Aku rela melakukan apa saja asal jangan ceraikan aku kak," ucap Dora penuh permohonan.
Dora bersimpuh di kaki suaminya itu serta berlutut di kakinya. Padahal sudah hampir berminggu-minggu ini dirinya dihukum dipenjara bawah tanah serta anak buah Andika sudah melecehkannya. Namun Dora tetap bersikeras memohon pada Andika. Bahkan rasa bencinya terhadap Andika pun tidak ada. Dora tetap menjatuhkan harga dirinya supaya tetap bisa bertahan menjadi istri Andika. Andika tersenyum sinis menatap Dora. Dia mengangkat kedua bahu Dora lalu menatap bola mata Dora itu. Andika melihat wajah Dora seperti sangat jijik. Bahkan beberapa minggu ini Dora menjadi budak hawa nafsu bagi anak-anak buahnya. Tentu saja semua atas perintah Andika.
"Wanita yang sudah aku buang tidak mungkin aku pungut lagi. Bahkan barang bekas yang sudah aku berikan secara cuma-cuma pada orang lain tidak mungkin aku pakai lagi, Dora. Bahkan kamu sudah sangat murahan dan rendah di mataku," kata Andika.
"Tapi kak Andika! Aku mohon, jangan ceraikan aku, kak! Aku rela melakukan apa saja asal bisa menjadi istrimu dan tinggal di rumah ini," sahut Dora. Andika tertawa terbahak-bahak.
"Baru kali ini aku menemukan wanita yang tidak memiliki harga diri sama sekali. Apakah dalam pikiran kamu hanyalah kehidupan yang enak, berlimpah harta serta berkecukupan? Apakah kebahagiaan versi kamu hanya diukur harta yang banyak?" kata Andika.
"Kak Andika! Tolong jangan ceraikan aku kak!" rengek Dora lagi. Andika menjadi benar-benar sangat jijik melihat sikap Dora.
__ADS_1
"Hem, baiklah! Aku tidak akan menceraikan kamu! Tapi bukan berarti kamu tetap menjadi satu-satunya wanita ku. Aku tidak mungkin menyentuh kamu lagu. Walaupun kamu tidak mau aku ceraikan tetapi aku akan mencari pengganti kamu untuk aku jadikan istriku. Kamu boleh tinggal di rumah ini tetapi kamu aku anggap tidak lebih seperti pelayan di rumah ini. Bagaimana?" kata Andika.
"Aku rela, kak! Asal jangan diceraikan oleh kakak Andika," sahut Dora.
Andika meninggalkan Dora sendiri di ruangan itu. Dalam hati Dora tidak mau menyerah. Dia akan kembali merebut hati Andika dengan berbagai cara. Yang penting saat ini dirinya tetap berada di rumah itu, hidup penuh kecukupan dan kemewahan. Walaupun Andika saat ini masih tidak menganggap nya ada bahkan tidak mau menyentuh nya lagi.
"Tidak apa-apa! Yang terpenting aku masih bisa bertahan di rumah ini. Walaupun Andika masih marah dengan ku dan melemparkan tubuh ku pada anak-anak buahnya terutama para bodyguard di rumah ini, biar saja. Suatu saat aku akan membuat Andika menyesal dan kembali lagi dengan ku," gumam Dora dengan rencana jahatnya.
Dia ingin melakukan apa saja demi tercapai tujuannya walaupun menghalalkan berbagai cara, termasuk mendatangi seorang dukun yang bisa membuat suaminya itu tergila-gila kembali. pada dirinya.
*****
__ADS_1
"Licardo, sungguh aku tidak berbohong, sayang! Aku tidak mungkin mengkhianati kamu! Aku tidak mungkin berselingkuh dengan laki-laki itu. Pasti putra mu telah memfitnah ku karena dia tidak menyukai ku, sayang! Dia tentu saja ingin membela mama nya daripada aku yang hanya wanita simpanan kamu saja, Licardo!" ucap Sisca.
Akting Sisca benar-benar membuat Licardo seperti mempercayai ucapan Sisca. Bahkan nyata-nyata Licardo telah melihat bukti perselingkuhannya dengan laki-laki lain dari Ricardo. Namun dia telah dibutakan mata dan hatinya hanya karena ucapan Sisca yang benar-benar bisa membuat Licardo mempercayai nya.
"Hem, aku rasa kamu benar sayang!? Ricardo dari dulu sangat membenci kamu. Jadi dia melakukan berbagai cara untuk membuat video ini seolah-olah itu wajah kamu. Pasti dia mendapatkan video itu karena wanita nya sama mirip dengan wajah kamu," sahut Licardo.
"Nah, betul kan sayang!? Jadi kamu percaya dengan aku kan sayang?! Aku tidak mungkin berbohong dan mengkhianati dirimu. Kamu sudah lama mengenalku bukan? Aku sangat menyayangi kamu Licardo! Bahkan aku sampai sekarang rela jika hanya menjadi wanita simpanan kamu saja dan aku tidak pernah menuntut lebih untuk kamu nikahi. Lalu apa untungnya bagiku mengkhianati kamu, sayang!?" kata Sisca.
"Benar sayang!? Aku percaya kamu kok! Ricardo hanya ingin kita putus dan aku tidak akan lagi mendatangi kamu," sahut Licardo.
"Jadi, kamu percaya aku kan, sayang!?" kata Sisca.
__ADS_1
"Tentu dong! Kemari lah, peluk aku!" sahut Licardo seraya membentangkan kedua tangannya supaya Sisca memeluk dirinya. Sisca tertawa terbahak-bahak dalam hatinya. Begitu bodohnya Licardo dengan semua ucapannya. Cinta membuat dirinya menjadi buta dan tuli terhadap semua kebenaran yang ia lihat dan ia dengar dari Ricardo, putra nya.