
Saat ini Dora terlihat sangat bahagia. Betapa harapan dan tujuannya menjadi satu-satunya wanita yang di ratu kan di rumah itu tercapai. Andika sangat memanjakan Dora yang telah memberikan kebahagiaan dan kegembiraan bagi keluarga besarnya dengan melahirkan seorang bayi mungil dengan jenis kelamin seorang laki-laki. Dan dengan hadirnya bayi itu, maka keluarga besar Andika akan memiliki putra mahkota yang akan mewarisi kerajaan bisnis milik keluarga besar.
Hari ini puncak kebahagiaan itu akan dirayakan. Andika bersama keluarga besarnya akan mengadakan pesta besar-besaran untuk kelahiran putra dari pasangan Andika bersama dengan Dora. Selain itu, Andika juga akan mengadakan pesta pernikahan yang megah serta mengumumkan bahwasanya Dora adalah istri satu-satu nya saat ini yang telah melahirkan bayi mungil keturunan dari Andika.
Dora benar-benar merasakan kelegaan dan kebahagiaan itu. Dia sangat senang menjadi ratu di keluarga besar Andika. Tentu saja bunda Ririn selaku ibu kandung Dora sangat bahagia karena Dora mendapatkan kebahagiaan itu walaupun dengan cara menculik bayi Dita dan membohongi Andika dan semua orang bahwa bayi itu adalah anak Dora. Padahal yang sesungguhnya bayi Dora telah meninggal dunia.
Tamu-tamu berdatangan. Beberapa mata memandang ke arah Emon yang baru tiba dengan menggandeng seorang wanita cantik. Namun bukan Dita, istrinya yang sudah dikenal di publik. Ervan berjalan dibelakang nya bersama dengan Melisa, mendampingi Emon sang bos yang menggandeng mesra wanita cantik dan anggun. Bahkan penampilan nya terlihat bersinar mengalahkan sang pengantin wanita yang duduk di singgasana nya bersama dengan mempelai pria. Sebenarnya mereka telah menikah. Namun hari ini kembali diadakan pesta pernikahan yang megah dan meriah untuk mengumumkan bahwasanya Dora lah istri satu-satu nya dari Andika. Pesta itu juga sebagai bentuk kebahagiaan karena telah lahirnya putra mahkota keturunan dari tuan Andika. Kegembiraan sangat terasa di keluarga besar Andika dengan lahirnya bayi mungil yang diakuinya sebagai putra dari Dora dan Andika.
"Jangan gugup, sayang! Bahkan mereka tidak mengenalmu sebagai Dita. Saat ini wajah kamu telah mengenakan topeng," bisik Emon pada Dita yang saat ini sedang menyamar sebagai wanita lain yang dekat dengan tuan muda Emon.
Jika Emon datang bersama Dita dengan menunjukkan wajah asli nya, tentu saja membuat pergerakan Dita untuk melihat bayi mungil Dora akan dilarang oleh orang-orang anak buah suruhan Dora. Dora pasti menutup akses masuk bagi Dita untuk melihat putra Dora. Hal ini mencegah supaya Dita tidak mengetahui bahwa bayi nya telah berada di tangan Dora.
"Ayo, kita mengucapkan selamat pada Dora dan juga tuan Andika atas kelahiran putra nya," ajak Emon pelan.
"Apakah mereka tidak mengenali aku? Terutama Dora?" bisik Dita.
"Tentu saja, sayang! Bahkan aku rela membuat heboh media dengan menggandeng wanita lain di pesta ini. Orang-orang mengira, kamu adalah calon istriku yang kedua setelah Dita. Bisa kamu bayangkan bukan, mata mereka semua seperti tidak menyukai aku saat menggandeng wanita lain di acara pesta ini," kata Emon pelan.
"Hehehe, tidak masalah kak. Semua demi kelancaran misi kita. Kita akan memastikan bahwasanya bayi Dora yang di box bayi itu adalah putra kita. Setelah itu kita mulai bergerak. Pastikan orang-orang kak Emon bertindak untuk menculik kembali bayi Dora yang sebenarnya adalah putra kita," ucap Dita.
Dora dan juga tuan Andika menyambut kedatangan tamu-tamu yang mengucapkan selamat kepada mereka. Mereka berdua disibukkan dengan tamu-tamu yang hadir memberikan selamat. Sehingga saat bayi Kianu Naza Andika hendak dipindahkan ke dalam dan meninggalkan ruangan pesta karena bayi Kianu Naza Andika terlelap tidur. Tiba-tiba saja bayi Kianu itu menangis histeris. Sehingga beberapa tamu menjadi terkejut dan dibuat panik karena bayi Kianu menangis terus tidak mau diam.
"Istri ku sayang, bayi kita Kianu menangis sayang. Kamu boleh menggendongnya dan menyusuinya. Aku akan mengijinkan kamu meninggalkan panggung singgasana pengantin ini sementara waktu sampai putra kita tenang, berhenti menangis dan tidur kembali," ucap Andika.
__ADS_1
"Tapi, Andika sayang!? Saat ini aku sedang jadi ratu di sini. Aku menjadi pengantin wanita mu saat ini. Masak aku harus mengurus bayiku dan meninggalkan pesta pernikahan ini," protes Dora.
"Hanya sementara saja sayang," sahut Andika.
"Ayo, biar aku menemani kamu menenangkan putra kita. Bayi Kianu Naza Andika kalau menangis terus juga tidak enak dengan tamu-tamu kita, sayang. Masak kita orang tua nya duduk diam di sini saja sedangkan putra kita Kianu Naza Andika menangis. Mungkin saja minta digendong dengan mommy nya atau daddy nya," ajak Andika seraya berdiri lalu meraih tangan Dora menggandeng nya mendekati bayi Kianu Naza Andika yang saat ini digendong oleh baby sitter nya.
"Kianu, daddy dan mommy datang!" ucap Andika seraya mengambil bayi dengan jenis kelamin laki-laki itu. Bayi itu masih saja menangis keras saat digendong oleh Andika. Kini Andika menyerahkan nya pada Dora sebagai mommy nya. Namun saat berada di gendongan Dora, bayi Kianu Naza Andika semakin keras menangis nya. Hal itu membuat tamu-tamu yang hadir di pesta itu menjadi heran dan ikut panik. Sebenarnya apa yang diminta oleh bayi, putra Dora itu.
"Sayang, lebih baik kamu susui saja sayang! Mungkin putra kita saat ini sedang haus," ucap Andika.
"Tapi, sayang? Masak aku harus menyusui di sini?" sahut Dora.
"Demi putra kita, sayang! Ayolah, kamu beri air susu kamu, sayang?" desak Andika.
Andika segera mengambil botol susu formula yang dibawa oleh baby sitter bayi Kianu Naza Andika.Bunda Ririn pun ikut panik saat bayi itu tidak berhenti menangis. Sampai akhirnya, Dora memberikan susu formula itu pada bayi Kianu, namun setelah diminum Kianu lalu susu itu disemburkan ke muka Dora. Tentu saja Dora spontan menjadi marah.
"Brengsek! Anak tidak tahu diri! Kamu sama saja seperti mommy kamu!" ucap Dora tanpa. sadar. Dora menyerahkan bayi laki-laki itu pada baby sitter didekatnya. Tentu saja Andika menyipitkan bola matanya mendengar ucapan Dora.
"Apa maksud kamu, Dora? Apa yang kamu ucapkan barusan tadi?" tanya Andika.
"Eh, em maksud aku, maksud aku Kianu ... " sahut Dora gugup.
"Maaf, nak Andika! Dora hanya kaget saja. Jadi ngelantur bicaranya," kata bunda Ririn ikut campur. Sedangkan bayi Kianu masih saja menangis keras. Disaat keributan dan kegaduhan itu, Dita dan Emon mendekati bayi mungil yang masih saja menangis tidak mau diam. Walaupun sudah dikasih minum dan ditenangkan oleh Dora, Andika dan juga orang-orang di sana.
__ADS_1
"Sayang!! Putra daddy," ucap Emon seraya mengambil alih bayi Kianu dalam gendongan bunda Ririn.
Tiba-tiba saja bayi laki-laki itu terdiam dan bahkan tersenyum. Beberapa orang-orang yang menyaksikan tuan Emon bisa membuat diam bayi Kianu menjadi heran. Sekarang Emon menyerahkan bayi laki-laki itu kepada Dita yang masih mengenakan topengnya. Bayi itu terdiam dalam gendongan Dita. Emon kini sibuk membuka topeng wajah Dita. Semua orang menyaksikan Emon membuka wajah palsu Dita yang ternyata mengenakan topeng. Orang-orang tidak menyangka jika wajah wanita yang bersama dengan Emon ternyata mengenakan topeng.
"Hah? Dita??" gumam Dora dan juga bunda Ririn. Sedangkan tamu-tamu undangan yang hadir melihat itu hanya ikut tersenyum saja.
"Aku pikir, tuan Emon membawa wanita lain selain istrinya. Ternyata dia istrinya sendiri yang lagi menyamar, hehehe. Tuan Emon benar-benar suka membuat kejutan. Tapi apa maksud semua ini? Kenapa tuan Emon menyuruh istrinya menyamar menjadi wanita lain?" ucapan beberapa tamu-tamu di sana.
"Dafi Alexandria!? Kamu pasti kangen mommy dengan daddy yah, sayang!? Kasihan kamu selama ini bersama dengan nenek Ririn dan juga tante kamu yah, sayang! Tapi kenapa kamu menangis, Dafi sayang!? Mereka juga saudara mommy, kok! Dan anggap saja tante Dora seperti mommy kamu sendiri," ucap Dita yang membuat orang-orang yang mendengar nya menjadi saling berpandangan. Bahkan Andika juga menjadi menyipitkan bola matanya. Lalu kini Andika beralih menatap tajam ke arah Dora.
"Jelaskan kepadaku, apa maksud semua ini, Dora!?" ucap Andika dengan mencengkram lengan Dora dengan kuat.
"Eh, em aku aku bisa menjelaskan semuanya, Andika sayang," sahut Dora gugup.
Di saat itu Cindy, orang kepercayaan Andika yang dulu diperintahkan untuk menemani Dora saat operasi sesar datang mendekati Andika yang berusaha mendesak Dora untuk menjelaskan semuanya.
"Bayi Kianu sebenarnya adalah putra dari tuan Emon bersama dengan nyonya Dita, tuan Andika. Bayi nyonya muda Dora, sebenarnya sudah meninggal dunia saat operasi sesar waktu itu, tuan," ucap Cindy dengan suara lantang. Sukses ucapan Cindy membuat semua orang-orang di sana menatap ke arah Dora dengan geram.
Disaat orang-orang itu gaduh dan juga Andika terlihat marah dan kecewa dengan tindakan Dora, Emon mengajak Dita meninggalkan tempat itu sambil membawa bayi laki-laki nya yang mereka beri nama Difa Alexandria.
"Apakah kita terlalu jahat memperlihatkan kejahatan Dora pada semua orang, kak Emon?" tanya Dita.
"Tidak sayang! Itu lebih baik daripada kita melaporkan nya kepada polisi atas kasus penculikan putra kita," sahut Emon dengan menggandeng Dita yang saat ini menggendong Difa Alexandria. Sedangkan Ervan bersama dengan Melisa ikut lega karena bayi laki-laki bos nya sudah berada di gendongan mommy aslinya.
__ADS_1