WANITA PENGGANTI CEO

WANITA PENGGANTI CEO
BAB 42


__ADS_3

"Terimakasih, istriku tersayang. Kamu telah memberikan seorang putra yang tampan kepada ku. Bayi kita ini sangat tampan dan sehat. Bahkan berat badan dan tingginya seperti bayi yang sudah berusia satu bulan. Gemuk dan sehat," ucap Andika seraya menggendong bayi itu yang ia pikir adalah anak Dora. Padahal sesungguhnya bayi Dora telah meninggal dunia sedangkan yang digendong nya saat ini adalah bayi Dita.


Dora dan bunda Ririn saling berpandangan saat Andika menyadari bahwasanya bayi yang saat ini dia gendong ukuran nya seperti bayi yang sudah berusia satu bulan.


"Bayi Dora sangat sehat, nak Andika. Dia saat di dalam janin mendapatkan gizi yang berlimpah ruah. Jadi perkembangan nya cukup pesat," sahut bunda Ririn.


"Benar, bunda! Dora sangat pintar menjaga kandungan nya sehingga bayi kami menjadi sehat," kata Andika.


"Andika, sayang! Apakah kamu sudah mempersiapkan sebuah nama laki-laki untuk putra kita?" tanya Dora.


"Hem, sudah dong sayang. Saat dijalan aku sudah mempersiapkan satu nama buat anakku ini. Aku akan memberikan nama buat putra kita dengan Kianu Naza Andika. Bagaimana menurut kamu, sayang?" ucap Andika dengan tersenyum lebar.


"Sayang, itu nama yang bagus! Saya menyukai nya. Aku akan memanggil nya dengan Kianu," sahut Dora.

__ADS_1


"Kianu yang tampan dan gagah. Hem, tapi kenapa wajahnya tidak ada kemiripan dengan kamu yah, sayang? Biasanya anak laki-laki lebih cenderung mirip dengan ibu nya. Bahkan dengan aku pun tidak ada kemiripan sama sekali," kata Andika.


"Saat bayi seperti itu, wajahnya nya masih bisa berubah-ubah, nak Andika. Kadang bisa mirip kakek nya atau nenek nya. Atau saudara yang lain. Tidak harus mirip dengan ayah dan ibu nya," sahut bunda Ririn yang berusaha menutupi rasa kecurigaan Andika terhadap bayi mungil anak kandung Dita.


"Hem, benar juga yah bun. Yang terpenting putraku saat ini dalam keadaan sehat, bun!" kata Andika.


"Benar, nak Andika. Cucu ku ini sangat tampan sekali. Dia mirip dengan nenek buyut nya," sahut bunda Ririn yang berusaha mengecoh Andika. Entah buyut mana yang dimaksudkan oleh bunda Ririn.


*****


Tiba-tiba saja Ervan menerima informasi dari anak buahnya yang disebar untuk mencari putra tuan Emon yang telah diculik oleh seseorang. Di mana bayi mungil itu dilarikan oleh baby sitter nya sendiri. Ervan terlihat manggut-manggut mendengar informasi dari anak buahnya melalui sambungan di ponsel nya. Setelah menerima informasi itu, Ervan mulai menyampaikan nya pada Emon.


"Tuan Emon! Sepertinya ada titik terang tentang keberadaan putra kecil anda tuan," ucap Ervan. Emon yang mendengar nya menjadi bersemangat.

__ADS_1


"Benarkah, Ervan!? Dimana putra ku disembunyikan oleh mereka?" sahut Emon.


"Dari informasi yang saya terima, kakaknya nyonya muda yaitu Dora, dia baru saja melakukan operasi sesar. Di mana bayi nya ternyata telah meninggal dunia. Namun berita kematian bayi Dora ini hanya pihak rumah sakit yang mengetahui nya. Sedangkan saat ini di kediaman rumah utama tuan Andika, ada suatu pesta besar-besaran menyambut kelahiran putra nya. Selain itu tuan Andika juga akan membuat pesta pernikahan nya kembali bersama istrinya, Dora secara besar-besaran juga megah," terang Ervan.


"Jadi, tuan Emon bisa menyimpulkan bukan? Bahwasanya putra anda saat ini ada di tangan mereka," sambung Ervan.


"Maksud kamu, penculikan putra ku itu karena mereka lah yang menjadi dalangnya?" sahut Emon.


"Sementara ini hanya praduga saja, tuan Emon. Kita belum memastikan bayi itu apakah benar-benar putra anda yang telah dilarikan oleh baby sitter itu," kata Ervan.


"Kalau begitu, aku akan datang bersama dengan Dita istriku di saat pesta itu diselenggarakan. Aku dan Dita akan bermain cantik untuk membawa pulang kembali putra kami, jika benar bayi itu adalah anakku dengan Dita," sahut Emon.


"Betul, tuan! Anda bisa melakukan penculikan balik jika itu benar-benar putra anda sendiri yang sudah dibawa kabur oleh baby sitter yang tidak lain adalah suruhan dari Dora maupun keluarga nya," kata Ervan.

__ADS_1


Ada secercah harapan dari Emon untuk bisa menemukan kembali putranya. Dia yakin bahwasanya putra nya akan baik-baik saja.


__ADS_2