WANITA PENGGANTI CEO

WANITA PENGGANTI CEO
BAB 17


__ADS_3

Emon mengajak Dita untuk membersihkan tubuh mereka setelah usai melakukan kegiatan buka segel yang pertama kalinya. Di bathtub itu kedua nya saling berendam. Emon membantu membersihkan punggung Dita dengan penuh kelembutan.


"Aku ingin mengajak kamu berbulan madu ke luar negeri. Aku pikir ini ide yang bagus bukan? Kita liburan supaya lebih fokus dan lebih romantis," ucap Emon sambil menggosok punggung Dita dengan spon yang sudah diberi sabun.


"Fokus?" sahut Dita.


"Benar, sayang! Aku ingin segera memiliki anak dari kamu. Semoga di dalam sini secepatnya akan tumbuh janin," kata Emon sambil mengusap bagian perut Dita yang masih rata.


"Hem, tidak perlu jauh-jauh kalau ingin bikin anak, kak! Di mana pun kita bisa bikin kan?" ucap Dita. Emon tersenyum lebar mendengar nya.


"Benar apa kata kamu, sayang!" sahut Emon. Tanpa memberikan kesempatan pada Dita untuk rileks lagi, Emon segera mengulangi kegiatan panas itu di dalam bathub. Dita yang kembali mendapatkan serangan yang tiba-tiba dari Emon mau tidak mau ikut membalasnya.


"Sayang! Sepertinya kamu ingin lebih aktif yah? Baiklah, aku memberikan kesempatan kamu untuk mendominasi permainan ini," ucap Emon dengan tersenyum nakal.

__ADS_1


Di dalam kamar mandi mewah yang dilengkapi bathub dan shower, pasangan suami istri yang baru saja sepakat menyerahkan jiwa dan raga mereka itu telah mengikis jarak. Keduanya saling memberi dan menerima dalam kegiatan yang meluapkan hasrat.


"Dita, sayang! Aku menyukai kamu," ucap Emon. Dita tersenyum menunjukkan betapa dirinya sangat bahagia menjadi istri yang sebenarnya bagi Emon.


*****


"Buka mulutmu, sayang! Kamu harus mencicipi makanan ini," kata Emon sambil memberikan satu sendok makanan di piringnya untuk Dita. Dita membuka mulut nya menuruti perintah suaminya. Makanan itu segera dikunyah nya.


"Bagaimana rasanya?" tanya Emon saat melihat Dita mulai mengunyah makanan yang dia berikan.


"Ini bistik daging sapi, sayang! Enak kan? Mau lagi?" kata Emon lalu mengambilkan bistik itu ke piring Dita.


"Sudah cukup, kak! Nanti aku bisa gemuk," protes Dita.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang! Bukankah kamu. sudah sold out kan dan akulah yang memiliki kamu. Kamu gemuk atau kurus bagiku itu tidak mengurangi rasa suka aku terhadap kamu," kata Emon yang tiba-tiba menjadi orang yang budak cinta tingkat akut.


"Hehehehe, tapi kata orang-orang setiap laki-laki selalu bicara seperti itu ketika di depan istrinya. Tapi ketika sedang di luar pasti matanya tetap jelalatan tidak lepas dari wanita seksi yang bodi nya oke. Lalu lupa kalau sudah memiliki Istri di rumah. Apalah istrinya gemuk dan tidak lagi seksi," kata Dita.


"Kata siapa? Aku tidak kok!" protes Emon.


"Kata pelayan-pelayan di sini. Aku selalu mendengar mereka kalau sedang ngerumpi saat mereka istirahat," kata Dita.


"Apa? Kamu jangan suka dengerin pelayan-pelayan di sini yang suka ngerumpi," ucap Emon.


Emon menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ayo, habiskan makanan kamu! Setelah ini aku akan mengajak kamu menjumpai mommy dan daddy ku di kediamannya. Selama ini kamu belum pernah aku ajak ke rumah utama bukan? Pasti mama papa ingin lebih mengenal dekat dengan kamu, sayang," kata Emon.

__ADS_1


"Huum, kak!" sahut Dita.


__ADS_2