WANITA PENGGANTI CEO

WANITA PENGGANTI CEO
BAB 40


__ADS_3

"Kamu kenapa sih, kok cemberut sayang?" tanya Andika.


"Aku sangat benci banget dengan adikku. Dia pikir hanya dia sendiri yang bisa hamil? Masak dia kaget saat mengetahui aku sedang hamil," adu Dora. Andika mengusap perut istrinya yang saat ini terlihat cemberut itu.


"Jangan marah dong, sayang! Adik kamu itu terkejut saat melihat kamu hamil itu karena dia tidak mengetahui kalau kamu saat ini sudah menikah dan menjadi istriku, sayang! Jadi wajar kan jika mereka kaget melihat kehamilan kamu," kata Andika.


"Habis kamu sih, menikahi aku tanpa pesta yang meriah dan mewah. Jadi tidak banyak yang tahu kalau saat ini aku sudah menjadi istri kamu. Istri seorang pria yang tampan dan juga kaya raya. Memiliki perusahaan besar di negeri ini," ucap Dora.

__ADS_1


"Maaf, istriku sayang! Aku janji setelah kelahiran anak kita nanti. Kita akan mengadakan pesta pernikahan yang meriah supaya orang-orang seluruh dunia ini mengetahui bahwasanya kamu itu adalah istri ku. Dan kita bikin pesta sebagai wujud rasa syukur karena kelahiran anak kita. Semoga kamu dan juga anak kita sehat terus," kata Andika.


"Aamiin! Senang banget, punya suami yang baik seperti kamu, sayang!" sahut Dora seraya memeluk tubuh Andika. Dora semakin manja dengan Andika.


*****


Beberapa bulan kemudian, hari kelahiran sang jabang bayi yang dinantikan oleh semua orang telah tiba. Dora saat ini sedang menjalani operasi sesar. Sebenarnya ada masalah serius dalam kehamilan Dora. Sehingga dokter menyarankan untuk operasi sesar. Dora yang mengetahui dirinya harus operasi sesar daripada melahirkan secara normal menjadi lega. Karena Dora tidak ingin di area inti nya dijahit. Dora takut kalau suaminya nanti menjadi tidak menyukai nya karena barang berharganya menjadi rusak.

__ADS_1


Sudah beberapa jam, Dora berada di ruang operasi. Tim medis sedang berusaha keras mengeluarkan bayi yang berada di dalam rahim Dora. Mereka ekstra hati-hati karena ada permasalahan serius yang dialami oleh Dora pada janin nya. Namun mereka tetap berupa semaksimal mungkin supaya ibu dan bayinya selamat.


Pintu ruangan. operasi itu terbuka, salah satu dokter wanita keluar dari ruangan itu dengan wajah yang muram dan sedih. Bunda nya Dora dan juga Cindy segera mendekati dokter wanita itu. Mereka harap-harap cemas ingin mengetahui kabar dan hasil dari operasi sesar tersebut.


"Bagaimana dokter keadaan anak dan cucu saya? tanya bunda nya Dora. Dokter itu menarik nafas nya dalam dalam dan berusaha setenang mungkin.


"Putri nyonya baik-baik saja. Namun sekali lagi kami meminta maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan bayi nyonya Dora. Tapi ternyata Tuhan sudah berkehendak lain. Cucu, nyonya meninggal dunia, nyonya!?" ucap dokter wanita itu dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Hah? Apa? Itu tidak mungkin dokter! Cucu saya tidak boleh meninggal. Dia harus tetap hidup karena kami sangat menantikan kelahiran nya," urai bunda nya Dora.


Cindy yang mendengar penjelasan dari dokter wanita itu ikut menyimak. Lalu segera menghubungi Andika untuk mengabarkan bahwasanya anak yang dilahirkan oleh istri nya telah meninggal dunia. Namun sebelum Cindy mengabarkan kabar itu, bunda nya Dora mencegah nya.


__ADS_2