WANITA PENGGANTI CEO

WANITA PENGGANTI CEO
BAB 44


__ADS_3

"Bawa wanita ini ke penjara bawah tanah!" perintah Andika kepada dua anak buahnya. Pria dengan perawakan tinggi besar serta kekar itu segera menyeret Dora menuju ke penjara bawah tanah yang sengaja dibuat untuk menghukum orang-orang yang telah berkhianat pada Andika. Dora berteriak-teriak histeris meminta ampunan pada Andika. Namun dua pria tinggi besar itu sudah membawa paksa Dora dari tempat itu.


"Andika, kamu tidak boleh melakukan ini kepadaku, Andika. Aku istrimu, bahkan kita baru saja menikah dan mengumumkan bahwasanya aku adalah istrimu satu-satu nya. Andika, tolong!! Lepaskan aku!!" ucap Dora sambil meronta-ronta minta dilepaskan dari dua pria kekar yang memegangi kedua tangannya.


Andika sudah sangat malas melihat Dora. Seketika Andika benci dengan Dora. Gara-gara Dora lah, Andika telah menceraikan istri nya terdahulu. Ditambah banyak laporan dari pelayan yang mengatakan kalau sikap Dora kepada beberapa pelayan di rumah itu tidak bagus. Hal itu menambah daftar hitam bagi perilaku Dora yang tidak baik.


Dua pria itu menyeret Dora ke penjara bawah tanah sesuai perintah Andika. Sepanjang di bawa ke penjara bawah tanah, Dora berteriak-teriak memanggil nama Andika. Hal itu membuat Andika semakin geram. Andika ingin rasanya membungkam mulut Dora supaya diam dan tidak membuat kegaduhan. Akhirnya Andika menyuruh anak buahnya untuk menyuntikkan sesuatu pada Dora supaya Dora tidak lagi berteriak-teriak.Namun suntikan di bagian bawah perut atau paha itu akan bereaksi untuk meningkatkan hasrat Dora. Senyum seringai dari dua pria yang merupakan anak buah Andika itu tatkala, Dora mulai menunjukan gelagat aneh.


Dua pria kekar dengan warna kulit yang berbeda itu mulai masukkan Dora ke dalam penjara bawah tanah. Kedua pria itu saling berpandangan namun dalam isi otak mereka satu pemikiran.


"Bagaimana ini? Sepertinya suntikan yang diberikan tuan Andika itu untuk membangkitkan hasrat wanita ini. Lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah kita membiarkan wanita cantik dan seksi itu nganggur? Rasanya sangat rugi jika kita hanya bisa melihat nya," ucap salah satu pria itu yang memiliki kulit hitam. Dia bernama Tio.


"Tentu kita tidak mungkin membiarkan hidangan lezat di depan mata kita itu tanpa kita cicipi," sahut salah satu kawannya yang berkulit putih. Dia bernama Dadang.


"Tapi apakah boleh dan diijinkan oleh tuan Andika?" kata Tio.

__ADS_1


"Wanita ini sudah dihukum di penjara bawah tanah. Setelah ini wanita itu mungkin saja akan dimasukkan ke kandang anjing buas untuk santapan mereka," ucap Dadang.


"Lihat lah, seperti nya obat yang disuntik kan ke wanita itu sudah bereaksi. Ayo kita nikmati menu hidangan malam ini. Aku benar-benar ingin mencicipi nya. Wanita yang pernah dekat bersama dengan tuan kita. Aku rasa dia pasti lebih menarik dan bisa memuaskan kita, hahaha!" kata Tio.


"Ayo, kita mainkan!" sahut Dadang.


*******


Di tempat lain, Lilyana akhirnya resmi menjadi istri dari Ricardo. Petualangan Ricardo sebagai laki-laki Casanova akhirnya berakhir. Ricardo sudah memantapkan hatinya menikahi Lilyana. Ricardo yakin dengan menjadikan Lilyana istrinya atau pendamping hidup nya, Ricardo akan menjadi pria dewasa yang bertanggung jawab. Itu terbukti selama berpacaran dengan Lilyana, Ricardo mau bekerja di perusahaan papa nya, yaitu tuan Licardo.


"Lilyana," gumam Ricardo yang mulai berani memeluk Lilyana.


"Hem," sahut Lilyana.


"Sekarang aku sudah boleh kan untuk menyentuh mu?" ucap Ricardo.

__ADS_1


"Heem, tapi pelan-pelan lah melakukannya, Ricardo! Aku bukan Dora, mantan kamu itu!" sahut Lilyana dengan tersenyum sinis.


"Hehehe, dalam situasi ini kenapa kamu selalu saja menyebutkan nama itu," kata Ricardo. Ricardo merajuk melepaskan pelukan nya. Dia. memilih keluar dari balkon kamar itu. Lilyana menjadi bingung dengan sikap Ricardo yang tiba-tiba menjadi mudah tersinggung.


"Maaf, sayang! Soalnya tadi aku tiba-tiba teringat saja dengan mantan pacar kamu itu, Dora. Hem, bagaimana nasib nya sekarang yah, setelah dia ketahuan menculik bayi milik Dita. Aku jadi kasihan dengan Dora. Tuan Andika itu dikenal pria dingin yang sewaktu-waktu bisa menghabisi nyawa seseorang tanpa ampun dan belas kasihan," urai Lilyana seraya memeluk Ricardo dari belakang.


"Sudahlah, Lilyana! Jangan membahas wanita itu lagi. Dia yang memilih jalan hidup nya seperti itu. Dia sendiri yang telah menghancurkan sendiri. Lebih baik kita fokus menikmati malam pertama kita ini," kata Ricardo.


Ricardo membalikkan badannya. Kini keduanya saling berhadap-hadapan. Di balkon kamar itu mereka saling mengikis jarak. Kedua bibir mereka sudah bertemu. Ciuman panjang itu terjadi.


Malam ini cuaca sangat cerah. Langit bertaburan bintang. Mereka tanpa rasa malu berciuman di balkon itu. Ricardo ingin menciptakan sesuatu yang berkesan untuk Lilyana di luar kamar mereka. Tanpa memperdulikan dan khawatir ada seseorang yang melihat adegan mereka. Bahkan Ricardo sudah merebahkan Lilyana ke sofa panjang di balkon kamar itu yang luas. Lilyana pasrah diapain apa saja oleh Ricardo. Karena dirinya sudah menjadi istri sah bagi Ricardo.


"I love you, baby!" bisik Ricardo.


"I love you to, Ricardo!" sahut Lilyana seraya memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


__ADS_2