WANITA PENGGANTI CEO

WANITA PENGGANTI CEO
BAB 49


__ADS_3

Benar, Ricardo diam-diam menyuruh orang untuk mengawasi gerak-gerik Sisca, wanita simpanan papa nya. Terlihat seorang laki-laki yang diduga pacar Sisca datang ke rumah Sisca di saat jam sepuluh pagi. Dia adalah Roy, pria muda yang memiliki tubuh yang ideal dan wajah yang tentu saja tampan. Tuan Licardo tentu saja kalah jauh dengan pria muda itu dalam segi fisik.


Ricardo telah mendapatkan informasi dari orang suruhannya. Ricardo menyuruh orang suruhannya untuk mendapatkan foto Sisca saat bersama Roy di rumahnya. Setelah mendapatkan foto itu Ricardo menunjukkan nya kepada papa nya. Ricardo bilang kepada papa nya, jika ingin memastikan kebenarannya, papa nya harus datang dan melihat nya sendiri di rumah Sisca saat itu juga. Karena Sisca dan juga Roy sekarang ini sedang ketemuan di rumah itu. Di mana rumah Sisca itu adalah rumah yang dibelikan tuan Licardo untuk wanita simpanan nya itu untuk memberikan fasilitas yang nyaman bagi wanita simpanan nya itu. Namun tuan Licardo masih belum mempercayai Ricardo dengan itu semuanya. Bahkan tuan Licardo berkata kepada Ricardo untuk berhenti menyudutkan Sisca.


"Ricardo!! Berhenti lah mengurusi hubungan ku dengan Sisca. Jangan coba-coba lagi memfitnah Sisca dengan hal sepele seperti itu. Seribu foto Sisca bersama dengan laki-laki manapun yang kamu kirimkan pada ku, aku tidak akan mempercayai kamu Ricardo!" ucap tuan Licardo pada Ricardo.


"Astaga, papa! Papa benar-benar yah! Tolong lah pa! Sekali ini saja papa mempercayai aku. Silahkan papa mendatangi rumah Sisca sekarang juga. Aku pastikan wanita simpanan papa yang papa anggap sangat menyayangi papa itu, saat ini telah bermain gila dengan laki-laki itu," sahut Ricardo.


"Cukup, Ricardo! Lebih baik kamu urus saja rumah tangga kamu sendiri. Jangan ikut campur pribadi papa. Oke?" kata tuan Licardo.


"Haduh, papa! Benar-benar yah?" ucap Ricardo yang sudah geram dengan papa nya yang tidak mempercayai ucapannya. Akhirnya Ricardo memilih kembali ke ruang kerjanya meninggalkan papa nya di ruangan itu sendiri.


Kini tuan Licardo mulai berpikir dengan ucapan putra nya. Kembali Licardo teringat foto yang ditunjukkan pada putra nya itu.


"Oke, kali ini aku akan memastikan sendiri atas kebenaran nya. Jika Ricardo benar-benar memberikan informasi yang benar dan tidak memfitnah Sisca, hari ini juga aku akan membuat perhitungan pada Sisca. Aku akan mengusir Sisca dari rumah itu. Bersyukur rumah itu masih atas nama Ricardo dan sertifikat tanah dan bangunan itu saat ini masih aku simpan. Makanya waktu itu Sisca sempat merengek meminta balik nama atas kepemilikan sertifikat tanah dan rumah itu. Apakah ada maksud yang tersembunyi dari Sisca?" gumam Licardo.


Licardo kini menyambar kunci mobilnya. Dia akan mendatangi rumah Sisca sendiri tanpa sopir pribadinya. Licardo ingin membuktikan semuanya. Bahwasanya Ricardo putranya tidak membohongi dirinya.


Saat keluar dari ruangan kerja nya Licardo berpapasan dengan Ricardo.

__ADS_1


"Papa mau kemana?" tanya Ricardo.


"Bukankah kamu menyuruhku untuk memastikan kebenaran itu?" sahut tuan Licardo. Ricardo yang mendengar jawaban dari papa nya langsung tersenyum lega.


"Semoga papa nya bisa sadar bahwasanya selama ini telah dimanfaatkan oleh Sisca. Bahkan banyak uang papa dikuras oleh Sisca untuk memberikan modal pada pria itu," gumam Ricardo.


Ricardo pun diam-diam ikut membuntuti papa nya. Dia juga tidak ingin papa nya gegabah dan main hakim sendiri jika melihat dan bertemu Roy, pacar muda Sisca.


*****


"Sialan!! Kalian benar-benar menjijikkan!! Bahkan berbuat mesum di rumahku! Sisca!? Jelaskan padaku, siapa pria itu, hah??" ucap tuan Licardo saat memergoki Sisca telah berbuat mesum di kamar tengah.


Beruntung taun Licardo juga membawa kunci cadangan untuk masuk ke dalam rumah itu. Dan saat masuk ke dalam ke sana, tuan Licardo mendengar suara laknat yang tanpa filter terdengar sampai ruangan tengah. Tuan Licardo akhirnya membuka pintu kamar utama di rumah itu yang memang tidak dikunci oleh Sisca. Tentu saja Sisca merasa aman karena pintu depan sudah dikunci. Jadi kamar utamanya tidak dikunci pun orang tidak akan bisa masuk karena di rumah itu hanya Sisca yang menempati. Selain itu tuan Licardo lah yang sering mendatangi nya. Dan tuan Licardo tidak mungkin datang ke rumahnya di saat jam kerja seperti sekarang itu.


"Kurang ajar!! Laki-laki biadab! Berani-beraninya berbuat mesum di sini. Laki-laki miskin seperti dia, kamu pilih Sisca!?" ucap tuan Licardo.


"Eh, tidak, tidak Licardo sayang!? Kamu salah paham?! Kami tidak melakukan apa-apa kok," sahut Sisca masih saja beralasan. Tuan Licardo tersenyum sinis.


"Sudah jelas-jelas kamu bermain gila dengan pria ini masih saja mengelak nya. Bahkan aku sudah melihat kalian berdua tidak berpakaian. Kau pikir aku bodoh, hah??" sahut tuan Licardo yang saat ini giliran Sisca yang menjadi sasaran amukannya.

__ADS_1


"Memang kamu bodoh, Licardo!!" sahut Sisca akhirnya berucap.


Plak. Tuan Licardo menampar muka Sisca lalu mulai menjambak rambutnya. Sisca menatap tajam ke arah tuan Licardo. Licardo kembali menarik rambut Sisca dan menjambak nya hingga kepala Sisca mendongak ke atas. Sedangkan Roy sudah meringis kesakitan memegangi perut nya. Disaat tuan Licardo sedang marah dengan Sisca, Roy berlari keluar meninggalkan tuan Licardo yang masih marah dengan Sisca.


"Sekarang pergi dan tinggal kan rumah ini! Aku tidak mau melihat mu lagi Sisca! Kamu benar-benar sangat menjijikkan sekali!" kata tuan Licardo.


"Tapi Licardo! Bukankah kamu sudah memberikan rumah ini kepada ku?" sahut Sisca.


"Jangan bermimpi, Sisca! Wanita seperti kamu ini yang suka menguras tabungan ku tentu saja membuat aku menjadi berpikir dua kali untuk memberikan sepenuhnya padamu. Hem, ternyata jauh-jauh hari aku sudah memperhitungkan masalah ini. Ternyata semua yang dikatakan oleh Ricardo putra ku benar adanya. Kamu hanya memanfaatkan aku saja," kata tuan Licardo.


"Lagi-lagi pria brengsek itu yang menghancurkan semua ini," sahut Sisca.


Plak.


"Dia putraku! Kamu tidak pantas mengatainya seperti itu," sahut tuan Licardo setelah kembali menampar wajah Sisca hingga memerah. Tiba-tiba saja Licardo menjadi sangat kasar dan main tangan dengan Sisca karena marah. Baru kali ini Licardo bermain tangan.


"Sekarang cepat angkat kaki dari rumah ini!! Sebelum kesabaran ku sudah habis!! Aku bisa saja merusak wajah kamu yang munafik dan selalu menggoda laki-laki itu," ancam tuan Licardo.


"Baik! Baik lah! Aku akan meninggalkan rumah ini. Tapi ingat, Licardo!! Setelah ini aku akan membalas semua penghinaan ini. Dan aku akan menghancurkan keluarga mu. Karena aku pun punya bukti video kita saat berdua, hahaha. Jadi kamu akan ikut hancur juga reputasi nya. Namun aku akan meminta kompensasi darimu jika kamu tidak ingin sampai video kebersamaan kita tersebar," ancam Sisca seraya bergegas meninggalkan tuan Licardo yang masih berdiri mematung dengan ancaman Sisca.

__ADS_1


"Sisca!! Tunggu!!?" teriak tuan Licardo namun Sisca tidak memperdulikan teriakan tuan Licardo.


"Apa benar, Sisca menyimpan video saat aku bersama dengan nya? Aku akan meminta tolong Ricardo jika Sisca benar-benar membuat dan menyimpan video saat aku bersama dengan diri nya," gumam tuan Licardo.


__ADS_2