WANITA PENGGANTI CEO

WANITA PENGGANTI CEO
BAB 32


__ADS_3

"Ricardo, ini Lilyana! Cantik bukan?" kata Nyonya Anyelir memperkenalkan Lilyana pada putra nya, Ricardo. Ricardo menjabat tangan Lilyana sambil tersenyum ramah.


"Ricardo!" sahut Ricardo.


"Lilyana!" ucap Lilyana tersenyum lebar menunjukkan gigi nya yang berderet putih rapi.


"Ricardo, Lilyana, mama pergi dulu ke salon yah! Maaf, Lilyana, mama tidak bisa menemani kamu sekarang ini. Tapi ada Ricardo yang akan menemani kamu, Lilyana!?" kata nyonya Anyelir.


"Tidak apa-apa tante!" sahut Lilyana pada nyonya Anyelir. Nyonya Anyelir segera berlalu meninggalkan Ricardo dan juga Lilyana. Kini keduanya mulai ada kecanggungan.


"Hem, kamu datang ke rumah ini karena disuruh mama ku yah?" tuduh Ricardo.


"Selain tante yang menyuruh ku kemari, mami ku juga menyuruh ku kemari juga. Katanya aku harus menjumpai kamu di rumah ini sebelum kita ini menikah dan menjadi suami istri. Aku juga ingin berkenalan terlebih dahulu dan mengenal kamu lebih dekat. Sebelum kita benar-benar menjadi pasangan suami istri karena perjodohan ini," ucap Lilyana.


"Hem, baiklah kita akan mengenal lebih jauh. Sekarang apa yang ingin kamu tanyakan tentang aku?" sahut Ricardo.

__ADS_1


"Hehehe jangan terlalu formal sekali. Jika kamu tidak menghendaki perjodohan ini, aku juga akan membantu kamu kok. Aku akan bicara dengan orang tuaku kalau kamu tidak mau menikah dengan aku. Gampang kan?" kata Lilyana.


"Eh, jangan! Aku suka kamu kok! Eh maksudnya aku tertarik dengan perjodohan ini. Apalagi kamu sangat cantik dan penuh kelembutan. Tapi bagaimana dengan kamu sendiri? Apakah kamu juga tidak memiliki kekasih atau pacar?" ucap Ricardo.


"Aku? Aku baru saja putus dengan kekasihku. Karena aku akan dijodohkan dengan kamu," kata Lilyana jujur.


"Hah? Kerena kamu dijodohkan dengan aku, kamu lantas memutuskan kekasih kamu? Apakah kekasih kamu menerima begitu saja kamu memutuskan tanpa ada masalah diantara kalian?" ucap Ricardo.


"Begitu lah! Nyatanya dia tidak menahan ku saat aku meminta putus dengan nya. Tapi diam-diam aku tahu kalau dia sebenarnya sudah menduakan dan mengkhianati aku. Sehingga saat aku minta putus, dia seperti sangat senang. Miris bukan?" cerita Lilyana.


"Hahaha seperti itulah! Sekarang bagaimana dengan kamu sendiri? Apakah kamu sebenarnya juga sudah memiliki kekasih?" tanya Lilyana.


"Sebenarnya kemarin lusa aku sudah memergoki kekasihku telah berkencan dengan pria lain. Dan aku langsung memutuskan nya. Namun kemarin dia minta ketemuan dengan aku. Lalu dia kembali memohon kepada ku supaya tidak memutuskan dia. Dia minta maaf katanya tidak akan mengulangi lagi kesalahan itu. Dan aku bilang kalau untuk bersama dengan nya itu tidak akan mungkin karena orang tua ku sudah tidak senang dengan nya. Ditambah aku akan dijodohkan dengan kamu. Akhirnya dia malah memohon supaya bisa menjadi kekasih gelap ku," cerita Ricardo.


"Hah? Gila! Dia wanita gila yang kali ini baru aku dengar. Dia merengek minta kembali pada kamu dan rela menjadi kekasih gelap kamu. Terus akhirnya kamu menerimanya?" tanya Lilyana.

__ADS_1


"Aku, aku tidak bisa menolak nya! Selama ini aku sudah jalan sama dia cukup lama. Aku juga sulit untuk melupakan dia. Kamu tahu kan hubungan sejauh apa kalau aku sulit melupakan dia?" jelas Ricardo.


"Hem, kalian berpacaran ala kebarat-baratan yah! Kalian sudah melakukan hubungan itu yah? Kalau aku dengan kekasih ku, jujur saja aku belum sejauh itu. Dan mungkin saja kekasihku itu mendapatkan soal itu dari wanita selingkuhan nya," kata Lilyana.


"Jadi kamu masih... " sahut Ricardo.


"Iya, jadi kamu jangan coba-coba mengajak ku gituan yah. Karena aku bukan tipe wanita mudah memberikan kehormatan ku pada laki-laki yang belum menjadi suamiku,"ucap Lilyana.


" Hem, aku semakin tertarik dengan kamu!" sahut Ricardo.


"Hem, aku juga tidak akan menerima suami. yang hanya malas-malasan menikmati hasil kerja keras orang tua nya saja. Tanpa ikut bekerja dan berdiri sendiri dengan kedua kaki nya. Aku suka laki-laki yang bertanggung jawab dan mandiri," kata Lilyana penuh dengan sindiran.


"Kamu jangan khawatir! Aku mulai besok akan bekerja di perusahaan papa kok! Aku tidak akan bermalas-malasan lagi yang hanya menghabiskan uang dari pemberian papa," sahut Ricardo.


"Bagus lah! Aku ingin bukti bukan hanya janji!" kata Lilyana seraya tersenyum lebar menatap Ricardo.

__ADS_1


"Haduh, ngena banget di aku yang selama ini hanya menengadah minta duit saja pada papa," batin Ricardo.


__ADS_2