WANITA PENGGANTI CEO

WANITA PENGGANTI CEO
BAB 36


__ADS_3

Pagi itu kembali drama itu terjadi. Dita kembali merasakan mual-mual dan muntah-muntah saat Emon hendak berangkat ke kantor. Baru saja melangkahkan kaki nya di pintu utama kediaman rumah itu, Dita langsung bikin heboh para pelayan-pelayan di rumah itu. Sehingga satu pelayan harus berteriak kepada Emon bahwasanya nyonya muda nya saat ini seperti sedang mabok.


"Tuan muda, tuan muda! Itu, itu nyonya muda muntah-muntah lagi," ucap salah satu pelayan yang tadi sengaja berlari mengejar Emon yang baru saja meninggalkan Dita untuk bekerja kembali ke perusahaan nya.


"Hah, kenapa gitu sih? Tadi baik- baik saja kok," kata Emon. Emon merogoh ponselnya dan menghubungi dokter keluarga nya.


"Ya sudah, tolong buatkan minuman hangat dan antar ke kamar," ucap Emon.


"Baik, tuan muda!" sahut pelayan itu. Emon akhirnya mengurungkan niatnya untuk berangkat bekerja pagi itu dan kembali menuju kamarnya.


*****


"Selamat, tuan muda! Istri anda hamil," ucap dokter di keluarga Emon. Emon menatap dokter Ryan dan Dita secara bergantian. Emon masih belum percaya dengan apa yang sudah didengar nya.


"Apakah benar apa yang dikatakan oleh dokter Ryan?" tanya Emon seraya mendekati Dita yang sudah duduk dipinggir tempat tidur di kamar mereka.


"Hem, kalau tuan muda belum yakin, tuan muda bisa mengajak nyonya muda ke tempat praktek saya. Di sana biar nanti nyonya diperiksa lagi dengan alat USG. Supaya tuan muda bisa melihat embrio yang sudah mulai berkembang di dalam rahim nyonya muda," jelas dokter Ryan.

__ADS_1


"Hem, baiklah! Saya percaya dokter Ryan. Apakah ada obat untuk penghilang rasa mual untuk Dita, dokter?" ucap Emon.


"Tentu saja ada! Semua sudah saya siapkan tuan!" kata dokter Ryan seraya menyerah kan beberapa obat untuk diminum Dita.


"Baik, terimakasih dokter Ryan. Masalah administrasi nya nanti asisten pribadi saya yang akan mentransfer ke rekening dokter," ucap Emon. Dokter Ryan tersenyum lebar mendengar ucapan yang baik itu.


"Oh iya tuan muda! Saya sarankan selama usia kehamilan nyonya muda yang masih di bulan pertama sampai di bulan ketiga nanti, tuan muda harus lebih berhati-hati jika ingin melakukan hubungan suami istri," bisik Dokter Ryan.


"Sebenarnya ini yang akan saya tanyakan dari tadi pada dokter. Akhir-akhir ini seperti nya istri saya lah yang lebih agresif dan minta terus. Istri saya selalu ingin berdekatan dan nempel terus dengan saya. Bahkan kalau sudah memeluk saya katanya rasa mual dan muntah nya hilang. Tapi ketika saya jauh, tiba-tiba saja jadi manja dan kambuh lagi rasa mual nya," jelas Emon. Dokter Ryan terkekeh-kekeh mendengar cerita dari Emon.


"Benar juga! Namun saya sedikit terhambat untuk menjalankan aktivitas saya sehari-hari. Apalagi saat ini perusahaan lagi banyak order dan tamu-tamu yang harus saya jumpai," kata Emon.


"Hehe.. selagi masih ada orang-orang kepercayaan tuan muda, anda bisa menyerahkan semua urusan perusahaan pada mereka. Asisten pribadi tuan muda juga bisa diandalkan dalam mengurus dan mengelola sementara waktu. Dan tuan muda bisa memantaunya perkembangan perusahaan dan kinerja mereka dari rumah," jelas dokter Ryan.


"Benar! Semua demi calon penerus saya nantinya. Istri saya akan melahirkan anak-anak saya yang nantinya akan membantu meneruskan perusahaan yang saya miliki selain perusahaan warisan dari daddy saya," kata Emon.


"Beruntung lah anda tuan muda! Sampai tujuh keturunan anda masih menjadi seorang Sultan yang memiliki harta dan kekayaan yang melimpah ruah," sahut Dokter Ryan.

__ADS_1


"Harta ini hanya titipan, dokter! Saya hanya dititipi secara turun temurun dari keluarga besar saya. Hasil kerja keras mereka dari awal lah yang menjadikan saya terlahir menjadi anak orang konglomerat. Tentu saja semua itu karena kehendak Yang Di Atas," kata Emon.


"Mari kalau begitu, saya antar ke bawah, dokter!" sambung Emon sambil mempersilahkan dokter itu keluar meninggalkan ruangan pribadi nya.


"Mari, tuan muda!" sahut dokter Ryan.


"Sayang! Aku mengantarkan dokter Ryan ke depan dulu yah!" ucap Emon.


"Tapi jangan lama-lama!" rengek Dita. Dokter Ryan dan Emon saling pandang lalu melemparkan senyuman yang tentu nya satu pemikiran. Drama ibu hamil masih terus berkelanjutan sampai sang jabang bayi nanti lahir di usia 9 bulan lebih 9 hari yang biasa dinantikan. Nyonya muda belum mau jauh-jauh dari suaminya.


*****


Sementara itu di tempat lain, Dora kembali mencari mangsa baru di dunia nya. Dora kembali ikut audisi untuk menjadi aktris walaupun dirinya masih memerankan tokoh figuran. Selain itu Dora pun kembali bergabung dalam peragaan busana yang diadakan oleh desainer yang sudah memiliki nama.


Setelah Dora tidak memiliki pacar orang kaya lagi, Dora kini kembali bekerja keras. Walaupun namanya sudah tercoreng karena kasus video mesum nya yang tersebar. Dora mau tidak mau menutup kedua telinganya dan cuek dengan segala yang sudah terbuka keburukannya. Toh dalam dunia model dan aktris, hal seperti itu sudah biasa terjadi.


Dora, berusaha mendekati produser ataupun orang yang berpengaruh untuk menaikkan pamor dan Keartisan nya kembali. Dora akan kembali melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Biarpun dirinya harus menjadi istri simpanan dari laki-laki yang memiliki pengaruh dalam karier nya. Niat nya adalah Dora ingin membalas satu persatu orang-orang yang sudah mencampakkan dirinya kalau Dora bisa menemukan seseorang yang memiliki kekuatan dan kekuasaan besar melebihi Ricardo dan Emon.

__ADS_1


__ADS_2