WANITA PENGGANTI CEO

WANITA PENGGANTI CEO
BAB 48


__ADS_3

"Jadi tuan Andika tidak jadi menceraikan, Dora? Wah syukurlah kalau begitu! Ini berita yang bagus kak," kata Dita pada Emon suaminya.


"Yang aku dengar berita nya seperti itu, sayang?! Tapi entah apa yang diinginkan tuan Andika pada Dora. Semoga memang benar-benar, memaafkan Dora dan tidak menyakiti nya lagi. Mereka kembali menjadi pasangan yang saling mengasihi," ucap Emon.


"Semoga kehidupan kak Dora selalu bahagia bersama suaminya. Aku ikut senang jika kak Dora mendapatkan kebahagiaan nya," sahut Dita.


*****


Sementara itu di rumah Ricardo. Dia tidak habis pikir dengan papa nya. Papa nya tetap saja mendatangi wanita simpanannya yaitu Sisca. Padahal Ricardo sudah menunjukkan bukti perselingkuhan antara Sisca dengan pacar muda nya. Kenapa papa nya tidak mempercayai dirinya.


"Menyebalkan sekali! Mulut wanita itu benar-benar bisa membuat papa ku dengan mudah nya mendengar cerita nya. Bahkan aku sebagai putra nya tidak dipercaya dan dianggap memfitnah Sisca," ucap Ricardo dengan geram.


Lilyana sebagai istrinya hanya bisa menenangkan Ricardo yang saat ini sedang uring-uringan karena sebal dengan papa nya yang tidak percaya terhadap dirinya.


"Apakah kita perlu menjebak Sisca supaya papa kamu bisa melihat sendiri perselingkuhan antara Sisca dengan laki-laki itu?" usul Lilyana.


"Hem, ide yang bagus! Tapi bagaimana caranya?" sahut Ricardo pada Lilyana.


"Itu sangat mudah! Saat Sisca ketemuan dengan laki-laki muda itu, suruh papa kamu datang langsung ke lokasi mereka berkencan. Mudahkan?" kata Lilyana.


"Bicara sih mudah. Tapi dalam pelaksanaan nya tidak semudah membalikkan telapak tangan," sahut Ricardo.


"Jangan pesimis gitu dong! Ayolah kita coba. Kamu cukup mengintai rumah wanita simpanan papa kamu itu saat waktu di mana papa kamu sedang sibuk bekerja dan tidak mungkin ke rumahnya. Dalam satu minggu ini kita sibuk dulu mengintai gerak gerik Sisca," urai Lilyana.

__ADS_1


"Hem, baiklah! Aku harap wanita itu tidak ketemuan di luar. Ini akan menyulitkan pergerakan kita," kata Ricardo.


"Setelah adanya video mesum itu dan juga foto-foto kebersamaan dengan pria itu di sebuah hotel dan kencan di luar, aku pikir Sisca akan lebih berhati-hati lagi. Dia tidak akan gegabah melakukan janjian di luar lagi. Apalagi ada yang mengancam pergerakan nya jika bertemu dengan laki-laki itu," urai Lilyana.


"Benar! Aku akan menyuruh seseorang untuk mengawasi wanita itu dan melaporkan setiap hari padaku," kata Ricardo.


"Nah, semangat dong! Demi keutuhan rumah tangga mama dan papa kamu, Ricardo. Kamu harus bertindak menjauhkan dari papa kamu. Kasihan mama Anyelir yang sangat percaya dengan papa kamu. Mama Anyelir sangat patuh pada papa kamu, padahal sering dibohongi," ucap Lilyana.


"Iya, kasihan mama! Bahkan papa sudah lama berhubungan dengan Sisca. Tetapi mama tidak merasa kalau mencium bau pengkhianatan dari papa. Mama merasa kalau papa adalah suami yang baik dan pekerja keras serta setia. Makanya mama sangat marah jika aku tidak sopan dengan papa. Padahal aku sangat paham belang papa di luar sana," ucap Ricardo.


"Ya sudah! Sekarang kamu mau aku pijitin gak? Seharian kamu pasti sudah sangat capek bekerja bukan? Ayo berbaringlah! Biar aku memijit kamu supaya kamu lebih rileks," kata Lilyana.


"Tidak usah sayang!? Nanti kamu capek! Sudahlah, ayo kita lebih baik istirahat dan tidur. Besok katanya kamu mau pergi ke rumah papa mama kamu," sahut Ricardo.


"Tidak apa-apa sayang! Ayo cepat lah, biar aku pijat supaya kamu besok pagi saat terbangun tubuh kamu lebih fit dan penuh semangat lagi dalam bekerja," kata Lilyana.


*****


Sementara itu di rumah Emon dan Dita, bayi laki-laki, putra Emon dan Dita yang diberi nama Dafi Alexandria belum mau tidur. Hal itu membuat Emon ikut menggendong Dafi Alexandria karena selalu minta digendong terus dan tidak mau ditidurkan di box bayi. Baby sitter Dafi Alexandria menjadi bingung karena bayi laki-laki itu masih belum mau bobok. Akhirnya Emon dan Dita lah yang menggendong putra nya itu dan membawanya ke kamar mereka.


"Ayolah, sayang! Cepat lah bobok dong!" ucap Emon sambil berusaha menidurkan Dafi. Dafi masih terlihat cerah matanya. Dafi Alexandria malah tersenyum senyum seperti mengajak bercanda dan bermain daddy nya.


Dita yang melihat wajah Emon sudah jenuh hanya bisa cekikikan. Lalu mulai membisikkan ke telinga Emon pelan.

__ADS_1


"Ayolah kak, bikin Dafi Alexandria tertidur. Kalau bisa membuat putra kita itu bobok, nanti akan aku kasih sesuatu yang enak-enak deh!" bisik Dita.


"Hem, beneran nih? Dua ronde yah, sayang dan kamu di atas," sahut Emon tiba-tiba bersemangat.


"Oke, dua ronde dan aku di atas, hehehe," kata Dita seraya tersenyum. Kini Emon mulai mengusap dengan lembut puncak kepala putra nya. Emon mulai menyanyikan lagu dengan suara pelan supaya bayi Dafi Alexandria bisa tertidur.


"Ayo nak, tidurlah cepat! Bantu Daddy kamu. Besok kita main lagi bersama daddy. Sekarang bobok yah, sayang?!" ucap pelan Emon seraya mengusap bagian atas dahi putra nya hingga kedua mata Dafi Alexandria mulai memejamkan mata.


Emon tetap bersenandung pengantar tidur. Tangannya tidak lepas membelai rambut bayi laki-laki nya dengan penuh kelembutan. Sedangkan Dita yang sudah berbaring di atas kasurnya sudah duluan tertidur. Emon tetap fokus dengan bayi laki-laki nya yang mulai meredup bola matanya.


"Sudah jam satu dini hari. Astaga, besok bisa kesiangan bangun kalau belum tidur jam segini. Hem, terpaksa deh aku besok harus menyuruh Ervan, asisten pribadi ku untuk meng handle rapat besok pagi," gumam Emon.


Kini dilihatnya putra nya sudah tertidur. Emon segera membawa nya keluar dari kamar utama itu dan membawa bayi laki-laki nya ke kamarnya. Di mana di sana ada baby sitter nya sudah tidur di kamar itu juga.


"Nah, bobok yah sayang!? Besok pagi saja bangun nya. Kasihan mbak baby sitter nya sudah kecapekan ngajak kamu main terus. Oke? I love you Dafi Alexandria. Daddy kembali ke kamar dulu yah, sayang," ucap Emon pelan sambil meletakkan putra nya di box bayi yang cukup besar. Emon tersenyum saja saat melihat baby sitter nya terbangun karena kedatangan nya.


"Tuan?!?" ucap baby sitter Dafi Alexandria.


"Tidur saja, mbak! Dafi Alexandria sudah tertidur kok. Titip putra ku yah. Jangan lupa kalau dia terbangun kasih saja susu nya. Banyak stok asi di dalam kulkas kan?" kata Emon.


Dia benar-benar sudah paham kalau Dita banyak menyimpan stok asi di kulkas. Banyak kantong-kantong asi serta tidak lupa dicatat tanggal memompa nya. Jadi tanggal yang lama nanti bisa diminumkan terlebih dahulu pada bayi Dafi Alexandria.


"Baik, tuan muda!?" sahut mbak baby sitter itu. Emon segera keluar kembali menuju kamar utamanya.

__ADS_1


Saat tiba di kamarnya, Emon sudah melihat Dita telah tertidur lelap. Emon tersenyum saja namun dirinya harus menelan kekecewaan karena sesuatu yang dijanjikan oleh Dita untuk enak-enak akhirnya tertunda karena Emon tidak akan tega membangunkan istrinya itu. 


"Selamat malam, sayang! Mimpi yang indah!" bisik Emon seraya mengecup kening Dita. Dirinya dengan pelan memeluk istrinya yang sudah tertidur terlelap. 


__ADS_2