WANITA PENGGANTI CEO

WANITA PENGGANTI CEO
BAB 15


__ADS_3

Tuan Licardo pergi dari kediaman nya. Tujuannya sekarang adalah menjumpai wanita simpanan nya. Wanita simpanan tuan Licardo tentu saja menikmati segala kemewahan hidup karena tuan Licardo sendiri pengusaha sukses yang memiliki banyak aset dan kekayaan yang tidak kalah dengan keluarga Emon Alexandria.


*****


Kediaman keluarga besar Alexandria. Daddy dan mommy Emon Alexandria sedang duduk di ruang keluarga. Kedua nya sedang menikmati sore itu dengan minum kopi dengan ditemani kue-kue mentega yang tersusun rapi di atas meja. Mereka pun membicarakan soal Emon, salah satu putra nya.


"Sudah hampir satu bulan Emon tidak ke rumah ini. Semoga nanti kalau Emon ke rumah memberikan kabar gembira dengan kehamilan istrinya itu," ucap mommy Emon sebut saja nyonya Andri.


"Aku pikir, Emon belum menyentuh wanita itu yang sudah sah ia nikahi. Kata Ervan yang aku suruh memperhatikan gerak-gerik Emon, Emon masih belum melak nya. Bahkan Emon belum jujur dengan istri pengganti nya itu kalau antara Sandy dengan Emon adalah satu orang. Anak kita itu sedang bermain-main dengan wanita itu. Mungkin setelah Emon merasakan yakin kalau istrinya itu wanita yang baik sesuai dengan keinginan nya dan Emon menyukai nya, Emon akan kembali menikahinya lagi. Dia pikir kemarin ia menikah hanya main-main saja, supaya menunjukkan kepada publik bahwasanya dirinya bisa mendapatkan wanita sebagai istrinya," ucap daddy Emon sebut saja tuan Andra Alexandria.


"Emon suka sekali mempermainkan anak orang," sahut mommy Emon yaitu nyonya Andri.


"Jangan khawatir, istriku! Bagaimana pun putra kita tidak akan menyakiti wanita itu. Seiring waktu cinta diantara keduanya akan tumbuh. Bukankah dulu kita juga berawal dari perjodohan dan kita masih sama-sama belum memiliki perasaan cinta dan kasih sayang itu bukan?" kata tuan besar Andra.


"Hehehe, akhirnya aku bunting yah, sayang! Kita mendapatkan dua anak buah hati kita yaitu Emon dan Egi yang kedua nya sangat tampan dan cantik," ucap nyonya Andri.


"Tentu saja, istriku! Daddy dan mommy nya saja ganteng dan cantik. Masa anaknya jelek sih," sahut tuan besar Andra.


"Huahahaha, benarkah kalau mommy juga cantik?" tanya nyonya Andri dengan suara manja nya pada suaminya. Walaupun usia mereka sudah menginjak kepala empat mereka masih romantis dan selalu hangat menjadi suami istri.


"Tentu saja istriku tersayang," sahut tuan Andra seraya merangkul istrinya yang duduk di sebelah nya.


"Wah, wah seneng sekali lihat daddy dan mommy romantis seperti itu," teriak Egi yang baru keluar dari kamarnya dan seperti nya hendak pergi karena Egi berdandan dengan rapi serta sudah mengalungkan tas branded nya.


"Egi, sayang! Mau kemana sayang?" tanya nyonya Andri dengan tersenyum saja karena kepergok sedang romantis dengan daddy nya anak-anak.

__ADS_1


"Mau jalan dulu, mommy! Di depan ada Bryan yang sudah menjemput ku," ucap Egi.


"Loh, kenapa tidak disuruh masuk dulu sih, sayang!" protes nyonya Andri.


"Iya, benar sayang! Suruh masuk dulu dong!" sahut tuan Andra.


"Nanti saja mommy Daddy! Kami sudah terburu-buru nih. Kami mau nonton film dulu setelah itu acara shoping seperti biasa," kata Egi segera menyambar kedua tangan mommy dan Daddy nya untuk bersalaman dan setelah itu berlari keluar dari rumah karena pacarnya sudah menjemput nya.


"Ya ampun, anak muda sekarang begitu! Selalu saja tergesa-gesa," omel nyonya Andri.


"Mommy sudah mengenal Bryan, pacar putri kita?" tanya tuan Andra.


"Sudah kenal tapi belum akrab. Tapi Bryan anak yang baik kok, daddy! Semoga Bryan bisa membahagiakan putri kita kelak kalau mereka berjodoh," sahut nyonya Andri.


"Iya, semoga saja! Putra dan putri kita mendapatkan kebahagiaan nya bersama dengan pasangan mereka," ucap tuan Andra seraya kembali merangkul istrinya dan kali mencium lembut pipi kanan istrinya itu.


*****


Di dalam kamarnya, Dita merencanakan sesuatu untuk membuktikan kecurigaan nya. Dita sudah mencurigai bahwasanya antara Emon dengan Sandy adalah orang yang sama. Itu karena Dita melihat topeng yang sering digunakan Emon disimpan di lemari yang topeng itu menunjukkan bahwa wajah palsu Emon sesungguhnya adalah topeng wajah palsu. Dan Dita akan membuat jebakan kalau sesungguhnya Emon tidak sakit lumpuh dan pria impoten sesuai dengan kabar yang beredar di masyarakat luas dan media.


Mondar-mandir Dita memikirkan cara supaya Emon bisa mengakui dan jujur bahwasanya dia adalah laki-laki sehat dan bisa berjalan. Serta mengakui kalau Emon dan Sandy adalah orang yang sama. Kecurigaan Dita karena diam-diam dia mendengar pembicaraan antara Ervan dengan Sandy saat berada di suatu ruangan.


"Kurang ajar! Selama ini aku telah dibohongi oleh tuan muda Emon. Sebenarnya tuan muda Sandy adalah juga tuan muda Emon,"


Pintu kamar Dita terbuka dan muncullah tuan muda Emon yang sudah mulai berakting duduk di kursi roda bersama Ervan.

__ADS_1


"Dita!" panggil Emon yang tentu saja dibuat kurang energik seperti memerankan tuan muda Sandy.


"Tuan muda Emon!" sahut Dita segera menghambur mendekat Emon. Dita tidak kalah ikut mengimbangi akting Emon. Dita nekat memeluk suaminya itu.


Emon menahan nafasnya saat Dita memeluk dirinya. Harum rambut panjang Dita menyeruak ke hidung nya. Dan bagian tubuh Dita yang lembut itu menempel ke dadanya.


"Tuan muda Emon! Tuan muda kemana saja selama ini? Katanya tuan muda berobat ke luar negeri. Kenapa masih memakai kursi roda? Katanya tuan muda sembuh total dan sudah tidak mengenakan kursi roda," ucap Dita.


"Eh, itu eh iya, aku aku... pengobatan di luar negeri itu, aku belum berhasil, Dita. Maaf!" ucap Emon yang melihat air mata biaya yang keluar dari mata Dita. Emon menjadi ikut baper dibuat Dita.


"Lalu untuk apa tuan muda berobat jauh jauh dan meninggalkan aku kalau pengobatan diluar negeri tidak mendapatkan hasil nya," protes Dita.


"Eh, em kata dokter. Hasil pengobatan tuan muda Emon bisa dilihat satu minggu lagi, nona muda!" sahut Ervan. Dita kini menatap tajam ke arah Ervan. Dia yang ikut mendukung kebohongan Emon terhadap Dita.


"Bagaimana kalau tuan muda masih tetap saja lumpuh dan tidak ada perubahan nya?" kata Dita kembali berakting.


"Itu tidak mungkin, nona! Dalam satu minggu ini tuan muda Emon pasti sembuh dan bisa berdiri dan berjalan seperti orang normal pada umumnya," jelas Ervan.


"Benarkah? Sebentar saya akan menunjukkan sesuatu," kata Dita yang ingin menunjukkan topeng wajah palsu yang sering dipakai Sandy dan Ervan yang Dita temukan di lemari.


"Lihatlah tuan muda! Ini topeng wajah palsu yang digunakan tuan muda Emon. Jangan sampai topeng wajah palsu ini tertukar saat memerankan tuan muda Sandy dengan tuan muda Emon. Dan saya yakin, bahwa tuan muda Sandy dan tuan muda Emon adalah sama. Kalian hebat sudah membohongi aku. Apa tujuan kalian membohongi aku, tuan?" ucap Dita yang sudah tidak sanggup menahan kecewa karena dibohongi oleh Emon.


"Eh, tunggu Dita!" teriak Emon.


Dita dengan cepat keluar dari kamar itu dan meninggalkan kedua laki-laki itu yang hanya bisa melongo saja melihat Dita berlari.

__ADS_1


"Tuan muda, kejar non Dita kalau tuan muda tidak mau kehilangannya. Sudah cukup bohong dan bersandiwara nya," kata Ervan.


Emon melepaskan topeng wajah palsu nya dan mengejar Dita yang sudah menuruni tangga di rumah itu.


__ADS_2