WANITA PENGGANTI CEO

WANITA PENGGANTI CEO
BAB 23


__ADS_3

Pernikahan Dita bersama dengan Emon kini telah digelar secara besar-besaran. Tentu saja keluarga besar Dita ikut merayakan pesta pernikahan itu. Namun tidak dengan Dora. Dora masih takut menunjukkan batang hidungnya di depan dua keluarga besar yaitu keluarga besar dari Emon dan keluarga besarnya Dora sendiri. Kedua keluarga besar itu mengikuti jalannya acara pesta pernikahan mewah bak selebritis itu di televisi yang disiarkan secara eksklusif dan secara langsung di salah beberapa stasiun televisi dalam negeri.


Dora mulai menyaksikan pesta pernikahan mewah itu di televisi.


"Cantik yah pengantin wanita nya?" ucap Ricardo. Dora melotot matanya saat kekasih nya itu memuji wanita lain yang merupakan adik kandung Dora sendiri. Ricardo terkekeh melihat perubahan wajah Dora yang menunjukkan cemburu itu.


"Tapi lebih cantikan kamu sayang! Karena kamu adalah kekasihku," kata Ricardo. Dora mencubit Ricardo dengan gemas nya. Ricardo akhirnya memeluk tubuh Dora dari belakang.


Kini keduanya melihat tayangan di televisi tersebut di mana adik nya Dora sedang merayakan pesta pernikahan mewah itu dan dipublikasikan secara umum.


"Belum terlihat laki-laki impoten itu alias pengantin pria nya?" tanya Ricardo.


"Belum, sayang! Dari tadi masih menyoroti pengantin wanita nya sebagai menantu dari keluarga besar Alexandria. Sedangkan pengantin pria beserta keluarga besar nya pun belum tiba di sana," jelas Dora.


"Sudah tidak sabar melihat adik kamu bersanding bersama laki-laki lumpuh itu," sahut Ricardo.


"Aku juga penasaran, sayang! Tapi pesta itu cukup meriah dan mewah. Berapa banyak uang untuk menyelenggarakan pesta pernikahan mewah, megah itu yah? Dan lagi pula Dita mendapatkan banyak perhiasan, gaun pengantin yang indah, barang-barang mewah dari mahar yang ia Terima dari suaminya. Walaupun begitu, Dita pasti tidak akan bahagia saat menghadapi kenyataan bahwa suaminya impoten dan tidak bisa memberikan nafkah batin," kata Dora.


"Benar! Dalam posisi ini kamu lebih baik daripada adik kandung kamu bukan? Kamu pasti sangat beruntung sekali bisa menghindari pernikahan ini dan lagi kamu bisa bahagia bersama dengan aku," sahut Ricardo.


"Tentu saja sayang!" sahut Dora.


"Kamu yakin tidak akan menyesal kabur dari pernikahan ini dan mengejar aku, sayang?" goda Ricardo.

__ADS_1


"Tentu saja tidak dong sayang! Kamu selalu bisa menyenangkan aku, sayang! Dan kamu pun tidak kalah kaya juga daripada suaminya Dita, adik aku," kata Dora.


"Hehehe, eh lihat itu rombongan pengantin pria sudah tiba. Hah, pria itu terlihat tampan sekali. Di belakang nya asisten pribadi nya dengan setia mendorong kursi roda nya," ucap Ricardo.


"Benar! Pria itu sangat tampan sekali. Tapi sayang sekali dia masih tergantung dengan kursi roda," sahut Dora.


"Benar-benar pengantin pria dan wanita yang sama-sama cantik dan tampan. Tapi sayang dia tidak bisa berdiri sendiri dengan kedua kaki nya sendiri," kata Ricardo.


Dora dan Ricardo menyaksikan acara pesta pernikahan megah dan mewah itu yang ditayangkan secara langsung. Saat pengantin pria dan wanita itu dipertemukan kembali. Di saat pendeta mulai kembali menikahkan keduanya dalam ikatan janji suci dan juga sumpah sehidup semati. Tiba-tiba saja pria pengantin pria itu berdiri dan menjauhkan kursi roda yang tadi di duduki nya saat menuju altar.


"Astaga, sayang! Lihatlah, pengantin pria itu ternyata bisa berdiri dan tidak lumpuh! Jadi?" kata Ricardo dengan mulut yang melongo menatap kenyataan yang sesungguhnya.


"Astaga naga! Ini tidak mungkin, sayang! Dita bersanding dengan laki-laki yang sehat dan tidak cacat. Selain itu laki-laki itu tampan sekali. Ditambah memiliki harta yang melimpah. Sayang! Pasti ini salah bukan? Dita menikah dengan pria impoten, sayang! Bukan dia pria itu!" kata Dora yang seperti menyesal kabur dan meninggalkan pria itu untuk menjadi suaminya.


"Ricardo! Aku harus ke sana! Aku harus menghentikan pernikahan itu! Seharusnya akulah yang berdiri di sana dan dinikahi oleh laki-laki tampan itu. Dia suami ku! Ricardo, aku harus ke sana!" ucap Dora.


"Hah? Apa kamu bilang?" sahut Ricardo sangat terkejut dengan ucapan Dora.


"Eh, maksud aku, maksud aku.... " ucap Dora gugup. Dia salah tanpa berpikir berucap seperti itu.


"Jadi kamu menyesal saat ini setelah mengetahui kalau laki-laki yang seharusnya menikah dengan kamu itu sebenarnya tidak lumpuh dan cacat? Bahkan wajahnya sangat tampan?" kembali Ricardo mengulang lagi pertanyaan nya.


"Eh tidak, tidak, tidak sayang! Aku tidak menyesal kok. Kamu tetap kekasih aku, Ricardo sayang!" sahut Dora.

__ADS_1


"Hem, ayo ikut aku! Sebaiknya kita tidak perlu melihat tontonan pesta pernikahan mereka yang membosankan itu!" kata Ricardo sambil menarik lengan Dora dan membawanya masuk ke dalam kamar. Ricardo ingin mengajak Dora menikmati kebersamaan nya tanpa lagi kebimbangan di hati Dora karena melihat laki-laki yang tampan yang kini telah menjadi suami Dita, adik kandung nya.


*****


Di dalam kamar itu Dora masih sibuk dengan pikirannya. Dia sangat menyesal kenapa harus kabur bersama dengan Ricardo. Sedangkan calon suaminya atau laki-laki yang dijodohkan nya ternyata melebihi Ricardo dari segi ketampanan, kekayaannya. Ditambah pesta pernikahan itu sangat mewah dan megah. Dita seperti seorang RATU yang tiba-tiba menjadi sorotan publik yang dikenal banyak orang.


"Sepertinya besok aku harus merebut kembali pria itu! Dia seharusnya menjadi suami aku, bukan? Bukan Dita, adik aku," pikir Dora.


Saat ini kedua pasangan kekasih itu saling bercengkrama dan mengikis jarak. Dalam gerakan intens yang saling memberi dan menerima. Dalam hembusan nafas yang saling bertukar nafas.


"Ricardo! Apakah setelah ini kamu akan menikahi aku," ucap Dora.


"Tentu saja sayang!" jawab Ricardo


"Hem tapi aku minta pernikahan kita nanti lebih megah, mewah daripada pernikahan adik aku. Pokoknya aku tidak mau tahu, sayang! Ditambah dengan perhiasan dan gaun pengantin nya harus lebih mahal dari milik adik ku," ucap Dora.


"Tentu saja, sayang! Untuk kamu wanita ku yang paling cantik di dunia ini. Aku pasti akan menjadikan kamu seperti ratuku yang cantik," kata Ricardo dengan janji nya.


"Uh benarkah? Aku semakin sayang dengan kamu, Ricardo!" sahut Dora.


Di ruangan ber AC itu kedua pasangan kekasih itu mulai menikmati setiap alunan lembut dari sentuhan masing-masing. Seolah dunia milik berdua keduanya mengarungi samudra bersama.


"Aku pastikan kalau Ricardo lebih baik daripada suami kamu, Dita! Ricardo akan memberikan kebahagiaan yang aku inginkan. Tidak hanya kamu, Dita yang mendapatkan keberuntungan itu. Aku pun juga bisa mendapatkan nya," pikir Dora. Namun begitu Dora sebenarnya ingin merebut kembali posisi Dita.

__ADS_1


"Aku ingin lihat! Jika Ricardo tidak bisa memenuhi keinginan ku. Aku akan meninggalkan nya dan aku akan kembali mendekati pria itu untuk menggantikan posisi Dita di sana," batin Dora yang selalu merasakan kurang dan cemburu jika melihat adiknya terlihat bahagia.


__ADS_2