
Ricardo menunggu Dora di depan klinik kecantikan. Saat ini Dora sedang melakukan perawatan seluruh badan seperti halnya dengan Dita. Sudah hampir berjam-jam lama nya Dora di dalam mendapatkan pelayanan jasa oleh pegawai yang terampil di bidang kecantikan.
Dora kini sedang dilayani oleh tiga pegawai di klinik kecantikan itu. Ada yang merapikan kuku tangannya. Ada yang merapikan kuku kaki Dora. Dan satu lagi sedang merawat wajah Dora. Dora seperti tuan putri yang saat ini sedang mendapatkan pelayanan dari dayang-dayang nya. Ricardo tentu saja meminta kepada pegawai klinik kecantikan di tempat itu untuk melayani kekasihnya dengan pelayanan yang spesial. Tentu saja Ricardo akan membayarnya lebih dengan ditambah tips-tips bagai pegawai yang memegang kekasihnya.
Hingga akhirnya Dora menyelesaikan perawatan secara keseluruhan nya di klinik kecantikan tersebut. Dora dengan kepercayaan dan kebanggaan dirinya melenggang keluar dari klinik kecantikan tersebut.
"Sayang! Aku sudah selesai! Bagaimana dengan penampilan ku sekarang?" tanya Dora kepada Ricardo yang sudah menunggu nya di depan klinik kecantikan sambil bermain handphone nya.
"Wow, kamu semakin cantik dan lebih fresh sayang! Dan kamu sangat wangi, sayang! Rambut dan juga seluruh tubuh kamu," ucap Ricardo yang melebar matanya melihat penampilan kekasihnya yang benar-benar sangat cantik.
"Benarkah? Tapi rambut ku ini seperti nya terlalu pendek yah?" kata Dora.
__ADS_1
"Tidak sayang! Aku sangat menyukai kamu dengan potongan rambut pendek seperti ini. Leher kamu yang putih jenjang membuat aku semakin bergairah. Bagaimana kalau kita secepatnya pulang dulu ke kediaman utama Licardo? Aku... aku.. aku ingin..." ucap Ricardo.
"Ih kamu nakal sekali, Ricardo! Hem, bagaimana kalau kita nonton film dulu di studio XXI? Setelah itu pulang nya kamu aku apa saja aku penuhi deh," kata Dora. Ricardo tersenyum lebar mendengar ucapan Dora.
"Baiklah! Janji yah sayang!" sahut Ricardo.
"Janji, Ricardo! Ayo!" kata Dora sambil menggandeng tangan Ricardo. Ricardo pun juga menggandeng pinggang Dora.
"Ada apa, Dora sayang?" tanya Ricardo.
"Itu tadi! Sepertinya aku mengenal wanita itu! Wanita yang digandeng mesra dengan seorang pria tampan. Tapi siapa yah? Wajahnya sangat familiar sekali. Hem, siapa yah? Dan laki-laki itu sangat tampan sekali. Siapa mereka?" kata Dora.
__ADS_1
"Kamu kok malah memuji ketampanan pria yang bersama wanita itu sih, sayang? Aku lebih tampan dan gagah tidak kalah dengan pria tadi," protes Ricardo.
"Iya, sayang! Kamu tetap terganteng, tertampan bagi aku sayang! Tapi siapa wanita tadi? Wajahnya kok mirip sekali dengan Dita, adik aku! Tapi Dita menikah dengan pria lumpuh dan menggunakan kursi roda. Sedangkan pria tadi sangat tampan dan sangat gagah," ucap Dora.
"Dita adik kamu itu, sayang? Bukannya Dita yang menggantikan kamu menikah dengan tuan muda yang dikenal impoten dan sakit-sakitan itu?" sahut Ricardo.
"Iya, benar sayang! Wajahnya tadi seperti adikku Dita. Tapi kenapa dia bersama laki-laki yang sehat dan gagah?" kata Dora.
"Ah kamu salah orang, sayang! Mungkin saja itu orang lain yang kebetulan sangat mirip dengan Dita adik kamu," ucap Ricardo.
"Benar! Mungkin saja seperti itu, sayang! Lagipula, wanita tadi penampilan nya berubah berbeda dengan Dita yang aku kenal," kata Dora.
__ADS_1
"Ya sudahlah! Jangan dipikirkan lagi. Lebih baik kita nonton film, oke?" ajak Ricardo sambil menarik tangan kekasihnya menuju studio film XXI di mall tersebut.