
"Kamu tahu, sayang! Saat orang-orang menyaksikan kamu bisa berdiri dengan kedua kaki kamu tanpa bantuan kursi roda. Dan juga kamu memperlihatkan wajah asli kamu tanpa topeng, orang-orang dibuat terpukau dengan kamu, kak Emon!" ucap Dita sambil merasakan kehangatan saat didekap Emon dari belakang.
Emon kini mencium pundak dan bahu Dita yang terbuka karena pakaian tidur nya memang sangat tipis dan terbuka bagian dada nya. Dita memejamkan matanya merasakan sentuhan bibir Emon yang hangat.
"Hem mereka paling terpesona dengan pengantin wanita nya yang sangat cantik dan seksi," sahut Emon.
Emon membalikkan badan Dita sehingga kedua pasangan suami istri yang baru saja melangsungkan pesta pernikahan yang super mewah dan megah itu saling beradu pandang. Kedua netra mereka menyiratkan gairah yang membuncah. Emon mulai merangkum kedua pipi Dita dan mulai mengecup kening lalu turun ke bibir tipis Dita. Dita memejamkan matanya barang sebentar. Menikmati sentuhan bibir Emon yang dingin.
"Bagaimana kalau kita mulai kegiatan yang enak-enak itu?" bisik Emon sambil menghembuskan nafasnya yang hangat karena sudah bangkit gairah dan hasratnya.
Namun disaat Emon hendak menggiring Dita ke atas peraduan, Emon mendengar suara bunyi perut Dita yang menuntut haknya untuk diisi makanan.
"Lapar!" gumam Dita. Emon tersenyum mendengar pengakuan istrinya yang sudah lapar.
"Baiklah! Ayo kita makan! Setelah makan kita mulai pertempuran itu, yah!" Kata Emon yang akhirnya turun dari tempat tidur yang megah dan mewah itu dan mengajak Dita ke ruang makan.
*****
Sementara itu Evan saat ini sedang menikmati kebersamaan nya dengan Melisa. Keduanya saat ini berpelukan di balik selimut nya. Melisa membenamkan kepalanya di bawah ketiak Ervan sambil mengusap dada Ervan.
"Kapan kamu akan menikahi aku, Ervan! Kamu lihat kan pesta pernikahan tuan muda Emon dengan non Dita. Mereka seperti raja dan ratu yang cantik dan tampan. Pesta pernikahan mereka benar-benar spektakuler dan mewah. Aku ingin seperti itu saat menikah dengan kamu, Ervan!" ucap Melisa sambil mengusap bagian dada Ervan dengan lembut. Ervan mengecup kening Melisa.
"Jangankan pesta megah seperti itu, sayang! Kamu meminta keliling dunia pun akan aku penuhi, sayang! Tapi itu semua jika aku memiliki banyak uang dan harta. Kamu sendiri jelas tahu kalau aku hanyalah asisten pribadi tuan muda Emon. Kekayaan dan hartaku tidak sebanyak tuan muda Emon, sayang! Kamu minta yang lain saja yah. Misalnya minta anak yang banyak dari aku. Setiap malam aku siap memberikan benih-benih ku ke rahim kamu," ucap Ervan. Melisa menarik hidung Ervan karena gemas.
"Ih kamu Ervan! Kamu tidak kalah kaya seperti bos kita itu. Kamu suka sekali merendahkan diri. Apa kamu sebenarnya tidak benar-benar mencintai aku sehingga kamu sangat pelit dan sayang dengan simpanan kamu," tuduh Melisa.
__ADS_1
"Eh astaga naga! Aku tidak pelit sayang! Aku hanya sedikit berhemat saja. Daripada kita membuat pesta pernikahan yang besar dan mewah lebih baik uangnya kita tabung untuk kehidupan masa depan kita. Kita tidak selama nya sehat terus dan juga muda terus. Bagaimana kalau tiba-tiba aku sakit dan meninggal dunia, lalu kamu menjadi janda dengan banyak anak-anak kita, bagaimana?" kata Ervan panjang lebar.
"Ya ampun, Ervan! Kamu jangan berpikiran jauh dan tidak tidak seperti itu dong, sayang! Serem ah ngomong yang jelek-jelek seperti itu," sahut Melisa.
"Ya sudah, maaf! Aku akan menikahi kamu, sayang! Tapi kita menikahnya dengan acara pesta yang sederhana saja yah, sayang!" kata Ervan.
"Hem, baiklah! Asal bersama dengan kamu, aku rela hidup sederhana," sahut Melisa.
"Asyik!?? Senangnya memiliki kekasih seperti kamu!" kata Ervan.
"Tapi kapan kita menikah nya?" tanya Melisa lagi.
"Kalau kamu hamil baru aku menikahi kamu, Melisa!" sahut Ervan.
"Eh???" Ervan merasa tersudut. Akhirnya senjata andalannya adalah membungkam Melisa dengan ciuman liarnya. Kembali kedua pasangan kekasih itu melakukan kegiatan enak-enak kembali.
*****
Di ruang makan di. kediaman rumah utama keluarga Alexandria.
"Daddy akan memberikan saham lima puluh persen perusahaan Ccc grup jika kalian memberikan kami seorang cucu laki-laki," janji tuan Andra. Andri, mommy nya Emon hanya tersenyum.
"Astaga, daddy! Kami baru mau makan nih, sudah kembali diingatkan dengan seorang cucu kembali," protes Emon. Dita kembali bersemu merah.
"Ya sudah, cepat kalian selesaikan makan kalian dan malam ini bekerja keraslah supaya kalian bisa membuahkan hasil dari usaha kalian," sahut tuan Andra. Nyonya Andri terkekeh saja mendengar suaminya sudah sangat tidak sabar untuk menimang seorang cucu. Sedangkan Emon dan Dita segera mengunyah cepat dan menyelesaikan makanan yang ada di piringnya.
__ADS_1
"Ini minum obat ini supaya malam ini kalian benar-benar bekerja keras untuk membuat kecebong itu menjadi janin," kata tuan Andra sambil memberikan obat perangsang itu pada Emon. Emon meneliti obat apa yang diberikan dari daddy nya itu pada dirinya.
"Astaga, daddy! Aku tidak memerlukan obat ini, daddy! Aku masih sehat dan muda daddy! Stamina ku masih oke!" protes Emon.
"Jangan banyak protes! Kamu pasti membutuhkan nya karena pasangan pengantin baru itu lagi semangat-semangat nya melakukan kegiatan enak-enak itu. Obat itu pun akan membuat istri kamu merasakan kebahagiaan karena nafkah batin yang kamu berikan," kata tuan Andra. Nyonya Andri cekikikan dengan ulah suaminya yang menggoda putranya itu.
"Ayo, mommy! Kita tinggal kan putra dan menantu kita," ajak tuan Andra kepada nyonya Andri.
"Selamat bersenang-senang, putraku dan menantuku! Malam ini buat malam indah buat kalian yah!" ucap mommy Andri sambil menggandeng lengan suaminya.
Dita dan Emon saling berpandangan dan tersenyum saja.
"Mereka sangat bersemangat sekali untuk mendapatkan cucu dari kita. Kita tidak akan mengecewakan mereka kan, sayang?" kata Emon sambil memberikan satu sendok untuk menyuapi istrinya.
"Semoga saja secepatnya kita bisa mendapatkan keturunan, kak! Aku juga ingin mengandung dan hamil anak kakak. Menjadi ibu dan merawat anak-anak kita," sahut Dita.
"Aku akan cari baby sitter terbaik untuk merawat anak-anak kita. Tugas kamu hanya melayani aku saja, sayang!" kata Emon.
"Tidak kakak! Aku tetap ingin ikut mengurus anak-anak kita. Menyusui nya dan ikut merawat anak-anak kita," protes Dita.
"Tidak! Anak-anak harus minum susu formula saja. Itu hanya buat aku saja, sayang! Enak sekali anak-anak ku," sahut Emon. Dita terkekeh mendengar nya.
"Hahaha gak boleh begitu dong sayang! Air susu ibu itu bisa membuat anak-anak kita daya tahan tubuh nya kuat. Berbeda dengan susu formula, kak!" kata Dita.
"Hem, baiklah! Tapi itu tetap milik aku yah!" sahut Emon sambil menoel bagian dada Dita. Dita meringis saja dengan tingkah suaminya yang mesum.
__ADS_1