
"Aku tidak pernah takut kepada siapapun," jawab Zia
"Kalau begitu bergabunglah denganku," jawan Rendy kemudian menarik lengan gadis itu
Ia kemudian membawa gadis itu ke ruang UKS.
Ia menunjukkan beberapa foto-foto vulgar Nadia dan gadis-gadis lain yang pernah menjadi kekasih Nicko kepada Zia.
"Apa maksudmu menunjukkan foto-foto ini, apa kamu mau pamer padaku?" tanya Zia
"Kamu tahu Nicko??"
"Siapa yang gak kenal cowok paling keren dan digilai di sekolah ini," jawab Zia
"Apa kau menyukainya juga?"
"Siapa yang gak suka sama cogan kaya dia, tapi sayangnya aku harus mikir seribu kali jika menyukainya. Karena cowok keren seperti dia tidak akan pernah memilih wanita jelek seperti ku, jadi aku juga harus sadar diri," jawab Zia
Seketika Rendy tertawa mendengar jawaban Zia.
"Sial, kau pasti meledekku," jawab Zia
"Tidak, hanya lucu saja mendengar cewek dingin seperti mu patah hati karena tak bisa mendapatkan Nicko," jawab Rendy
"Sial, Katakan saja maksud mu membawa ku sini, aku tidak suka bertele-tele," tutur Zia
"Yang kau lihat tadi adalah foto-foto yang digunakan Nicko untuk mengancam dan memeras mantan pacarnya untuk melakukan adegan mesum dengannya. Sepertinya dia adalah seorang artis BF yang mendapatkan bayaran tinggi dengan menjual video mesumya kepada seseorang," terang Rendy
"Terus??"
"Aku minta bantuanmu untuk bisa mengambil hati Nicko dan menjadi pacarannya. Karena hanya dengan begitu kita bisa mengungkap siapa dalang penjual video mesum para pelajar SMA di dunia maya," jawab Rendy
"Kau salah pilih orang. Kau tahu kan kalau Nicko itu memiliki selera tinggi, jadi mana mungkin ia akan tertarik padaku," jawab Zia
"Aku yakin kamu bisa, kau hanya tinggal merubah penampilan mu sedikit lebih feminim pasti berhasil. Sebagai sesama wanita kau tidak mau kan jika ada korban lagi, ku rasa sudah cukup bajing*n itu menikmati uang dengan cara memeras para keluarga korban dengan video dan foto-foto mesum yang ia dapatkan secara ilegal itu,"
Zia mengingat teringat kasus seorang siswa Madrid High School yang bunuh diri setelah video mesumnya beredar di internet.
"Baiklah aku setuju," ucap gadis itu
Keesokan harinya, saat Nicko mencari Nadia di kelasnya Zia sengaja melakukan tebar pesona dengan pura-pura menabraknya.
*Buughh!!
"Maaf sengaja," ucap Zia mengedipkan matanya kearah pria itu
__ADS_1
Nicko tersenyum simpul dan membantu gadis itu bangun, "Aku suka gayamu, kenalin gue Nicko," ucapnya memperkenalkan diri
"Kezia," jawab gadis itu
"Nama yang cantik seperti orangnya,"
"Terimakasih," jawab Zia kemudian merapikan penampilannya
"Apa kamu murid baru, kenapa aku baru melihat mu di sini?" tanya Nicko
"Gak juga aku siswa bangkotan di sini, mungkin kamu tak pernah melihatku karena aku jarang ke luar kelas," jawab Zia
"Memangnya kamu kelas berapa?" tanya Nicko
"Sepuluh D," jawab Zia
"Oh kirain kelas XI,"
"Sebentar lagi, kalau kakak kelas berapa?"
"XII,"
"Wah sebentar lagi lulus dong,"
"Hmm, Btw ni nomor gue jangan lupa call me," ucap Nicko memberikan nomor ponselnya kepada Zia
Ia kemudian menyimpan nomor itu di ponselnya.
"Wah mudah sekali mendapatkan nomornya, apa aku secantik itu hingga begitu cepat mendapatkan nomor Nicko?" Zia mengambil cermin di tasnya lalu melihat wajahnya
"Sudah ku bilang kamu itu cantik, hanya perlu di poles sedikit saja kamu bahkan lebih cantik dari semua gadis yang ada di sini," ucap Rendy
"Gombal!" seru Zia kemudian meninggalkan pemuda itu
"Padahal aku mengatakannya dengan jujur tapi dia malah bilang aku gombal," gerutu Rendy
Lelaki itu kemudian berjalan kembali ke kelasnya. Ia menghentikan langkahnya saat melihat sekelompok anak tengah merisak salah seorang siswa di selasar.
Rendy seketika mengepalkan tangannya melihat kejadian itu.
"Selama aku ada di sekolah ini aku tidak akan mengizinkan siapapun merundung siswa lain di sini. Karena hanya aku yang boleh melakukan hal itu," Rendy segera menepuk bahu para pelaku perundungan dan menghajarnya hingga mereka babak belur.
"Jika aku melihat kalian merundung siswa lain, maka aku akan mematahkan kaki kalian agar tak bisa berjalan lagi!" ancam Rendy membuat semua siswa langsung berlarian meninggalkannya.
Devano begitu kesal saat melihat anak buahnya babak belur di hajar oleh Rendy.
__ADS_1
"Rendy!!!" Dev berteriak keras meluapkan kemarahannya di gudang sekolah
Ia bahkan menghancurkan benda apapun yang ada di depannya.
*Brakkk!!
"Lagi-lagi dia berulah lagi. Dia pikir karena surat sakti itu ia bisa bertindak sewenang-wenang dengan mengkebiri anak buahku. Lihat saja nanti, aku pasti akan mengambil surat perjanjian itu agar kau tidak bisa bersikap arogan lagi di sini!" serunya
Sepulang sekolah Nicko menunggu Zia di depan gerbang sekolah. Pemuda itu segera melambaikan tangannya kearah gadis itu.
Zia langsung berlari kearahnya, dan Nicko tanpa basa-basi segera membuka pintu mobilnya dan mempersilakan gadis itu masuk kedalam mobilnya.
Semua gadis tampak patah hati saat melihat sang pangeran tampan memilih mengantar Zia pulang.
"Sepertinya aku tidak salah pilih, tidak ku sangka dia cepat sekali mendapatkan hati Nicko," Rendy segera mengambil sepeda motornya dan mengikuti mobil Nicko.
Namun di tengah perjalanan sebuah mobil jip menghadangnya..
*Ciit!!
Beberapa orang bertubuh kekar segera turun dari mobil dan mulai mengepungnya.
"Cepat turun dan serahkan tas mu!" seru salah seorang mereka
"Kalau kau ingin merampokku maka kau salah orang, karena meskipun aku bersekolah di sekolah elit tapi aku bukan anak orang kaya, dan di dalam tasku juga tidak ada barang-barang berharga!" seru Rendy kemudian melemparkan tas miliknya kepada mereka
Dengan cepat para preman itu langsung mengeluarkan isi tas Rendy dan mencari surat perjanjian damai yang di cari.
"Tidak ada di sini bos!" seru salah seorang preman kemudian melemparkan tas Rendy ke tanah
"Aku yakin dia menyimpannya di saku bajunya, tangkap dia!"
Beberapa orang dari mereka langsung merangsek maju menyerang Rendy, beruntung pemuda itu sudah mengantisipasi bahaya yang sudah mengancamnya.
Ia menarik lengan salah seorang dari mereka dan membating tubuhnya membuat semua preman tercengang melihatnya.
Kini Rendy melepaskan seragam sekolahnya agar lebih leluasa menghajar para preman itu.
Sebuah belati berhasil mengoyak lengan Rendy membuat pria itu semakin geram hingga melibas mereka dengan tendangan mautnya .
*Buughh!!
Satu persatu mereka berjatuhan. Rendy segera mengambil gambar mereka dan mengirimkannya kepada Devano.
"Lain kali kalau pakai jasa preman, pilih yang lebih garang jangan lembek seperti ini!" ucap Rendy dalam pesan singkatnya
__ADS_1
Sementara itu, Nicko sengaja mengajak Zia ke sebuah kafe sebelum pulang ke rumah.
Ia sengaja memberikan sebuah obat tidur kepada pelayan dan memintanya mencampur obat tidur tersebut ke minuman Zia.