WELCOME TO HELL SCHOOL

WELCOME TO HELL SCHOOL
Bab 34


__ADS_3

"Bagaimana rasanya mendekam di balik jeruji besi,"


Rendy hanya tersenyum sinis menanggapi ucapan pria itu.


"Mungkin Bapak lebih tahu bagaimana rasanya berada di dalam sana," jawabnya singkat


"Kau terlalu sombong anak muda, sekarang kau akan menyesali semua perbuatan mu setelah mendekam di tempat ini," ucap Narendra kemudian meninggalkannya


Rendy tampak mengepalkan tangannya saat menatap sosok Narendra.


Ingin rasanya Rendy meluapkan kemarahannya dengan menghajar pria itu. Namun ia harus menahan emosinya agar tidak menambah hukumannya.


Saat memasuki sel, semua napi menatapnya sinis.


Seorang pria bertubuh kekar terlihat memelintir kumisnya dan berjalan mendekatinya.


Ia kemudian meminta sesuatu darinya.


"Oi anak baru, kalau kau ingin tinggal dengan nyaman di sini maka kau harus membayar kepada ku!" seru pria itu dengan suara keras membuat napi lain seketika menutup telinganya dan memalingkan wajahnya


"Maaf aku tidak punya uang," jawab Rendy dengan santai


"Hahahaha, kau pikir aku percaya!" jawab pria itu kemudian memukulkan tangannya ke tempat untuk menggertaknya.

__ADS_1


"Kalau kau tidak percaya silakan geledah saja," sahut Rendy sengaja pasrah dan mengangkat tangannya keatas


Merasa diremehkan oleh anak ingusan membuat pria itu berang.


Ia kemudian melepaskan pukulannya kearah Rendy, namun dengan cepat pemuda itu langsung menahannya.


Ia segera memelintir lengan pria itu dan mematahkannya. Rendy yang sudah dibakar amarah karena kedatangan Narendra berusaha meluapkan kemarahannya dengan menghajar pria itu beserta anak buahnya hingga babak belur.


Mengetahui ada keributan di sel, seorang sipir segera memindahkan Rendy ke sel lain seorang diri.


"Awas saja, kalau kau membuat keributan lagi, maka kau akan dipindahkan ke tahanan para terpidana mati!" ancam sang sipir


"Bukankah anak dibawah umur seperti ku harusnya berada di tahanan anak bukan bersama napi kelas kakap!" sahut Rendy


"Kalau kau ingin pindah ke sana maka suruh ibumu datang menemui kami!" sahut sang sipir kemudian pergi


Namun setelah ia merenung semalaman ia merasakan semua perbuatannya sia-sia.


Jika kau ingin mendapatkan keadilan maka kau harus menjadi orang besar. Karena hukum akan tumpul di depan orang-orang besar. Sementara jika kau terus menjadi orang kecil maka selamanya kau akan menjadi bulan-bulanan orang-orang besar karena hukum akan meruncing terhadap orang-orang kecil.


Rendy tiba-tiba membuka matanya saat mendengar suara sipir penjara menggedor-gedor pintu sel tahanannya.


Ia segera keluar untuk mendapatkan sarapan pagi.

__ADS_1


Semua napi tampak berbaris menunggu jatah makanan mereka. Rendy melihat beberapa orang napi terkuat tampak duduk ongkang-ongkang kaki menunggu jatah makanan mereka yang diambilkan oleh anak buahnya.


Mereka bahkan mendapatkan jatah makanan lebih banyak karena mengambil beberapa menu dari tahanan lemah.


*Praaanggg!!


Seorang lelaki tua tampak terjatuh saat seorang napi lain berusaha menjegalnya.


Pria itu tampak mengais masakannya yang sudah jatuh ke lantai.


Melihat hal itu Rendy kemudian memberikan makanannya kepada pria tua itu.


"Makanlah, lagipula aku tak berselera makan pagi ini," ucap Rendy


Pria tua itu tak henti-hentinya berterima kasih atas kebaikan Rendy.


Seorang ketua Napi yang tak suka melihat sikap sok pahlawan Rendy sengaja menyuruh anak buahnya untuk memberinya pelajaran.


"Oh jadi kau napi baru yang menghajar semua teman satu sel mu hingga sekarat?" tanya seorang napi


"Kalau iya kenapa?" jawab Rendy dengan penuh percaya diri membuat para napi itu gemetar dan mundur dari hadapannya.


Melihat anak buahnya mulai kena mental dengan ucapan Rendy membuat sang pemimpin segera bertindak.

__ADS_1


Ia melemparkan piring makanannya kearah Rendy. Beruntung ia langsung bisa menangkapnya sehingga membuat napi lain berdecak kagum.


"Di bumi ini hanya ada satu matahari, jadi jika ada dua matahari maka salah satunya harus hilang!" seru pria itu menantangnya


__ADS_2