WELCOME TO HELL SCHOOL

WELCOME TO HELL SCHOOL
Bab 42


__ADS_3

"Tidak mungkin Pak, aku yakin ada yang salah, aku tidak mungkin gagal," ucap Luna segera mengambil hasil ujiannya dan bergegas keluar


Luna kemudian menemui Devano dan memberitahukan tentang nilainya.


Devano tak kaget saat melihat nilai Luna. Justru pemuda itu menasihatinya agar ia legawa dalam menghadapi kegagalannya.


Tentu saja hal itu membuat Luna marah, karena Dev seakan tak peduli lagi dengannya.


Luna diam-diam menanyakan nilai Dev kepada wali kelas. Betapa kagetnya Luna saat mengetahui jika Dev mendapatkan nilai sempurna.


"Tidak mungkin, jawaban kami sama jadi mustahil jika ia mendapatkan nilai lebih bagus dariku. Pasti ada yang salah,"


Luna kemudian menemui sang tutor bimbel. Ia sengaja meminta kunci jawaban kepada pria itu tanpa sepengetahuan Devano.


Seketika Luna merasakan darahnya mendidih saat mengetahui jawaban yang diterima berbeda dengan yang diberikan oleh Devano.


"Sial, kenapa dia berbuat seperti ini padaku!"


Ia kemudian menemui Devano di tempat tongkrongannya.


Gadis itu langsung menampar wajah pria itu untuk meluapkan kemarahannya.


"Kamu tega ya Dev, tega banget sama aku!" seru Luna


"Memangnya apa yang sudah aku lakukan?" tanya Dev


"Kamu sengaja menipuku dengan memberikan kunci jawaban palsu. Kau tahu kan bagaimana aku bisa mendapatkan beasiswa itu, tapi teganya kamu menghancurkan Semuanya, setelah apa yang aku lakukan demi dirimu!" sahut Luna


"Dasar bodoh itulah kenapa kau memang tak layak mendapatkan beasiswa itu. Lagipula kau mendapatkannya dengan cara yang tidak benar makanya jangan salahkan aku jika kau gagal mempertahankannya,"


"Tapi jika kamu tidak memberikan kunci jawaban yang salah aku pasti masih menjadi pemegang beasiswa tersebut. Semuanya karena dirimu, kenapa kau melakukan hal itu padaku!"


"Karena kau memang bodoh Lun, seandainya kau pintar kau pasti akan mengecek ulang jawaban itu bukan langsung menyalinnya. Kalau kau ingin tahu kenapa aku melakukan hal itu, kau harus tanyakan pada dirimu sendiri. Sebenarnya selama ini kamu tulus gak mencintai aku. Apa kau sengaja mendekati ku hanya demi beasiswa itu sampai mengorbankan pria yang kau cintai ?" jawab Dev membuat Luna seketika terdiam


Gadis itu tak bisa berkata-kata saat Devano menyinggung tentang Rendra.


"Kalau kau mau tahu perasaan ku padamu, baiklah aku akan memberitahukan yang sebenarnya padamu. Awalnya aku memang memanfaatkan mu untuk mendapatkan beasiswa itu karena aku yakin dengan bantuan mu aku bisa mengalahkan Rendra. Tapi setelah berjalannya waktu aku pun mulai menyukaimu. Sedangkan Rendra selama ini aku tidak pernah menyukainya, justru memanfaatkan perasaannya untuk menjatuhkannya. Mungkin sekarang aku mulai dihinggapi rasa bersalah padanya namun sayang aku tak bisa meminta maaf lagi padanya," ujar Luna


"Lalu kau sengaja mendekati adiknya untuk mendapatkan maafnya atau untuk mendapatkan hatinya?"

__ADS_1


Wajah Luna berubah memerah saat mendengar jawaban Devano


"Apa maksudmu?" tanya Luna


"Aku tahu beberapa hari ini kamu mulai main hati dengan Rendy. Kau diam-diam jalan berdua dibelakang ku, kau pikir aku bodoh seperti Rendra yang diam aja saat di selingkuhi!" hardik Devano


"Jadi kau melakukan hal ini karena cemburu dengan Rendy?"


"Tentu saja. Kau tahu kan aku paling tak suka jika dikhianati, jadi jangan salahkan aku,"


Devano segera meninggalkan Luna yang masih menangis tersedu-sedu.


Luna yang tak mau kehilangan beasiswanya bergegas mengerjakannya. Ia kemudian bersimpuh dibawah kakinya dan meminta maaf kepada pria itu.


"Maafkan aku jika sudah membuat mu marah. Tapi asal kau tahu aku mendekati Rendy untuk memastikan dia tidak membalas dendam kepada kita," ucap Luna berusaha mengambil hati pria itu


Ia terus membujuk Devano agar memaafkannya dan meyakinkan jika hanya dia pria yang ia cinta.


"Baiklah aku akan memaafkan mu dengan satu syarat," ucap Devano


"Katakan saja apa syaratnya,"


"Tapi apa yang ingin kau ambil darinya, sekarang dia sudah tidak punya apa-apa. Ia bahkan tak bersekolah, bahkan ia terpaksa harus menjadi pekerja kasar untuk bertahan hidup. Lalu apa yang harus aku lakukan untuk mempermalukannya?" tanya Luna


"Aku tahu dia menyukaimu, jadi pancing dia untuk mengungkapkan perasaannya di depan umum dan kau harus menolaknya. Aku ingi lihat bagaimana wajah pecundang itu saat satu-satunya harapannya harus kandas juga," jawab Devano


Luna kemudian menyanggupi syarat dari Devano untuk mendapatkan kembali beasiswanya.


"Kau akan kembali menjadi kandidat penerima beasiswa setelah selesai menjalankan misi tadi," ucap Devano


Saat perjalanan pulang Luna berpikir keras untuk mencari cara agar ia bisa membuat Rendy mengungkapkan perasaannya Kepadanya.


Karena sebetulnya Luna tidak yakin jika pria itu menyukainya.


Malam harinya ia menghubungi Rendy dan mengatakan semuanya kepada pemuda itu. Luna memilih jujur kepadanya karena ia tahu bagaimana karakter Rendy.


Ia yakin Rendy akan membantunya jika ia berkata jujur kepadanya.


Rendy menjadikan kesempatan itu untuk menginterogasi Luna tentang semua kecurangan yang dilakukan oleh gadis itu bersama Devano untuk mendapatkan nilai bagus.

__ADS_1


Luna menceraikan semuanya tanpa curiga karena ia tahu Rendy sudah bukan siswa Madrid High School lagi pikirnya.


"Jika kau bisa mendapatkan jawaban soal itu karena ada soal ujian dari sekolah Lalu darimana kalian mendapatkan soal itu?" tanya Rendy


"Itu karena ada seorang guru yang membantu kami," jawab Luna sedikit malu


"Benar juga bagi siswa seperti Dev memang sangat muda untuk mendapatkan soal itu. Tapi aku dengar ada siswa yang bunuh diri lagi karena masalah nilai. Apa memang Sekolah itu seperti neraka hingga kebanyakan siswa yang tidak mendapatkan nilai bagus sesuai harapannya memilih bunuh diri?" tanya Rendy


"Itu karena nilai sangat penelitian di sana, kau tahu kan jika siswa tidak bisa mendapatkan nilai sesuai standar maka mereka harus siap dikeluarkan. Dan tak ada seorangpun yang mau dikeluarkan dari sekolah elite tersebut karena hanya Madrid High School yang menjamin semua lulusannya bisa diterima di universitas terbaik di negeri ini. Jadi sudah tentu apapun akan mereka lakukan demi bisa bertahan di sekolah itu," terang Luna


Setelah merekam semuanya Rendy menutup obrolannya. Pemuda itu kemudian mendatangi Tari di rumah sakit setelah Hesti memberitahunya jika ia sudah siuman.


Setibanya di rumah sakit Rendy meminta Tari menjelaskan alasannya kenapa ia bunuh diri.


Gadis itu menceritakan semuanya kepada Rendy yang terjadi sebelum ia bunuh diri. Termasuk saat ia melihat Kepala sekolah memberikan soal ujian kepada Devano secara sembunyi-sembunyi.


Luna yang mengetahui Tari melihat Devano mendapatkan soal ujian dari kepala sekolah berusaha membungkam gadis itu dengan mengiming-imingi gadis itu akan memberikan kunci jawaban matematika kepadanya.


Karena Tari memang paling tak bisa pelajaran matematika ia pun menerima kesepakatan yang ditawarkan oleh Luna.


Namun saat ujian tiba, Tari mengurungkan niatnya saat mengetahui pengawas ujian adalah Mr. Albert, guru yang terkenal paling killer dan kejam.


Tak mau terlibat masalah dengan aang guru ia memilih mengerjakan soal-soal ujian sendiri tanpa mengandalkan jawaban dari Luna.


Namun Mr. Albert yang mulai curiga dengan gerak-gerik Luna berusaha mendekatinya.


Takut pria itu memergoki aksinya Luna buru-buru melemparkan kunci jawaban itu tepat di depan Tari.


Sebenarnya yang membuat Tari kesal adalah pengakuan Luna yang mengatakan jika dirinya sengaja meminta kunci jawaban padanya bahkan mengancamnya. Itulah yang membuat Tari mendapatkan hukuman dari pihak sekolah.


Taro tidak bisa berbuat apa-apa karena Luna di lindungi oleh Devano.


Saat ibunya berusaha mencari keadaan dengan mendatangi kepala sekolah, Bambang justru menjebak keduanya dengan merekam video pertemuan mereka. Dengan sedikit editan video itu menjadi semakin memojokkan Tari hingga membuat semua orang berpikir jika Tari memang benar-benar bersalah dalam kasus contekan saat ujian.


Karena malu dan dijauhi oleh teman-temannya Tari memutuskan untuk memberikan surat pindah kepada kepala sekolah dengan tanda tangan ibunya yang sudah di palsukan.


Namun Luna justru memprovokasi dirinya untuk melakukan bunuh diri karena ia mengatakan percuma saja ia pindah toh tidak ada satupun sekolah yang Akan menerimanya kecuali ia pindah ke luar negeri.


"Kenapa tidak bunuh diri saja, dengan begitu semua masalah beres dan ibu kamu tidak akan menanggung malu atas semua apa yang sudah kamu lakukan??!" ucap Luna.

__ADS_1


__ADS_2