
Devano tercengang saat melihat wajah Rendy. Pria itu tampak gelisah saat mengetahui wajah pria dihadapannya begitu mirip dengan seseorang.
"Kenapa wajahnya begitu mirip dengan Rendra, apa mereka bersaudara?"
Untuk meyakinkan jika dugaanya benar maka Dev mendekati pria itu.
"Kalau boleh tahu siapa namamu?" tanya Dev mengulurkan tangannya
"Arga," jawab Rendy dengan pelan
"Ngomong-ngomong wajahmu begitu mirip dengan seseorang, apa kau memiliki kakak atau adik kandung seorang pria?" tanha Dev lagi
Rendy kemudian memberikan foto keluarganya kepada pria itu. Meskipun sedikit kecewa dengan photo keluarga Rendy.
"Keluarga yang harmonis," jawab Dev
Pria itu segera meninggalkan Rendy menuju ke ruang VIP.
"siapa laki-laki itu, bagaimana bisa dia mengalahkan jagoanku!" gerutu Devano
"Sabar bos, apa kau ingin aku menghajarnya?" tanya salah seorang anak buah Devano
"Aku mau kau menghajarnya hingga ia mati dan mengembalikan semua uangku yang sudah diambil olehnya," jawab Devano
__ADS_1
"Baik Tuan,"
Pria itu kemudian keluar setelah melihat Rendy keluar. Ia buru-buru mengikutinya bersama dengan anak buahnya.
Tahu jika dirinya diikuti Rendy sengaja berhenti di sebuah tempat yang sepi dan jarang dilewati orang.
Beberapa orang pria berbadan kekar bermunculan dan mengepungnya.
"Sepertinya aku kedatangan tamu tak diundang," ucap Rendy menyeringai
"Serahkan semua uangmu!" seru seorang pria menghampirinya
Rendy merogoh saku celananya dan mengeluarkan segepok uang dari dalamnya.
"Cepat berikan padaku uangnya!"
"Sayang sekali aku tak bisa memberikan milikku kepada orang-orang seperti kalian . Kalau kau menginginkan uang ini maka ambillah dariku?"
Seketika pria itu langsung menyerang Rendy dibantu oleh anak buahnya. Namun dengan gesit pria itu berhasil menghindari serangannya. Ia bahkan menjatuhkan lawan-lawannya hanya dengan sekali pukul.
"Sayang sekali, aku belum menemukan lawan yang seimbang!" ucapnya sembari melepaskan tendangan keras kearah sang pemimpin geng itu.
Setelah ia berhasil menjatuhkan Meraka semua, Rendy memfoto satu persatu pria-pria itu dan mengirimkannya kepada Devano.
__ADS_1
"Harusnya kau mengirimkan penjahat yang lebih sepadan denganku," ucap Rendy pada pesan singkatnya
Seketika Devano langsung meluapkan kemarahannya saat menerima pesan singkat darinya.
"Dasar brengsek beraninya kau menjatuhkan harga diriku, memangnya siapa dirimu hingga berani mengancamku. Aku berjanji akan mencari mu dimana pun kau berada dan aku juga akan membuat mu berlutut di kakiku untuk meminta maaf. Asal kau tahu tak ada seorangpun yang boleh mengancam Seorang Devano di dunia ini," ucapnya dengan nada sinis
Ia kemudian memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu mengenai Rendy.
Namun mereka tak berhasil menemukan identitas asli Rendy.
Keesokan harinya Devano begitu terkejut saat mobil polisi tiba-tiba menghadangnya saat ia baru saja keluar dari pintu rumahnya.
"Ada apa ini, bagaimana mungkin ada seorang polisi yang berani menghalangi jalanku!" gerutunya
Ia kemudian menekan klakson mobilnya untuk mengusir para polisi tersebut, sayangnya bukanya pergi para polisi itu segera turun dan membawa surat penangkapan untuk dirinya.
"Saudara Devano anda kami tangkap karena di duga membawa obat-obatan terlarang dan mengedarkannya di sekolah," ucap salah seorang polisi kemudian menunjukkan surat penangkapannya
"Cih yang benar saja, memangnya kau punya bukti yang menunjukkan jika aku adalah seorang pengedar?" tanyanya
Polisi itu kemudian memberikan foto-foto Devano sedang berpesta narkoba di sekolah dan membagi-bagikan barang haram itu kepada teman-temannya.
"Darimana kau mendapatkan foto-foto ini?" tanya Dev begitu terkejut
__ADS_1