WELCOME TO HELL SCHOOL

WELCOME TO HELL SCHOOL
Bab 33


__ADS_3

Devano segera berlari mendekati pintu pagar kediaman Marlina.


Ia segera memencet bel rumah tersebut karena Marlina telah menutup pintu gerbang rumahnya.


Marlina terkejut saat melihat Devano ada di depan rumahnya.


"Siapa Mah?" tanya Rendra tiba-tiba keluar dari kamarnya


"Bukan siapa-siapa nak, sebaiknya kau kembali istirahat di kamarmu," jawab Marlina


Namun Rendra yang merasa terganggu karena bel rumahnya terus berbunyi segera keluar dan membukakan pintu pagar rumahnya.


Devano begitu Shock melihat Wajah Rendra.


"Bagaimana bisa kau ada di sini, bukankah kau harusnya masih berada di ruang kepala Sekolah untuk menjalankan hukuman karena menyontek," ucap Devano


Mendengar saudara kembarnya mendapatkan hukuman karena menyontek tentu saja membuat Rendra terkejut.


"Rendy mencontek saat ujian??"


Rendy???


"Jadi pria itu bernama Rendy?" ucap Dave mengerutkan keningnya

__ADS_1


Marlina buru-buru keluar dan mengklasifikasi ucapan Rendra. Bagaimanapun Marlina berusaha meluruskan salah paham Devano tetap saja pemuda itu mulai mengetahui jika selama ini pria yang ada di sekolah bukanlah Rendra namun Rendy.


Ia semakin yakin saat melihat bekas luka di wajah Rendra.


Ia buru-buru pergi meninggalkan rumah itu . Dev sudah tidak sabar memberitahukan kepala sekolah apa yang di ketahuinya.


Siang itu ia segera menemui Bambang di ruangannya. Ia kemudian mengatakan kepadanya jika pemuda yang sedang mengerjakan ulang soal ujian matematika itu bukanlah Rendra.


"Namanya Rendy, aku yakin dia adalah saudara kembar Rendra. Namun kita semua tidak ada yang tahu karena ia sengaja menutupi jati dirinya."


"Apa kau tidak akan salah?" tanya Bambang


"Aku baru saja kembali dari kediaman Rendra," Devano kemudian memperlihatkan foto Rendra yang diambilnya secara diam-diam.


Ia kemudian mengirimkan surat panggilan untuk Ibu Rendra.


Ia tak lupa menginterogasi Rendy tentang apa yang ditemukan oleh Devano.


Rendy tampak benar-benar terkesiap saat menerima surat panggilan dari kepala sekolah.


"Jangan bilang ibumu tidak akan datang, Ingat dia harus datang jika tak mau kedua putranya di penjara," terang Bambang


Rendy kemudian memberikan surat panggilan itu kepada Marlina.

__ADS_1


Wanita itu terlihat shock saat menerima surat panggilan dari kepala sekolah.


"Aku tidak tahu semuanya akan menjadi kacau seperti ini. Aku tidak mau melihat Rendra di penjara," ucapnya terisak


"Kau tidak perlu bersedih Bu, karena apapun yang terjadi aku yang akan menanggung hukumannya. Mereka tidak boleh menyentuh Rendra," jawan Rendy berusaha menenangkan ibunya


"Tapi bagaimana jika Rendra menolaknya?" tanya Marlina


"Serahkan saja semuanya padaku Ibu, aku janji tidak akan pernah ada seorangpun yang bisa menyentuh Rendra," jawab Rendy


Ia kemudian mengantar Marlina menemui kepala sekolah. Rendra selalu mendampingi Marlina. Ia bahkan membantu menjelaskan kepada Bambang jika ialah yang sengaja menyamar menjadi Rendra agar bisa membalas dendam kepada semua siswa yang sudah merundung kakak kembarnya.


Bambang yang sudah diam-diam merekam pengakuan Rendra kemudian menyerahkan bukti itu ke polisi untuk menangkap pemuda itu.


Dua orang petugas polisi datang ke sekolah untuk menangkap Rendy.


Malina hanya bisa menangisi kepergian putra bungsunya.


Sementara itu Narendra begitu bahagia saat mengetahui Rendy dibawa ke kantor polisi.


Pria itu sengaja menjenguk Rendy di tahanan.


Narendra sengaja memperlihatkan wajah sedihnya saat harus kehilangan putra yang baru kembali.

__ADS_1


__ADS_2