
Zedd menghentikan sepedanya saat melihat mobil yang dikejarnya berhenti di sebuah apartemen. Ia segera turun dari masuk kedalam gedung tersebut.
Ia menaiki tangga menuju ke rooftop gedung.
Perlahan ia membuka pintu rooftop dan mengendap-endap dan segera bersembunyi di balik tong sampah.
Lelaki itu mengangkat ponselnya dan berbicara dengan seseorang.
"Aku sudah membawanya diatas rooftop tempat para siswa menginap. Dan setelah ini aku akan segera mengeksekusinya,"
"Lakukan dengan cepat dan jangan meninggalkan jejak,"
"Baik Tuan," pria itu segera mematikan ponselnya dan memasukannya kedalam saku.
Ia kemudian melepaskan ikatan tangan Rendy.
"Sekarang sudah saatnya kita akhiri semuanya,"
Pria itu kemudian membawa Rendy ke tepi gedung.
"Tidak!!" seru siswa itu berusaha menghentikan Lelaki itu mengeksekusi Rendy
"Kau tidak boleh ada di sini nak. Sebaiknya kembalilah ke kamar mu," tandas pria itu
"Sebenarnya ia bukan dia bukan seorang perundung Om. Aku tidak mau Om menjadi pelaku kejahatan hanya karena salah mengeksekusi,"
"Jika kau datang kemari untuk menyelamatkannya maka enyahlah dari sini sebelum aku juga menyingkirkan mu bersama Perundung itu,"
Siswa itu berlari mendekati Rendy dan mengguncang tubuhnya berharap ia segera sadar.
__ADS_1
"Rendy ayo bangun!!"
Pria itu benar-benar kehilangan kesabarannya saat melihat bocah itu terus membangunkan Rendy yang masih dalam pengaruh obat.
Pria tu itu segera menyeret siswa itu dan membawanya menjauhi Rendy.
"Rendy bangun, kalau kamu mati maka tidak ada lagi yang akan menolong kami saat para Perundung itu menyakiti kami!" seru siswa itu dengan suara lantang
Samar-samar Rendy mendengar suara seseorang yang terus memanggil namanya.
Ia berusaha membuka matanya meskipun terasa sangat berat.
*Brakkk!!
Terdengar suara pria tua itu menendang siswa keluar dari atap sekolah.
Rendy mulai melihat sosok pria yang mendekat kearahnya.
Ia mengeluarkan rokok dari saku celananya dan menyalakannya.
"Siapa yang menyuruhmu membunuhku, apa keluarga Narendra?" tanya Rendy yang mulai sadar
"Kau terlalu banyak tahu nak," ucap pria otu menghembuskan asap rokoknya ke wajah Rendy
Rendy menarik sudut bibirnya.
"Tentu saja aku harus tahu semuanya agar bisa menghukum para Perundung itu ke penjara, apa aku salah jika aku membela para korban kekerasan di sekolah??"
Lelaki itu semakin kesal setelah mendengar ucapan Rendy yang terkesan menyalahkannya.
__ADS_1
"Kau terlalu banyak omong nak!"
Pria itu melayangkan tinjunya kearah Rendy, namun ia berhasil menghindarinya.
Rendy tahu benar jika pria di depannya ini bukan pria tua biasa. Ia berusaha mematahkan setiap serangan pria itu.
Sehebat apapun Rendy jam terbang dan pengalaman membuat pria tua itu lebih unggul darinya hingga berhasil mengalahkannya.
Pria itu berusaha mendorong Rendy, agar jatuh dari atas gedung.
*Brakkk!!
Rendy tampak terkejut saat seorang siswa memukul pria itu dengan menggunakan balok kayu.
Lelaki itu meradang dan segera membalikkan badannya.
Ia menarik kerah baju siswa itu dan menghajarnya.
Rendy yang bergelantungan berusaha naik untuk menolong siswa itu.
Dengan usahanya Rendy berhasil naik dan melepaskan tendangan keras kearah pria itu.
Pria itu mendorong siswa itu dan menghantam Rendy dengan bogem mentahnya.
Ia kembali meninjunya hingga darah segar mengalir dari ujung bibir Rendy.
Rendy yang sudah dibuat babak belur berusaha bangun dan berdiri.
Ia segera berlari dan mendorong pria tua itu .
__ADS_1
*Braakkk!!
Ali tersenyum senang saat melihat pria itu jatuh dari atas gedung.