
Berita Sang Menteri dan putranya menganiaya seorang siswa sekolah menengah atas seketika menjadi headline news di beberapa surat kabar dan media pemberitaan online.
Narendra tidak tahu lagi bagaimana harus menghadapi hujatan para netizen yang mulai menyampaikan sumpah serapahnya kepadanya dan memintanya untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.
Ujaran kebencian dari para Netizen cukup membuat pria itu bahkan tak berani keluar dari rumahnya.
Karena banyaknya kritikan dari para netizen akhirnya pihak pemerintah sampai melakukan pencopotan jabatan sementara waktu.
"Lidah para netizen itu benar-benar tajam, karena mereka aku sampai tak bisa kemana-mana!" gerutu Narendra
"Sebaiknya anda jangan melakukan apapun dulu Pak, biar aku yang akan mencari solusi untuk membersihkan nama baik anda," jawab sang sekretaris
"Tentu saja kau harus berbuat sesuatu untukku. Aku tidak mau terus menerus menjadi pecundang seperti ini. Kau harus melakukan sesuatu atau aku akan memecat mu!" ancam Narendra
Pria itu meminta sang kepala sekolah untuk menyelesaikan masalah itu untuknya.
"Bukankah kau bilang cctv sekolah sedang rusak, lalu kepada ada rekaman CCTV itu dan bagaimana rekaman CCTV itu bisa bocor ke publik. Apa kau sengaja ingin menghancurkan aku, atau ... apa kau dendam kepada ku dan berusaha untuk menyingkirkan aku dari sekolah ini!" hardik Narendra di ujung ponselnya
"CCTV sekolah memang rusak, bahkan setelah aku berusaha memanggil seorang teknisi untuk memperbaikinya, tetap saja cctv itu masih tak bisa bekerja dengan baik. Namun aku juga bingung bagaimana cctv itu bisa hidup kembali. Dan soal pengedar video itu aku tidak terlibat sama sekali, kalau kai tidak percaya aku bisa mempertemukan mu dengan tekhnisi itu," jawab Bambang
"Tidak perlu, yang aku mau saat ini adalah kau harus mengembalikan nama baikku dan juga jabatan ku. Aku tidak mau tahu caranya, pokoknya kamu harus mencari siapa pelakunya dan segera pulihkan nama baik ku!" seru Narendra kemudian menutup teleponnya
Bambang menggerutu saat mendengar permintaan sang menteri.
__ADS_1
" Dasar brengsek, bagaimana mungkin seorang yang sudah melakukan skandal menginginkan nama baiknya kembali bersih. Memangnya kau dewa apa yang bisa dengan sekejap merubah segalanya. Meskipun aku sudah menangkap siapa pengedar video itu tetap saja semua orang sudah tahu bagaimana perangai jahat mu. Kau tidak lebih dari seekor serigala yang berusaha menyamar sebagai domba untuk menyembunyikan jati dirimu di depan orang-orang, " gerutunya
Kali ini bukan hanya Narendra yang menjadi sasaran kemarahan para netizen namun juga sekolah kepala sekolah yang dianggap ikut bersekongkol dengan Narendra saat menyiksa Rendra.
Mereka segera membuat petisi untuk memecat Bambang yang dianggap tak kompeten sebagai seorang kepala Sekolah.
Mereka bahkan melakukan demo besar-besaran di depan kementerian pendidikan untuk mengurus tuntas kasus ini.
"Bagaimana ini, bagaimana jika aku dipecat atau sekolah ini di tutup. Apa yang akan terjadi padaku, aku benar-benar takut!. Apa yang harus aku lakukan Arman, katakan padaku apa yang harus aku lakukan!" seru Bambang saat melihat beberapa orang demonstran berdatangan di halaman sekolah.
*Kantor Kementerian Dalam Negeri
"Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita bisa merubah paradigma para netizen itu agar tak menuduh anda sebagai pelaku, atau dengan kata lain kita harus mencari pengalihan isu agar mereka pelan-pelan melupakan kasus ini," ucap salah seorang penasihat hukum keluarga Narendra
"Selian itu untuk menutup sebuah kasus scandal seperti ini maka kita juga harus mengalihkannya dengan kasus scandal yang lebih mengerikan dari kasus ini,"
Salah seorang kuasa hukum Narendra kemudian membisikkan sesuatu kepadanya.
"Kau benar, lakukan saja semuanya sesuai rencana. Aku pastikan akan segera membangun image positif dengan memberikan bantuan kepada siswa kurang mampu yang tinggal di lingkungan kumuh Jakarta," jawab Narendra
Sementara itu Selain memposting kamera cctv Barra juga sengaja membangun sebuah opini publik yang menuntut sang menteri agar meminta maaf kepada keluarga korban.
Namun tiba-tiba saja antusiasme para netizen tiba-tiba menghilang saat sebuah berita pembunuhan seorang aktivis yang dilakukan oleh seorang anggota Dewan.
__ADS_1
Sementara itu Ibu Rendra kali ini benar-benar merasa sangat terpukul saat mengetahui kondisi Rendra yang kembali drop dan kritis.
Wanita itu tak henti-hentinya mengutuk perbuatan sang menteri.
Ia bahkan mendatangi kantor polisi dan untuk melaporkan sang menteri yang sudah menganiaya putranya hingga koma.
"Aku mohon tangkap pak Menteri dan hukum dia seberat-beratnya. Bagaimana mungkin seorang yang seharusnya menjadi seorang panutan justru menganiaya seorang siswa SMA yang lemah, dan lagi kenapa guru dan kepala sekolah yang seharusnya melindunginya justru malah membelanya bahkan ikut menganiaya putraku, benar-benar anak yang malang!" ucap wanita itu begitu sedih
"Maaf Ibu, tapi kasus ini sudah di laporkan oleh pihak sekolah dan sedang dalam masa penyelidikan. Jadi Ibu tenang saja karena kami akan memberitahukan Ibu jika kasus ini sudah menemukan titik terang," jawab seorang komandan polisi
Seperti saran dari penasihat hukumnya, Narendra mulai melakukan pencitraan di beberapa tempat. Ia mulai membersihkan namanya dengan memberikan santunan kepada anak-anak putus sekolah di kawasan kumuh Jakarta.
Selain memberikan beasiswa, ia juga memberikan tempat tinggal yang layak kepada warga yang tidak memiliki rumah di sana.
Berita tentang aksi pencitraan sang menteri menjadi headline news di semua televisi nasional dan juga media online.
Bukan hanya beramal saja Narendra bahkan ikut terjun langsung dalam acara pembuatan sekolah gratis untuk anak-anak tidak mampu.
Yang terakhir ia mendatangi Rendra yang terbaring di rumah sakit dan memberikan santunan Kepadanya meskipun sang ibu menolak.
"Aku tidak sudi menerima uang darimu, kalau anda memang merasa bersalah dan ingin memperbaiki kesalahan anda maka minta maaflah kepada putraku!" seru wanita itu
"Apa orang tua yang ingin memberikan hukuman kepada putranya agar ia menjadi anak yang lebih baik harus meminta maaf kepada anak itu?" jawab Narendra membuat Marlina terkejut mendengarnya
__ADS_1
"Memangnya ada orang tua yang menghukum putranya dengan memukulinya hingga koma, hanya Iblis yang akan melakukan hal seperti itu. Karena orang tua yang sebenarnya akan memberikan hukuman yang mendidik agar putranya tidak mengulangi lagi perbuatannya dan tentunya agar ia menjadi lebih baik lagi bukannya mendendam atas hukuman yang diterimanya," jawab Marlina