WELCOME TO HELL SCHOOL

WELCOME TO HELL SCHOOL
Bab 31


__ADS_3

Rendy benar-benar mati kutu saat membaca soal dihadapannya.


Ia tak menyangka jika dirinya akan bergelut lagi dengan soal ujian matematika yang tingkat kesulitannya diatas kemapuan bela dirinya.


Melihat Rendy yang terlihat tak berdaya saat mengerjakan soal matematika membuat Luna melemparkan sesuatu kepadanya.


Rendy segera mengambil kertas yang terjatuh di depannya dan menyembunyikannya di bawah kertas soalnya.


Ia tersenyum saat membuka kertas itu.


Ia menoleh kearah Luna dan mengacungkan jari tengahnya.


"Dasar brengsek, bukanya berterimakasih dia malah membuatku kesal!"


Luna kembali fokus mengerjakan membaca ulang soal ujiannya.


Sementara itu Rendy tampak asyik menyalin jawaban dari Luna.


Rendy segera menyembunyikan kertas contekannya saat pengawas ujian mendekatinya.


Pria itu terus berdiri didepannya hingga membuat gerak-gerik Rendy tak senyaman siswa lainnya.


Rendy terus mengumpat dalam hati, kenapa pengawas itu tak kunjung meninggalkannya.


"Sial, apa karena aku terlihat bodoh makanya ia tak percaya dengan kemampuan ku,"


Waktu ujian menunjukkan kurang lima menit lagi, tapi lelaki itu belum bergeser dari tempatnya.


Rendy melirik lembar jawabnya dan menghitung jumlah soal yang belum ia Jawab.


Ia melirik kearah Luna yang terlihat merapikan lembar soal dan jawabannya.


Melihat Luna menuju meja pengawas untuk mengumpulkan jawabnya, pria itu segera menghampirinya.

__ADS_1


Rendy menggunakan kesempatan itu untuk melengkapi jawabannya ya masih kosong.


Setelah selesai ia kemudian mengumpulkan lembar jawabannya.


"Terimakasih," tutur Rendy saat bertemu dengan Luna


"Untuk apa?" tanya Luna


"Untuk jawaban yang kau berikan padaku," jawab Rendy


"Dasar bodoh, memangnya kau yakin aku memberikan jawaban yang benar kepada mu?"


"Ah sial!" pekik Rendy merasa di pecundangi oleh Luna


Ia kemudian meninggalkan gadis itu dan memilih menghabiskan jam istirahatnya di belakang kelas.


Rendy memilih tidur daripada harus memikirkan kebodohannya yang mempercayai Luna.


Ia tak bisa membayangkan jika Rendra harus di do karena tidak bisa mempertahankan prestasinya.


"Maafkan aku kak, Harusnya aku membantumu betahan di sekolah ini, tapi aku malah mengacaukannya!"


Sementara itu Luna kebingungan mencari keberadaan Rendy. Gadis itu terlihat membawa dua buah minuman kemasan di tangannya.


"Dimana dia, apa dia marah padaku karena sudah mengatakan itu bukan jawaban yang benar??"


Seorang siswa laki-laki menghampiri Luna dan mengambil satu minumannya.


"Thanks cantik!" seru pria itu kemudian berlari meninggalkannya


"Kembalikan minuman itu!" seru Luna mengejar pria itu.


Mengetahui Luna mengejarnya, pria itu seolah sengaja membuatnya terus mengikutinya.

__ADS_1


Ia terus berlari sembari sesekali memancing kemarahan gadis itu.


"Ayo ambil kalau bisa!" godanya


"Ayolah Dev kembalikan. Gak lucu tahu!" seru Luna


Devano sengaja berlari kebelakang kelas dan menaruh minuman itu ke atas pohon.


Mendengar suara berisik membuat Rendy membuka matanya dan melihat apa yang terjadi.


Ia melihat Luna tampak memanjat pohon untuk mengambil sesuatu. Sementara itu Devano tampak tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu Luna saat memanjat pohon.


Luna tersenyum senang saat berhasil mengambil botol minuman tersebut.


Namun ia begitu terkejut saat dirinya terpeleset dan terjatuh dari atas pohon.


Melihat hal itu Dev dan Ready segera berdiri dibawah pohon bersiap menangkap tubuh gadis itu.


*Grep!!


Rendy berhasil menangkap tubuh gadis itu, membuat Dev kesal.


"Terimakasih," ucap Luna segera merapikan penampilannya


Gadis itu merona saat beradu pandang dengan Rendy. Sementara itu Rendy buru-buru menurunkan gadis itu saat perasaannya mulai tak karuan.


Ia bahkan buru-buru pergi meninggalkannya karena tak mau Luna mengetahui perasaannya.


"Tunggu!" seru Luna mengejarnya


Gadis itu kemudian memberikan minuman kemasan kepadanya.


"Terimakasih sudah menolongku hari ini,"

__ADS_1


__ADS_2