WELCOME TO HELL SCHOOL

WELCOME TO HELL SCHOOL
Bab 22


__ADS_3

Semua siswa tampak panik dan ketakutan saat mobil mereka tak kunjung menyala setelah sang sopir dan juga asistennya mencoba untuk memperbaikinya.


Sang sopir kemudian menelpon ke pool untuk mengirimkan mobil pengganti.


Ia juga berusaha menenangkan para siswa untuk sabar menunggu hingga bus pengganti tiba.


Beberapa siswa perempuan yang ketakutan menangis tersedu-sedu membuat siswa lain kembali panik.


Rendy segera turun dari mobil untuk mencari udara segar.


Ia bersandar di mobil sembari mencari cara untuk menenangkan teman-temannya yang terus membuatnya kesal karena terus menangis.


*Srek, srek, srek!!


Ia menggerakkan bola matanya kearah dedaunan yang bergoyang saat tidak ada angin.


Ia memasang telinganya tajam-tajam untuk memastikan suara itu adalah langkah manusia.


Matanya yang tajam terus membidik semak belukar di depannya. Ia yakin ada seseorang yang mengintainya dari rerimbunan semak-semak.


Ia mengendap-endap melangkahkan kakinya mendekati semak-semak.


*Grep!!


Ia menangkap seorang pria yang sedang duduk jongkok di bawah semak-semak.

__ADS_1


Namun bau busuk membuat Rendy segera menyingkir dari pria itu.


"Sial, aku kira penjahat ternyata hanya seorang yang sedang buang hajat!" gerutu Rendy


"Makanya jadi orang jangan asal tangkap," sahut lelaki itu ia segera menghampiri Rendy setelah menyelesaikan hajatnya


"Siapa kau, sepertinya kau bukan siswa Madrid High School?"


Rendy tampak memperhatikan pemuda itu dari atas sampai bawah.


"Sudah pasti tak seorangpun yang mengenali siswa miskin seperti ku. Bahkan siswa yang sama-sama miskin pun tidak mengenalku, benar-benar menyedihkan!" gerutu pria itu kemudian membuka pintu mobil


Namun Rendy menahannya saat ia hendak naik ke mobil.


Lelaki itu segera mengeluarkan pakaian seragam di dalam tasnya dan memperlihatkannya kepada Rendy.


"Apa masih tak percaya juga?" tanyanya sinis


"Aku tidak meragukan mu sebagai siswa Madrid High School, aku hanya meragukan niatmu bergabung di bus ini,"


Lelaki itu kemudian memegang tangan Rendy dan meletakkan di dadanya.


"Kalau kau masih curiga padaku silakan geledah aku,"


Rendy segera menggeledah pria nitu sesuai perintahnya. Ia juga memeriksa isi tas pria itu.

__ADS_1


Namun ia tak menemukan apapun di sana kecuali sebuah ikat kepala berwarna merah.


Rendy mempersilakan pria itu naik.


Lelaki itu memilih duduk di belakang bersama siswa pria lainnya.


Tidak lama sebuah bis pengganti datang dan semua siswa segera pindah kesana.


Rendy terus memperhatikan gerak-gerik pria yang baru bergabung itu.


Ia bahkan memilih duduk disampingnya untuk memastikan ia bukan orang jahat seperti dugaanya.


Selama perjalanan tak ada yang mencurigakan, bahkan semua siswa terlihat menikmati perjalanan dengan berkaraoke selama perjalanan.


Melihat semuanya baik-baik saja, Rendy memilih memejamkan matanya selama perjalanan.


Suara riuh para siswa bertepuk tangan dan menyanyi seakan menina bobokan Rendy hingga ia tertidur pulas.


Rendy mulai membuka matanya saat suasana tiba-tiba hening dan sepi. Namun ia terkejut saat mendapati dirinya dalam keadaan terikat dan dikurung di sebuah bangunan kosong.


"Sial!" Rendy berusaha melepaskan diri dari ikatan tangannya.


*Tak, tak, tak!!


Terdengar derao langkah kaki mendekat kearahnya.

__ADS_1


__ADS_2