
Luna terlihat khusuk membaca sebuah buku biografi, sedangkan Rendy terus memperhatikan gadis itu.
Seorang pria datang menghampiri Luna dan memberikan sebotol minuman dingin kepadanya.
Seketika Rendy begitu terkejut saat mengetahui lelaki itu adalah Devano. Melihat kemesraan antara keduanya membuat Rendy semakin muak.
Ia tak mengira jika Devano dan Luna adalah sepasang kekasih.
"Sekarang kamu tak perlu kerja keras lagi, aku sudah memastikan ayah sudah menetapkan kamu sebagai penerima beasiswa ke Oxford," ucap Devano
"Apa kau tidak bohong??"
Devano kemudian memperlihatkan ponselnya kepada Luna. Gadis itu begitu bahagia dan langsung memeluknya.
Jam istirahat pun selesai semua siswa segera kembali masuk ke kelasnya masing-masing.
Luna dan Devano keluar dari perpustakaan bersama. Keduanya kemudian melihat papan pengumuman sebelum masuk kelas.
Luna tampak begitu bahagia hingga senyumnya terus mengembang.
Rendy yang penasaran segera menengok papan pengumuman tersebut.
Ia melihat jika Luna berhasil mendapatkan beasiswa ke Oxford university.
Ia kemudian segera masuk ke kelasnya dan mengikuti pelajaran seperti biasa.
Perasaan penasaran mulai mengusiknya hingga ia memilih membaca buku diary Rendra.
Air mata Rendy tampak berlinang saat membaca bagaimana perjuangan Rendra untuk bisa masuk sekolah itu dan mendapatkan beasiswa.
Perjuangan Rendra dalam mempertahankan nilai-nilainya agar terus mendapatkan beasiswa membuat pria itu begitu mengerti kenapa Rendra sampai di bully teman-temannya.
Ia bahkan rela tak mengejar cintanya demi untuk mendapatkan beasiswa kuliah ke Oxford.
Dari beberapa puisi yang ada di buku diary itu Rendy tahu jika puisi iy sebenarnya di tunjukkan kepada Luna.
Namun ia tak berani untuk memberikan kepadanya.
"Sekarang aku tahu kenapa Dev membencimu bahkan merundung mu sampai koma, ternyata karena kau menyukai kekasihnya," Rendy segera mengusap air matanya yang kembali menggenang di sudut matanya
Pukul tiga sore jam pelajaran berakhir, semua siswa berhamburan keluar dari kelasnya.
Rendy berjalan gontai meninggalkan kelasnya ia.
Saat melewati selasar kelas ia melihat beberapa orang sedang merundung siswa.
__ADS_1
"Kenapa kebiasaan merundung ini masih saja belum hilang dari sekolah ini,"
Rendy kemudian sengaja melemparkan sebuah spidol kearah mereka hingga para Perundung kaget dan berlarian meninggalkan tempat itu.
Setibanya di halte ia melihat Luna berboncengan dengan Devano.
Setibanya di rumah Giandra sudah menunggunya, selesai makan siang pria itu mengajaknya menuju ke tempat bimbel.
"Agar bisa bersaing dengan anak-anak lain kamu juga harus memiliki skill yang sama dengan mereka. Belajar sendiri saja tidak cukup kecuali kamu anak genius seperti kakakmu," ucap Gi
Rendy tersenyum kecut mendengar ucapan pria itu.
Gi menghentikan mobilnya di sebuh kawasan rukan mewah. Keduanya segera masuk ke sebuah rukan.
Seorang receptionist menyambut kedatangannya dan mengantar mereka ke ruangan pendaftaran.
Giandra sengaja mendaftarkan Rendy ke kelas VIP dimana hanya anak-anak dari kalangan atas yang bisa ikut kelas ini. Bukan hanya dari segi keuangan saja yang harus dipenuhi saat masuk kelas elite ini, tapi juga nilai.
Karena hanya yang memiliki nilai sempurna yang bisa masuk kelas itu.
"Kelas VIP adalah kelas komplit jadi jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan ini," ucap Gi Kemudian meninggalkan Rendy
Rendy melangkahkan masuk ke sebuah ruangan yang hanya diisi oleh satu siswa dan satu tutor.
Ia belajar seorang diri bersama seorang tutor ahli yang sudah dipilih oleh Gi.
Lelaki itu duduk di depan Rendy dan memberikan sebuah buku modul kepadanya.
"Sebelum kita mulai belajar perkenalkan dulu, saya Arda Sasono, kamu bisa memanggil ku Mr. Ar,"
"Selamat sore Mr. Ar," sapa Rendy
"Sore Genta, baiklah sekarang apa target yang ingin kau capai setelah mengikuti kelas VIP ini?"
"Aku ingin mendapatkan beasiswa ke Oxford,"
Arda langsung tersenyum mendengar jawaban Rendy.
"Great, akhirnya aku kembali mendapatkan siswa yang cukup berambisi." jawab Arda
Ia kemudian mulai memberikan materi dan latihan kepada Rendy.
Pukul lima sore, Rendy selesai mengikuti bimbel.
Saat keluar ia melihat Luna masuk ke ruangannya menemui Arda.
__ADS_1
Ia melihat Luna memberikan sebuah bingkisan dan tak lama ia sudah berada di halte bus.
Meskipun Rendy dan Luna duduk bersebelahan di halte namun Gadis itu tak mengenali Rendy dengan penampilan barunya.
Sebuah bus melintas dan keduanya segera naik. Karena hanya ada satu kursi Rendy memberikan kursi itu kepada Luna.
Rendy sengaja turun di area pemakaman Rendra. Ia ingin mengabari saudara kembarnya itu tentang apa yang ia lakukan untuk mewujudkan keinginannya agar mendapatkan beasiswa ke Oxford.
Saat ia turun Luna pun ikut turun. Penasaran dengan Luna Rendy sengaja memperlambat jalannya.
Ia melihat Luna mendatangi makam Rendra, gadis itu terlihat berbincang dengannya. Rendy menunggu cukup lama, hingga Luna meninggalkan bucket bunga mawar diatas pusara Rendra.
Rendy mengambil sebuah kotak yang ditinggalkan oleh Luna. Ia membuka kotak itu dan isinya adalah surat cinta dari Rendra untuk gadis itu.
"Dasar bodoh, kau masih saja berusaha mendapatkannya meskipun kau tahu tidak akan bisa mendapatkan cintanya,"
Rendy menemukan sebuah surat yang ditulis oleh Luna.
"Terimakasih atas semua yang kau berikan padaku, semoga kau bahagia di surga sana. Maaf jika aku tak bisa membalas perasaan mu,"
Rendy seketika bisa merasakan kesedihan Rendra saat membaca surat itu.
Ia kemudian mengubur kotak itu di samping makam Rendra.
Malam itu Rendra mengikuti Gi menemui seorang kliennya.
Gi sengaja mengajak Rendy agar ia bisa belajar berbisnis darinya.
"Aku harap suatu hari nanti kau bisa menggantikan aku menjalani bisnis ini," tutur Gi
"Tentu saja," jawab Rendy
*********
Pagi itu Rendy langsung mendapatkan perlakuan istimewa setelah mengikuti bimbel kelas VIP ia bahkan tergabung dalam grup WhatsApp yang berisi anak-anak yang mengikuti bimbel VIP.
Dimana Devano dan Luna juga menjadi member grup chat tersebut.
Ia bahkan selalu mendapatkan bocoran soal setiap guru mapel akan mengadakan ulangan dari sang tutor.
Bukan hanya bocoran soal bahkan ia juga mendapatkan kunci jawabannya dengan lengkap.
Tidak heran jika Rendy langsung mendapatkan peringkat pertama.
"Untuk apa bimbel jika seperti ini!" gerutu Rendy
__ADS_1
Hari itu semua anak VIP dikumpulkan di ruangan kepala sekolah.
"Mungkin kalian belum dengar jika ada seorang siswa yang melayangkan protes saat tahu jika salah seorang dari kalian menerima bocoran soal Ujian semester. Aku tidak tahu bagaimana dia bisa tahu tapi sepertinya ada seseorang yang sengaja membocorkannya, untuk itu saya memutuskan untuk ujian semester ganjil ini kami akan mengadakan perubahan soal, dan kalian harus belajar ekstra karena pihak sekolah tidak akan memberikan bocoran soal untuk menghindari demo dari para wali murid,"