WELCOME TO HELL SCHOOL

WELCOME TO HELL SCHOOL
Bab 22


__ADS_3

Beberapa orang bertubuh kekar berlarian menuju ke depart keberangkatan domestik.


Barra tampak duduk bersama Zia menunggu kedatangan maskapai.


"Itu dia orangnya!" seru Seorang gengster memerintahkan teman-temannya untuk meringkus Barra.


Salah seorang dari mereka menghampiri Barra dan berusaha membekapnya.


Melihat seseorang berusaha menyakiti kekasihnya Zia tak tingga diam.


Ia memukul pria itu dengan tasnya. Zia menggandeng lengan Barra dan berlari meninggalkan para preman itu.


Baru saja beberapa langkah mereka pergi puluhan lainnya menghadangnya.


*Buugghh!!


Barra jatuh tersungkur ke lantai saat sebuah baton menghantam punggungnya.


Saat ia mencoba bangun seseorang menikamnya hingga ia jatuh terkulai ke tanah.


Zia berteriak histeris melihat para gengster itu menyakiti Barra dan mencoba melarikan diri. Seorang gengster mengejarnya membuat gadis itu mempercepat langkahnya.


Ia buru-buru keluar Bandara dan berusaha menghentikan taksi.


Namun tak ada satupun taksi atau Bus yang berhenti.


Sebuah Taksi melintas dengan cepat di depan Zia.

__ADS_1


Rendy segera membuka pintu taksi dan menarik Zia masuk.


"Cepat jalan pak!" seru Rendy


Keesokan harinya Rendy terlihat di acara pemakaman Barra.


Pemuda itu sengaja berdiri di barisan belakang untuk melihat siapa saja yang menghadiri pemakaman sahabatnya tersebut.


Hanya pihak keluarga Barra dan beberapa orang rekan kerja orang tua Barra yang ikut menghadiri pemakaman tersebut.


Rendy segera pergi meninggalkan area pemakaman saat seorang pemuka agama selesai membacakan doa.


Seorang pria berjas hitam memasuki area pemakaman dan meletakan bucket bunga ke atas makam Barra.


Pria itu membuka kacamatanya dan menyalakan rokoknya. Rendy memilih keluar dari persembunyiannya dan menghampiri pria itu.


"Inilah akibatnya kalau tak mendengar nasihatku. Kematian juga akan menghampiri mu jika kau tetap mengabaikan ucapan orang lain?" tandas lelaki itu


"Siapa kau sebenarnya?" ta ya Rendy


Lelaki itu tak menghiraukan ucapannya dan tetap berlalu pergi meninggalkan pemakaman.


Pagi itu sekolah tampak lengang. Hari itu sekolah sengaja tak mengadakan upacara bendera seperti biasanya.


Semua siswa berlarian masuk ke dalam kelas saat mendengar pengumuman dari pengeras suara.


Seorang guru segera masuk kedalam kelas dan memulai pelajaran seperti biasanya.

__ADS_1


Rendy terlihat bosan dan enggan untuk mengerjakan tugas-tugas dari sang Guru.


Guru yang marah karena merasa tidak dihormati memberikan hukuman kepada Rendy.


Saat jam istirahat wali kelasnya memanggilnya. Pria itu tampak memandanginya dengan sinis.


" Kamu sudah berubah Ren, jika kau tetap bersikap seperti ini dan nilai-nilai mu turun maka pihak sekolah akan mengeluarkan mu dari sekolah," ucapnya lirih


"Kenapa, harus dikeluarkan. Bukankah siswa lain banyak yang mendapatkan nilai di bawah ku. Tapi kenapa mereka tidak di keluarkan?" jawab Rendy


"Tentu saja berbeda, kau hanya anak yang bersekolah katei beasiswa sedangkan mereka adalah putra para donatur sekolah," jawabnya singkat


"Kalau begitu aku harus belajar rajin untuk bisa bertahan di sekolah ini?" Rendy meninggalkan ruangan itu


Semua siswa di kelas terlihat menikmati pelajaran terakhir hari itu.


Terdengar suara pengumuman berkumandang.


Semua siswa berteriak histeris saat mendengar akan ada karya wisata. Hanya Rendy yang tak bereaksi dengan pengumuman tersebut.


Keesokan harinya


Semua siswa tampak berbaris memasuki sebuah bis pariwisata.


Semua tampak antusias mengikuti kegiatan derma wisata kali ini kecuali Rendy.


Entah kenapa firasatnya mengatakan jika ini adalah bukan karyawisata biasa.

__ADS_1


Benar saja mobil mereka mogok di tengah perjalanan saat melintasi sebuah hutan.


__ADS_2