
*Grep!!!
Rendy segera menahan pukulan Saka. Ia kemudian memelintirnya membuat pemuda itu menjerit kesakitan.
Semua orang menatap kearah Saka yang tampak meringis memegangi tangannya.
"Jika kau berani memukuli siswa lagi maka aku akan mematahkan satu lagi lenganmu!" ancam Rendy
Ia kemudian meninggalkan tempat itu.
Saka yang kesal segera bangun dan mengejarnya. Ia mengambil sebuah kursi dan menghantamkannya kearah Rendy.
Namun sayangnya Rendy segera menghindar. Sehingga membuatnya kembali salah sasaran.
Geram serangannya selalu meleset, kali ini Saka memilih menyerang Rendy dengan teknik jujitsu.
Rendy menarik ujung bibirnya melihat gerakan Saka.
Rendy kembali mematahkan satu persatu serangan Saka. Saat Bel masuk berdering Rendy berniat menyudahi pertarungannya, namun Saka menahannya dengan tetap melancarkan serangannya kearah pemuda itu.
Untuk mempercepat waktu Ali memilih mengeksekusi Saka dengan tendangan melintang hingga membuat Saka jatuh terhempas ke lantai.
Semua siswa tampak menganga melihat keberhasilan Rendra menghabisi Saka.
__ADS_1
Desas-desus tentang perubahan sikap Rendra dari pecundang menjadi seorang pahlawan membuat salah seorang siswa merasa terusik.
Dia adalah sahabat dekat Rendra.
Sebenarnya dia adalah orang yang paling mengenal Rendra dan selalu membelanya saat para Perundung membullynya.
Perubahan sikap Rendra yang berubah drastis hingga tak mengenalinya membuat Luna mempertanyakan apakah benar dia Rendra atau orang lain yang menyamar menjadi Rendra.
Untuk menjawab rasa penasarannya, Luna mengajak Rendy pulang bareng. Namun Rendy dengan sopan menolaknya karena ia harus berkerja.
"Sejak kapan lo kerja, bukannya lo bilang jika kamu kerja maka akan membuat nilai akademik mu menurun, apa kau tidak takut peringkat mu menurun?" tanya Luna
"Aku tak peduli, bagiku yang terpenting sekarang bukanlah nilai. Tapi bagaimana aku bisa membalas mereka yang sudah membuat ku tak bisa kembali ke kehidupan ku yang dulu lagi," jawab Rendy
Luna menarik lengan pria itu. Kali ini Luna terkejut saat merasakan lengan Rendra yang berubah menjadi berotot.
"Kau mencurigai ku karena lenganku berotot?, semuanya bisa dibentuk dengan rajin berolahraga, jadi jangan norak deh!" seru Rendy
"Kau benar, sepertinya aku yang belum siap melihat perubahan mu," jawab Luna kemudian melepaskan lengan Rendy.
Luna bahkan tak curiga saat mendengar jawaban Rendra yang selalu melenceng dan tak sesuai.
Ia mengira Rendra seperti itu karen amnesia yang dideritanya pasca kejadian yang menimpanya.
__ADS_1
Satu-satunya cara untuk memastikan Rendra adalah orang lain dengan melihat hasil penilaian Ujian akhir semester . Luna yakin jika semua bisa berubah saat orang mengalami amnesia kecuali skillnya.
Hari itu sekolah memulangkan cepat para siswa untuk persiapan pelaksanaan Penilaian Akhir Semester.
Malam harinya Rendy mencoba membaca buku agar ia bisa mendapatkan nilai terbaik seperti Rendra.
Dia tak mau semua orang mencurigainya karena nilai ulangannya yang berubah menjadi jeblok karenanya ..
Rendy tampak menggaruk-garuk kepalanya meskipun tak gatal saat membaca soal ujian. Ia benar-benar menyerah karena semua yang ia pelajari tidak ada yang keluar.
Bukannya mengerjakan soal-soal di depannya Rendy malah tertidur pulas
Bunyi bell istirahat membangunkannya. Rendy segera mengisi lembar jawabannya dan memberikannya kepada pengawas.
Luna menghampiri pengawas dan memeriksa lembar jawaban Rendy.
"Meskipun kau kehilangan ingatanmu, harusnya kau tidak akan kehilangan kecerdasan mu juga Ren," Luna kemudian mengejar Rendra
Ia menepuk bahunya membuat Rendy langsung menoleh kearahnya.
"Sepertinya aku haru mengajarimu matematika lagi agar kau tetap bisa sekolah di sini dan tidak di usir dari sekolah ini.
Luna mulai menjauh dari Rendy dan membiarkannya pergi.
__ADS_1
Pagi harinya petugas memasang nilai para masing-masing siswa untuk mata pelajarannya matematika.
Rendra tampak shock melihat perolehan nilainya.