WELCOME TO HELL SCHOOL

WELCOME TO HELL SCHOOL
Bab 44


__ADS_3

Devano semakin meradang, ia tak bisa menahan amarahnya lagi. Ia segera mendorong Luna dan menyeret Genta dengan menarik kerah bajunya.


"Jadi kau ingin menjadi pahlawan kesiangan untuk Luna hah!"


"Kau pikir siapa dirimu hingga berani mendekati kekasih ku. Jangan kau pikir karena tergabung dalam Group VIP aku akan melepaskan mu, kau salah anak muda. Aku adalah Dev seorang putra mahkota yang sangat berkuasa di sini, jadi tak ada seorangpun yang bisa menyentuh ku apapun yang aku lakukan. Dan aku paling tidak suka jika ada seorang cowok yang sok jagoan dan berusaha mendekati cewekku!" Kembali Devano melayangkan tinjunya kearah Rendra hingga rambut palsu Rendy terlepas dan kacamatanya hancur.


Seketika Devano mundur saat mengetahui jika Genta adalah Rendy.


"Kau... bagaimana kau bisa ada di sini??" Devano tampak benar-benar terkejut melihat Rendy


Wajahnya seketika memucat seperti melihat hantu.


"Jadi begini caramu merisak kakak ku hingga ia koma!" seru Rendy


"Jangan ungkit masa lalu, semuanya sudah selesai!" sahut Devano


Rendy tersenyum simpul mendengar ucapan Devano, " Semuanya baru dimulai Dev, kasus Rendra memang sudah di tutup tapi aku akan membongkar bagaimana kalian menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan nilai terbaik demi merebut beasiswa ke Oxford. Kalian bahkan tega membunuh teman kalian sendiri hanya untuk menutupi kejahatan kalian," ucap Rendy


"Jangan fitnah, kau tidak bisa menuduh kami tanpa bukti," jawab Devano


"Kata siapa aku tak punya bukti, bahkan mantan kekasihmu sendiri yang akan menjadi saksi kasus ini," ucap Rendy


Bukan hanya Devano yang dibuat shock oleh pernyataan Rendy namun juga Luna. Gadis itu tak mengira jika Rendy memanfaatkan dirinya.


Rendy kemudian mendekati Luna dan menggandengnya, " Bukan begitu sayang?" tanya Rendy membuat gadis itu seketika berkaca-kaca


"Eh...i..i ..iya," jawabnya gugup


Devano seketika tertawa mendengarnya.

__ADS_1


"Bravo... ternyata kalian berusaha menjebak ku rupanya. Asal kau tahu Rendy, jika saudara kembar mu Rendra bukan mati bunuh diri... dia mati karena dibunuh oleh orang yang sangat ia cintai yaitu Luna," ujar Devano membuat Luna seketika membelakakan matanya


"Dia bohong Ren, kamu jangan percaya dengan omongannya. Ia sengaja ingin memecah belah kita karena aku akan menjadi saksi yang akan memberatkannya," ucap Luna berusaha mendapatkan kepercayaan dari Rendy


"Terserah kau saja Luna, lagipula jika kau memang akan bersaksi justru kau sendiri yang akan merugi. Kau tahu benar semua yang aku lakukan semuanya atas permintaan mu. Kau begitu bersikeras untuk mendapatkan beasiswa itu meskipun kau tahu kau tidak akan bisa mengalahkan Rendra. Kau bahkan sengaja mendekati ku dan menerima cintaku, menskipun kau tak mencintai aku, hanya agar aku bisa membantumu menyingkirkan Rendra. Dan asal kau tahu Rendy, dia juga yang sengaja menjebak mu dengan memberitahu pengawas jika kau membawa contekan," ucap Devano


Ia kemudian menunjukkan bukti sms Luna kepada pengawas.


Seketika wajah Rendy berubah saat mendengar pengakuan Devano.


Meskipun Luna berkali-kali menyangkal ucapan Dev dengan berbagai alibi yang masuk akal namun sepertinya Rendy lebih mempercayai Devano daripada Luna.


Devano bahkan memberitahu Rendy jika sebenarnya Rendra tidak pernah bunuh diri. Ia sengaja melakukan hal itu karena Luna berusaha memprovokasinya. Rendra bunuh diri agar Luna bisa mendapatkan beasiswa ke Oxford. Tentu saja Rendra melakukan hal itu karena tak mau kekasihnya sedih karena gagal mendapatkan beasiswa. Rendra juga melakukan hal itu karena Luna berjanji akan mengeluarkan Rendy dari penjara dan membersihkan nama baiknya di sekolah.


"Mustahil dia melakukan semua itu," tukas Rendy menyela cerita Devano


"Kamu bohong Dev, asal kalian tahu Rendra bunuh diri karena Devano memprovokasinya dengan mengatakan aku sudah jadian dengan Rendy. Dev sengaja mengatakan hal itu karena ia jelous aku memutuskannya. Aku sudah tak tahan dengan semua kelakuan Dev, makanya aku memutuskan untuk putus dengannya. Dia tidak terima dan mencoba menggunakan Rendra agar aku kembali lagi dengannya," terang Luna sambil terisak


"Aku memang selalu mengeluh kepada Rendra karena aku mungkin gagal mendapatkan beasiswa Jika ia kembali dan sempat meminta dia tetap di rumah sakit dan biarkan Rendy yang menggantikannya untuk sementara karena aku khawatir dengan keselamatannya jika ia kembali lagi," imbuh gadis itu


"Itu juga suatu provokasi Luna, dengan ia tahu kau lebih memilih Rendy daripada dirinya itu juga yang membuatnya akhirnya memilih mengakhiri hidupnya setelah ia tahu pihak sekolah mengeluarkannya," jawab Devano


Tangis Luna semakin pecah, ia bahkan berkali-kali memukuli Devano untuk melampiaskan kekesalannya.


"Kenapa kamu jahat Dev, kenapa kamu melakukan semua ini padaku!" seru Luna


"Dasar wanita iblis, kalian jangan tertipu dengan tangisannya. Asal kalian tahu trik yang sama juga ia lakukan untuk menyingkirkan sahabat dekatnya saat ia tahu ia juga menjadi kandidat penerima beasiswa menggantikan dirinya yang nilainya mulai turun!" Devano kemudian mendorong Luna dan memperlihatkan percakapannya dengan Luna saat merencanakan menjebak Tari.


Seketika semua langsung membicarakan tentang Luna.

__ADS_1


Luna yang tidak terima menjadi pesakitan seorang diri juga tak tinggal diam ia berjanji akan mengungkapkan semua kebusukan Devano yang memanfaatkan kekuasaan ayahnya untuk mendapatkan perlakuan istimewa dari kepala sekolah dan para guru.


Luna bahkan sengaja menghubungi polisi dan menyerahkan diri.


Wanita itu sengaja menyerahkan diri agar bisa menyeret Devano.


Ia yakin dengan bukti-bukti yang dimilikinya dan juga Rendy akan bisa memenjarakan Devano.


Meskipun Devano hanya mendapatkan hukuman ringan namun Luna merasa lega saat pihak kementerian pendidikan menutup sekolah Elite tersebut setelah mengetahui banyak pelanggaran yang dilakukan oleh kepala sekolah dan para guru demi mewujudkan janji mereka kepada wali murid.


Selain itu Madrid High School ditutup karena di duga menjadi pusat money laundering bagi dana haram Narendra yang merupakan seorang menteri.


Setelah sekolah di tutup Rendy melanjutkan sekolahnya di sebuah sekolah yang di tunjuk oleh pihak kementerian bersama siswa Madrid High School lainnya.


Setelah lulus Rendy memilih untuk kembali ke kampungnya dan melanjutkan mimpinya untuk membangun kembali desanya.


Giandra memberikan bantuan modal kepada Rendy untuk membuka usaha.


Meskipun Rendy menolak untuk menjadi penerus usahanya, namun Giandra yang sudah menganggap Rendy sebagai Putranya memilih menghabiskan masa tuanya bersama Rendy.


***********TAMAT******


terimakasih kepada semua pembaca setia yang sudah membaca novel ini sampai habis.


Maaf jika ending novelnya tidak sesuai dengan keinginan kalian.


Sampai jumpa lagi di novel selanjutnya. Terimakasih juga atas dukungan kalian. Like komen kalian yang sudah membuat ku semangat menulis, meskipun aku tak membalasnya tapi aku selalu membaca komentar kalian.


Love you all 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2